

Sumirat Blog adalah isi curahan hati tentang kejadian sehari-hari yg dilihat, dibaca, dirasakan, dialami, apapun itu bisa berupa Motivasi, Inspirasi, Wisdom, Semangat Hidup, Entrepreneur,Wirausaha, Sosial, Kehidupan, Religi, apa saja yang bisa menambah wawasan di "Sekolah kehidupan"....


Ini pengalaman kami sharing ke milist agar teman-teman yang lain tidak mengalami hal sama.
Kejadiaannya terjadi hari jum'at kemarin, datang ke Konter Kania Cell1 pelanggan minta diisi pulsa XL elektrik 10.000 kemudian dia infokan no hpnya, krn kebetulan stok Dompet Pulsa di konter tsb habis maka minta ke konter Kania Cell2 (saat ini ada 3 counter yg saling support satu dg lainnya), dan lansung di inject dan sukses, terbukti di HP sudah ada pesan,”berhasil pengisian pulsa ke 08XXXX sebesar 10rb”udah sukses diisi, tapi karena pesan itu adanya di konter yg ke 2 maka, kami ngak bisa perlihatkan ke pelanggan, hanya infokan kalau pulsa tersebut sudah masuk, tapi pelanggan mengaku belum masuk dan dia kasih unjuk di hp dengan cek pulsa dan saldonya masih sekitar beberapa ratus rupiah, kami tegaskan lagi, ”pak memang kami ngak bisa kasih unjuk pengisian karena di isi dari konterlain/cabang”. Tapi dia tetap ngak mau ngaku kalau pulsanya belum masuk.
Karena hubungan kami dengan Grosir voucher terjalin baik dan hampir tiap dua kali sehari kami belanja di PGC Cililitan, maka minta segera diisikan Dompet Pulsa, ngak berapa lama Dompet pulsanya sudah terisi, dan kita coba lagi inject ke no HP dia, dan pesannnya, sama ”berhasil pengisian pulsa ke 0818XXXX sebesar 10rb” , eh tapi dia tetap bilang belum masuk pulsanya, dan dia unjukin pulsanya masih belum bertambah. Kemudian kami ngak kehilangan akal, coba call no HP tsb di call dari konter dan ternyata no hp tsb ngak aktif, infokan ke dia kenapa kok hpnya ngak aktif?, , dan kmudian dia cepat-cepat buka HP dan ganti chip HP dg no yg diisi pulsa dan ngak lama setelah aktif, masuk pulsanya, dan cepat2 dia pergi,
Kesimpulannya, dia sengaja isi pulsa nomer yg diminta diisin dan hp yg dia kasih liat nomernya berbeda, artinya dua kali pulsa elekrik kami masuk ke hpnya padahal dia bayar satu kali.
Hati -hati untuk teman teman yang bisnis voucher pulsa elektrik jika ada kasus seperti ini.
Solusinya,
Demikian sharinganya, semoga bermanfaat..., atau teman-teman ada saran atau pengalaman lain..?
Tulisan ini didapat dari Bukunya Michael Lebouf, Ph.D “The Millionaire in You”..
Setiap orang memiliki “rekening” yang sama yang namanya waktu, rekening itu adalah 24 jam, atau 1.440 menit atau 86.400 detik. Seberapa banyak anda ber”investasi” atau tidak, “ia” tetap terhapus dan hilang, jika anda gagal menggunakan deposit hari itu anda rugi, tidak ada pengulangan, tidak ada penarikan untuk keesokan harinya. Anda harus hidup dalam masa sekarang mengandalkan deposit hari ini, Investasikan waktu demi mendapatkan yang terbaik darinya yang terbaik dalam kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan. Waktu terus berjalan, manfaatkan hari ini semaksimal mungkin.
Untuk menyadari nilai satu tahun :
Tanyakan pada siswa yang gagal dalam ujian akhir, karena dia harus mengulang satu tahun lagi.
Untuk menyadari nilai satu bulan :
Tanyakan pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.
Untuk menyadari nilai satu minggu:
Tanyakan pada seorang editor surat kabar mingguan.
Untuk menyadari nilai satu jam:
Tanyakan pada sepasang kekasih yang menanti untuk bertemu.
Untuk menyadari nilai satu menit :
Tanyakan pada seseorang yang ketinggalan kereta, bis atau pesawat
Untuk menyadari nilai satu detik:
Tanyakan pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.
Untuk menyadari nilai sepersepuluh detik.
Tanyakan pada seseorang atlet Olimpiade yang gagal meraih mendali emas dan hanya dapat medali perak.
Kemarin adalah sejarah
Eesok adalah misteri
Hari ini adalah Anugerah
Itulah sebabnya hari ini disebut hadiah (present)
Hargai waktu yang anda miliki dan lebih hargai ”ia” karena anda membaginya bersama dengan seseorang yang istimewa.
Kemarin adalah cek yang dibatalkan.
Esok adalah surat perjanjian.
Hari ini adalah uang tunai ditangan anda...Belanjakanlah dengan bijaksana!....
Daer Fren,
Hari sabtu kemarin saya dan isteri mengikuti acara di Workshop ISMBEA 2008 (Indonesian Small and Medium Entrepreneur Award) yang di selenggarakan oleh Majalah Wirausaha dan Keuangan, di Hotel Sahid Jaya Hotel 30 Agustus 2008 kemarin, Workshop yang bertujuan untuk memberikan ”setrum-setrum” semangat kewirausahaan dan memberikan "Kiat-Kita Jitu Berbisnis" dengan para pembicaranya adalah para praktisi dibidang kewirausahaan dan sebagian pembicara adalah anggota komunitas Milist TDA. ada 7 Pembicara, yaitu Pak Seorasono I Soebari, Petrus C Marsana, Ning Hermanto, Fauzi Rachmanto, Frans Budi Pranata, Kornelia Laurensia dan Hadi Kuntoro.
dan berikut adalah catatan saya :
Dari Pembicara Pertama Pak Soerasono I Soebari, Penulis Buku ”Pensiunpreneur”
Ada beberapa jalan menuju entrepreneur diantaranya adalah:
Rangkap kuadran, harus banyak mendengar dan melihat (baca2 buku, ikut seminar, komunitas), temukan bakat, temukan hobby, jalin networking dan Parnership.
Sedangkan untuk pindah Jalur dari karyawan ke Entrepreneur, banyak hal yg harus dirubah sehubungan dengan perbedaan pola pikir antara karyawan dan entrepreneur yaitu:
mengenai ”switch mental”, Dimana sebagai Entrepeneur anda harus ”BERANI” dalam beberapa hal, seperti :
Dari pembicara Bu Aning Harmanto, yang yang mengusung istilah ”SENYUM” dan mengaku sebagai tukang ”bakul jamu”, Pebisnis Produk Herbal.
Berprinsif pada 5 jari, yaitu :
Selanjutnya dari Fauzi Rachmanto, pembicara dan praktisi di bisnis Software dan Konsultan IT, memberikan sharingnya,
”Bisnis itu bisa atau tidak bisa ada dipikiran kita”
Memilih Usaha/Bisnis bisa dimulai dari ”dalam”, dimulai dari ”BE” (menjadi) dan ini adanya didalam diri kita kalau diibaratkan lingkaran ”BE” adalah lingkaran kecil, kemudian ”DO”, Do adalah apa yg kita lakukan untuk menjalankan bisnis tersebut dan DO adalah lingkaran yg lebih besar dan yg membungkus ”BE” dua lingkaran ini jika dijalankan maka akan menghasilkan ”HAVE” yaitu memiliki.
Jadi untuk bisa "HAVE" yang kita harus dimulai dari BE dulu kemudian melakukan DO.
Lalu bagaimana untuk bisa memilih usaha, ada beberapa cara yaitu :
Kemudian ada beberapa point juga untuk memilih bisnis yaitu :
Adapun prinsip Memulai Usaha adalah :
Bagaimana Jurus-jurus untuk memulai Usaha, antara lain adalah:
Jurus 2, Mengendalikan Rasa Takut
o Kenali rasa takut
o Kenali penyebabnya
Jurus 3, Rencana bisnis
o Deskripsikan produk dan service
o Apa yang dijual
Jurus 4, Marketing Analisis
o Siapa, siapa calon custemernya
o Kemana, kemana saja saja bisnis ini diinfokan
o Bagaimana, cara bisnis diinformasinkan
Jurus 4, Infrastruktur, apa aja yg diperlukan, meja kursi, counter dsb
Jurus 5, Financial, perkiraan modal yg akan diperlukan
Jurus 6, Schedule, kapan pelaksanaannya.
Awas akan adanya Perangkap!
Lalu Diri Anda ada diposisi mana, WHO ARE YOU?
Bagaimana hubunganBisnis yang Sehat?
Jurus Pengembangan Bisnis,
Oleh-oleh dari Pak Hadi Kuntoro, pembicara dan juga praktisi bisnis di bidang garmen dengan bisnis utamanya selimut dan sering di juluki dengan ”Raja Selimut Indonesia”, baru bulan Maret tahn 2008 ini resign dari karyawan dan menjadi entrepreneur. Membawakan sharing dengan yaitu bagaimana .”Step by Step Menuju Entrepreneur”
Beberapa sharingnya adalah sbb:
Cara merubah Mindset :
Kunci Sukse bangun Bisnis adalah ”RBDASP” yaitu :
Langkah Awal Memulai :
Manfaatkan resouces yang ada :
Langkah-langkah yg dilakukan Pak Hadi adalah:
Dapat IDE, -à temukan Produsenà Daftaf sebagai Agen-à Buka toko kecil-kecilanà cari sumber Modal lagià buka yang lebih besar.
Beberapa the LUCK FACTOR dalam bisnis
Diam sang Pembunuh,
Apa gunanya kita pandai dalam suatu hal dan kemudian kita merahasikannya?,
orang yang pandai, cerdas dan amat kritis tetap diam dan bisa dibilang ”Pembunuh Diam”, Mereka adalah orang-orang yang mengetahui jawaban tapi tidak berani mengeluarkan pandangannya karena merasa tak seorangpun berkenan akan mendengarkannya.
Memiliki pembunuh diam didalam diri adalah merupakan ketakutan terbesar dalam diri kita. Bagian yg terburuk adalah kita TAHU bahwa suatu keputusan yang diambil oleh Mayoritas (baik di keluarga, karir, bisnis dan lain sebagainya)atau atasan itu salah tapi kita ikut menyetujuianya karena takut menonjolkan diri.
Ini ada contoh cerita dan bisa dianalogikan dalam hidup kita, Bayangkan jika anda terjebak ditengah gurun Sahara dangan satu unit prajurit perang dan sang komandan menderita karena terik matahari, jalannya tergontai-gontai. Dia lantas mengambil keputusan untuk bergerak kearah timur karena menurutnya disitulah lubang atau sumber air berada, sementara anda TAHU bahwa lubang/sumber air itu berada di sebelah utara. Kini anda punya satu dari dua pilihan : memberitahukan pendapat anda pada sang komandan atau ”cari aman” membiarkan ia melakukan apa yang dipikirkannya, Menerima keputusan dan berjalan menuju bencana kematian.
Mulai sekarang janganlah tinggal diam, buatlah komitmen pada diri anda dan carilah ”warisan anda” kejeniusan anda pada suatu hal, buatlah dunia tahu bahwa anda penyanyi, programmer, penulis, atlet, insyinyur yg handal, pilot terbaik, bisnisman sukses, atau apapun itu, Atasi rasa takut dan penolakan, anda tidak akan rugi apapun karena semuanya anda lakukan untuk meraih kemenangan.
Masih banyak orang yang, ”Lebih baik memilih hidup dalam penderitaan yang pasti dibanding memilih sesuatu yang belum pasti yang memungkinkan untuk berubah ke arah yang lebih baik”
”Kenapa sampai saat ini kita tidak mulai bertindak?”
Karena ’rasa takutnya’ lebih besar dibanding ketertarikannya.
Mendapatkan atau tidak mendapatkan? :
” Kita tidak akan mendapatkan apa yang orang lain dapatkan, karena kita tidak melakukan apa yang orang lain lakukan”
Tantangan dan Masalah :
”Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup”
Pekerjaan:
Banyak orang yang ”tidak mencari pekerjaan, tapi pekerjaan datang mencarinya”
Sudut Pandang:
”Masalah yang sama akan menghasilkan hal yang berbeda, karena tindakan yang dilakukan juga berbeda”
Pikiran:
Pikiran anda merupakan magnet yang sangat kuat, ia akan terus menarik berbagai ide dan gagasan kedalam hidup anda., makanya hati-hati dengan pikiran-pikiran jelek dan jahat, tetap berfikiran positif.
Perubahan:
”Perubahan merupakan sesuatu yang menakutkan bagi banyak orang karena itu berarti ’memasuki wilayah asing’ dan belum diketahuinya”
Takut untuk menonjol!
Mengapa anda sebagai orang pandai justru masih menyembunyikan kecerdasan alami anda, dan bersedia menerima bukan yang terbaik.? Hanya mau menerima keberhasilan yang sedang-sedang saja dan menyimpan potensi besar anda.
Melakukan hal sama
”Adalah Gila mengharapkan ”perubahan” sementara kita melakukan hal-hal yang sama dari hari ke hari”
Siang itu dedepan sebuah taman ramai sekali anak-anak bermain dan sebagian anak membeli balon gas atau balon terbang , ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau, Si Abang pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yg tersisa hanya warna hitam, seorang anak berniat membeli balon, si anak tersebut bertanya? “Bang, ..apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga..?, dan Si Abang dengan santun menjawab.”..ya pasti bisa dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu “matrial/isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa terbang.."
hmm...sama halnya seperti kita, siapapun pasti bisa terbang, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya, karena bukan tampilan “warna” atau tampilan luar yang membuat kita bisa "terbang", tetapi “isi” didalam kita yang membuat kita bisa terbang.
Jadi…bagi yang fisiknya masih kurang ok, tampang kurang cakep, kurang cantik, atau “semampai” semeter tak sampai,kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua, krn keturunan orang miskin dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”, jangan takut ya krn kita pasti bisa “terbang”, karena isi didiri kita yang membuat bisa "terbang" ..ayooo kita "terbang.."
Berawal dari kegelisan dan kejenuhan saya sekitar 4 thn lalu, sudah lebih dari 8 thn bekerja tapi kondisi
Saya mulai “searching’ di internet bagaimana cari2 tambahan, berdiskusi dengan teman2 kantor, kerabat, relasi, , baca2 buku wirausaha dll, Proses ini berjalan hampir setahun, pada saat itu pernah ditawari ikut MLM, sempat ikut gabung jadi Agen Asuransi walau hanya beberpa bulan.
Sambil Proses belajar tersebut maka mulai dengan bisnis sambilan , Sempat kerjasama dengan Kerabat di Tasikmalaya untuk jualan Baju Muslim, dia yg punya barang dan saya yang jualan, Busana Muslim,Baju Koko, sempat ditawari dan di Jual ke teman2, kerabat, kenalan2, tetapi mungkin kalah bersaing dari mutu, harga, dan teknik memasarkannya, akhirnya berhenti, Pernah juga bekerja sama dengan teman untuk jualan aksesoris berjalan bebarapa bulan dan berhenti juga, sempat pula jual karpet secara kredit ke temen kantor, kerabat dan kenalan, tapi itu juga seret karena kredit tersebut beberapa ada yang macet.
Jauh sebelum itu, saat saya masih SMA dan Kuliah, saya sudah belajar berjualan,
Waktu SMA di Bandung , dulu pernah ikut jualan Ayam Goreng dan Ayam Bakar punya Kakak saya dan yang punya resep Ibu saya, dan operasinalnya ada karyawan, bisnis ini hanya bertahan setahunan krn karyawan ingin buka usaha sendiri, juga karena sewa temapat yg dinaikan.
Waktu Kuliah di Politeknik ITB, pernah koordinir foto copy buku2 atau bahan kuliah, ya lumayan lebihnya bisa dapat foto copyan bahan kuliah ”gratis”, pernah jualan “Sweater” Baju Hangat, nyoba juga bisnis buat kaos dan dikirimkan ke Makasar, Pengiriman 1 dan 2 sukses dengan untung, eh pergiriman yg ketiga barang dikirim tapi uang transfernya tar sok entar esok, ngak pernah masuk sampe sekarang dan saya yg harus nombokin bayar pada fihak konveksinya…
Setelah sekian lama pencaharian, akhirnya usaha “real”pertama dimulai Juli 2005, ketika saat itu ada aide dari isteri saya, yg pada saat itu kesulitan untuk mencari kado mainan anak, maka ketika ada kesulitan itulah maka peluang usaha itu ada, mulailah berjualan mainan anak, dengan hanya bermodalkan satu etalase dan buka hanya dihalaman rumah, saat itu punya toko sendiri masih cita-cita saja. Memulai usaha awalan amat berat dan harus punya a mental g kuat, karena setelah buka warung2an, menuai banyak reaksi dari teman2 dan tetangga, ada yg bilang “ ngapain lu dagang kayak gitu, lu
Hampir bersamaan dengan usaha mainan, saya coba manjalankan ilmunya Purdie Chandra yaitu ilmu “BOTOL” Berani Optimis Tenaga Orang Lain, saya “ketemu” orang ketemu saat Stel Velg Motor, krn saat itu di pikiran saya di Jakarta ini Motor udah jutaan masa sih bisnis ini tidak “prosfektik”, maka setelah bernegosiasi dan atur strategi, saya menjadi investor dan kenalan saya jadi teknisinya, mulailah usaha Stel Velg Sepeda Motor, cita2 sih ingin bertahap dari situ ke spare part motor dsb..dsb.., namun setelah jalan 6 bulan, “kerjasama” tersebut tidak berjalan seperti yg diharapkan, bagi hasil yg disepakati belum menghasilkan bagi saya, maka dengan mantap bisnis tersebut sukses saya tutup.
Dari kejadian ini saya dapat pelajaran yang berharga, bahwa mencari partner bisnis itu harus seselektif mungkin, saat itu saya kuarang tahu latar belakang dia, karakter dia, dsb hanya liat keahliannya dan semangatnya dia, plus niat saya mau bantu dia krn memang saat itu dia masih nganggur, ternyata niat saja ngak cukup, atau juga moniring saya yg kurang krn hanya monitor sepulang kerja dan tidak tiap hari.
Sementara itu, bisnis Jualan Mainan anak, terus berjalan, ada kenalan yg punya toko mau dititipi mainan, ada kenalan kantor buka toko baru ikut di support juga Mainan dari kami, kenalan lain ada juga yg mau dititipkan.
Saat itu kami punya bisnis walau kami belum punya toko, sistemnya taro barang di toko teman (konsinyasi) dan mereka menaikan harganya sebagai lebihnya mereka dan 1-2 minggu saya ambil uangnya dari mereka., sampe setahun berjalan, bisnis mainan ini sempat kirim ke beberapa daerah di luar jawa, tapi setalah berjalan hampir satu tahun, masalah mulai muncul krn barang di “titip” toko orang yg mungkin mereka kurang hati2 atau kurang merperhatikan krn banyak items lain yg mereka jual juga atau saya yg kurang cepat memutar barang krn waktu yg masih terbatas, sepertinya bisnis ini berjalan lambat dan satahun kemudian hanya jual di toko kami saja.
Toko saya yg pertama, “terjadi” di Bulan September 2006, saat itu saya dan isteri, meralakan kamar anak kami rombak dijadikan Toko, Toko yg pernah dicita-citakan sebelumnya., kebetulan saat itu saya pindah kerja dan dapet “uang jasa”dari kantor, uang tsb sebagian kami jadikan modal renovasi kamar, Beli Etalase, beli tambahan Mainan Anak, dan alat2 tulis, jadi saat itu mulai Buka Toko Mainan Anak dan Alat Tulis,
3 Bulan Toko berjalan, kami masih “memperhatikan” bahwa perputaran uangnya sangat lambat, karena saat tu saya juga ikut milis dan baca buku wirausaha, barang siapa yg bisa uangnya berputar cepat maka untuknya juga cepat dapet dan jika tiap hari liat atau pegang uang, walau nilainya kecil, kita jadi ngak “ngiler” liat uang jadi uang banyak dan “berserakan lah” di toko. Akhirnya coba dengan Jualan Voucher Hp, dimulai dengan Etalase kecil. kemudian jadi Etalase Voucher beneran, ditabhi Vocher Elektrik, aksesoris, dsb.
Pelan tapi pasti bisnis Voucher makin berkembang, maka tetap dengan memanfaatkan hubungan silaturahmi dan pertemanan, Jualan Pulsa di coba di depan Toko kelontong kenalan dan kami bisa menambah 1 Counter berikutnya, sehingga saat itu kami punya Toko dan 2 Counter di depan Toko kelontong Teman2.
Ternyata kerjasama Counter di depan Toko kelontong teman, hanya bertahan sekitar 4 bulan dan 10 bulan, krn sampe 4 bulan dilokasi tsb belum terlihat bagus/menguntungkan maka sementara kita stop dulu, dan konter berikutnya sukses di tutup pula, mulai muncul karena konfik dengan Pemilik Toko, namun bertepatan dengan ditutupnya toko kami buka ditempat lain, maka kami relokasi ke tempat baru, dan ditempat baru ini kami sewa Toko bukan numpang di toko teman Lagi suatu kemajuan bagi kami, beberapa bulan kemudian kami Sewa Toko lagi , jadi saat ini kami ada 3 Counter yg aktif dengan 3 orang karyawan.
Tugas Operasional selama ini di handle Isteri di rumah, saya lebih ke arah Pengembangan and Marketing lah, belajar bekerja sama mendelegasikan dan mempercayakan. Juga kita masih terus belajar administrasi, keuangan, logistik dan lain sebagainya.
Bisnis Voucher memang bisnis sejuta umat, mulai dari anak SMP, ABG, Mahasiswa, karyawan/wati, bapak/ibu, kakek/nenek, semua pake hp dan pasti butuh pulsa, ya ngak..? Hari ginee ngak punya hp...?,
Perjalan Bisnis Voucher Hp ini ada Suka duka, manis pahit, susah senang, manis , asam asin (rame rasanya, kayak iklan permen),
Ibarat suatu perjalanan pasti akan ada bebatuan, duri-duri, tembok menghadang, omelan, cacian pelanggan itu mah sudah biasa, bahkan nyaris ada yg nipu beli voucher, juga ada. yg ngutang dan belum bayar walau udah di tagih, ada sukanya juga , beli hp second di pagi hari dan laku di sore hari untung 50% , beli hp second kemahalan dan t
Aneh bin ajaib disekitar saya juga sekarang bermunculan counter HP juga, bagi saya mah persaingan itu bagus jadi bisa lebih baik lagi melayani pelanggan, lagian siapa yg larang kalau para tetangga buka counter juga, Allah Maha Kaya dan Maha Luas jadi Rezeki-Nya ngak akan pernah habis., malah kalau bisa saya ingin kerjasama dengan mereka yg punya Counter agar bisa jalan bersama dan maju bersama.
Saat ini dengan 3 counter (Kania Cell 1 2, 3) rata rata per hari counter dapat omset Rp. 700rb, jadi sekitar 2 jt per Jt per hari, Cita2 masih terus untuk bisa mendapatkan lebih banyak lagi rezeki,sehingga lebih banyak lagi karyawan yg bisa berbagi rezeki.
Itulah sekilas perjalanan saya dan isteri dalam perjuangan untuk jadi wirausaha maka pada saatnya nanti saya bisa full untuk di wirausaha….amin,,