Dear Fren,
Dalam memulai suatu usaha, kita perlu berjalan dengan teman atau rekan kita utk bisa menjalankan bisnis atau usaha bersama mungkis istilahnya bersinergi, kolaborasi
berikut adalah pengalaman bekerjasama yg pada akhirnya belum bisa berjalan dengan baik. dan mungkin bisa menjadi, pelajaran bagi kita semua.
- Sekitar thn 2004, saya bekerja sama dengan teman, utk menjual produk, teman saya punya chanel dengan yg punya produk dan saya punya chanel dengan calon pembeli, kesepakatan di buat by lisan apapun hasilnya kita akan bagi 2, 50:50, dan ternyta pada penjualan paket pertama berlangsung sukses, tapi paket berikutnya saya gak pernah tahu, ternyata saya tahu dari calon pembeli yg didatangi langsung teman saya dan ktnya sdh bilang ke saya utk transaksi langsung tanpa saya, teman bisnis tsb bisnis bisa sj jalan melewati kita.(kita dilupakan)
- tahun 2005, saya memodalai orang utk usaha stel velg, saya memodali barang, nayar sewa tampat, dia hanya pekerjaan jasanya, dan sepakat berapun hasilnya akan di bgi2,50:50, tapi pada perjalannnya bejalan kurang baik menurut dia, pembagian tidak bisa 50:50 selalu utk dia lebih banyak, sampai akhirya di bulan ke 6, kita putuskan utk bubar saja kerjasamanya dan besok nya dia kabur dengan membawa sebaian alat2 kerja.
- sekitar tahun 2006 saya bantu atau support di perusahaan teman teman dan pada perjalannanya sampai harus berpisah, tapi komitmen saat berpisah ada yg dilanggar, yaitu gaji terakhir sy yg tak pernah terbayarkan krn alasan perusahaan tak ada uang. dan sekrg perusahaan tsb sdh tak ada kabarnya
- 2010, pernah bantu perusahaan utk selesaikan kerjaan dan sesuai kesepakan kami kerjakan, semua berjalan baik, samapi yg terakhir dikerjakan dan sdh keluar biaya walu belum selesai 100% karna harus menunggu proses yg lain dan ternyata penyelesai dikerjakan pihak lain dan sy tak pernah terbayarkan dari biaya yg sdh keluar.
-2011, kalu ini bkan teman bisnis tapi keberja di perusahaan, status dikontrak pertahun, kerjaan berjalan lancar bagus dan aman saja, kemudian kontrak di perpanjang, tapi di tengah jalan di stop dan udahan krn project sdh tak ada lg, sulit bertahan dan tak ada pla teman yg perjuangkan, tapi itulah kalan hidup harus di terima.
- 2012, berteman dengan teman kerja, atau bawahan lah istilahnya, krn sdh jalan beberpa lama maka saya timbul kepercayaan, sampai suatu saat laporan kerjanya dia tambah-tambahkan 9sy kurang teliti utk cek) dan saya percaya saja dan setelah berjalan, timbul banyak data yg berlebigh dan imbasnya saya yg harus ikut menanggung beban dan resiko ada pemotonngan uang.
- kesimpulan dari apa yg terjadi adalah, kerjasama bisa terbentuk namun komitmen utk terus benar, setia dan jujur itu sulit..., yg namanya kerjasama , apa saja bisa terjadi dikemudian hari...
to be continue...
Sumirat Blog adalah isi curahan hati tentang kejadian sehari-hari yg dilihat, dibaca, dirasakan, dialami, apapun itu bisa berupa Motivasi, Inspirasi, Wisdom, Semangat Hidup, Entrepreneur,Wirausaha, Sosial, Kehidupan, Religi, apa saja yang bisa menambah wawasan di "Sekolah kehidupan"....
Monday, March 30, 2015
Thursday, January 08, 2015
Tahun Baru 2015 Semoga Lebih Sukses
Tak terasa sdh memasuki tahun 2015, semoga di tahun ini lebih baik lagi lebih sukses lagi dan lebih berkah lagi.., semoga apa yg kita rencanakan dan cita-sitakan bisa terwujud...
Monday, April 28, 2014
Derita Subcon Kere...
Awal Tahun 2014 saya memulai langkah untuk mencoba jalan sendiri atau Wirausaha menjalankan Usaha sendiri, namun saat mengurus dokumen-dokumen untuk persiapan usaha sendiri, saya diajak teman untuk menjalankan usaha pekerjaan di Depok, saya di berikan kepercayaan utk mengatur team semuanya dari A-Z.
Awal memulai menjalankan amanah tersebut adalah dengan mendapatkan proyek modernisasi jaringan Tekom di Depok atau istilahnya Proyek FTTH Depk dari Telkom.
Perjalan dari awal ini proyek akan membuat kita sangat berhati-hati dalam pengeluaran operasional Proyek, karena harga proyeknya sudah benar-benar tipis.
Awal mau memulai setelah mendapat Po dari maincont adalah sesegera mungkin buat Invoive uang muka.
untuk Uang muka ternyata meleset dari yg di perkirakan, yg harusnya DP dibayar 14 hari kerja setelah semua dokumen lengkap, tapi ternyata mndur sampe 1 bulan, akhirnya berusaha dengan dana yg ada jalan sambil menunggu DP, alhamdulillah bisa jalan.
DP sdh di gunakan utk meterial, office, mendatangkan pekerja dan operasinal lainnya.
Ada yg cukup mengganggu "keuangan " proyek di Depok ini, mulai dari pengurusan PU yg lumayan lama, dan harus bayar "uang koordinasi", lalu ketemu ormas utk kasih 'uang koordinasi juga'..
lan keruhan lain ormasnya, istilahnya tiap kelurahan/ranting mereka punya teammnya.
ketika proyek sedang berjalan kami kena lagi dan diminta "koordinasi oleh Lurah dan LPM dan pekerja ngambek minta pulang.
Dana yg harusnya utk operasional di minta utk Opname pekerjaan dan bayar mereka.
saat ini, kami kekurangan dana, utk bayar pekerja, bayar sewa mobil dan bayar 'koordinasi LPM dan Lurah"
Sekarang lagi sulit untuk memeulai lagi krn dana yg ada sangatlah terbatas..
inilah derita Subcon kere, yang kena dimintain biaya "koordinasi mulu" kalu ada apa-apa....
Awal memulai menjalankan amanah tersebut adalah dengan mendapatkan proyek modernisasi jaringan Tekom di Depok atau istilahnya Proyek FTTH Depk dari Telkom.
Perjalan dari awal ini proyek akan membuat kita sangat berhati-hati dalam pengeluaran operasional Proyek, karena harga proyeknya sudah benar-benar tipis.
Awal mau memulai setelah mendapat Po dari maincont adalah sesegera mungkin buat Invoive uang muka.
untuk Uang muka ternyata meleset dari yg di perkirakan, yg harusnya DP dibayar 14 hari kerja setelah semua dokumen lengkap, tapi ternyata mndur sampe 1 bulan, akhirnya berusaha dengan dana yg ada jalan sambil menunggu DP, alhamdulillah bisa jalan.
DP sdh di gunakan utk meterial, office, mendatangkan pekerja dan operasinal lainnya.
Ada yg cukup mengganggu "keuangan " proyek di Depok ini, mulai dari pengurusan PU yg lumayan lama, dan harus bayar "uang koordinasi", lalu ketemu ormas utk kasih 'uang koordinasi juga'..
lan keruhan lain ormasnya, istilahnya tiap kelurahan/ranting mereka punya teammnya.
ketika proyek sedang berjalan kami kena lagi dan diminta "koordinasi oleh Lurah dan LPM dan pekerja ngambek minta pulang.
Dana yg harusnya utk operasional di minta utk Opname pekerjaan dan bayar mereka.
saat ini, kami kekurangan dana, utk bayar pekerja, bayar sewa mobil dan bayar 'koordinasi LPM dan Lurah"
Sekarang lagi sulit untuk memeulai lagi krn dana yg ada sangatlah terbatas..
inilah derita Subcon kere, yang kena dimintain biaya "koordinasi mulu" kalu ada apa-apa....
Wednesday, January 15, 2014
Toko Kontrakan saya
Loksi Kontrakan Usaha saya...
Tahun 2004, Saya masih titip barang di toko teman
T ahun 2006, kamar anak saya, di bongkar di jadikan toko dirumah.
Tahun 2012, saya punya toko yg di kontrakan,
Tahun 2014, Saya akan gunakan 1 toko utk usaha saya.
ini lokasi Kontrakan saya, di Jl CIlebut Bojong Gede, Depan Komplek PWI Cilebut :
Saat ini ada 7 Kontrakan, 1 di ganakan sebgai garasi, tapi kedepan awal 2014 akan sy jadikan tempat usaha saya sendiri...
doakan ya semoga bisa berhasil dan sukses..
Tahun 2004, Saya masih titip barang di toko teman
T ahun 2006, kamar anak saya, di bongkar di jadikan toko dirumah.
Tahun 2012, saya punya toko yg di kontrakan,
Tahun 2014, Saya akan gunakan 1 toko utk usaha saya.
ini lokasi Kontrakan saya, di Jl CIlebut Bojong Gede, Depan Komplek PWI Cilebut :
Saat ini ada 7 Kontrakan, 1 di ganakan sebgai garasi, tapi kedepan awal 2014 akan sy jadikan tempat usaha saya sendiri...
doakan ya semoga bisa berhasil dan sukses..
Meningkatkan Faktor Kali
Unuk menigkatkan bisnis atau usaha, ada yg namanya faktor kali sehingga bisnis kita bisa berkembangn dg pesat, antara lain
Misal utk bisnis Rumah Makan,
1. Lokasi Strategis
2. Jumlah Cabang
3. Pembeli jumlah banyak dan berulang
4. Publikasi, iklan, promosi, tenaga sales, internet dll
jadi nanti peningkatannya akan bergerak cepat... , smg saya bisa menerapkannya...
Misal utk bisnis Rumah Makan,
1. Lokasi Strategis
2. Jumlah Cabang
3. Pembeli jumlah banyak dan berulang
4. Publikasi, iklan, promosi, tenaga sales, internet dll
jadi nanti peningkatannya akan bergerak cepat... , smg saya bisa menerapkannya...
Saturday, January 11, 2014
Goal..yg harus di spesifik
Goal atau Keinginan yg spesifik harus bisa menjawab yg 5W, yaitu
1. What : apa yg ingin anda capai
2. Why : Mengapa, apa manfaat/keuntungannya
3. Who : siapa saja yg terlibat
4. When : kapan akan dilakukan
5. Where : dimana dilakukan
jika sudah ada jawaban dari 5 ini, sukses sdh menanti di depan.., teruskan..
1. What : apa yg ingin anda capai
2. Why : Mengapa, apa manfaat/keuntungannya
3. Who : siapa saja yg terlibat
4. When : kapan akan dilakukan
5. Where : dimana dilakukan
jika sudah ada jawaban dari 5 ini, sukses sdh menanti di depan.., teruskan..
Sunday, December 01, 2013
keputusan apa yg terpenting utk diri saya
Bukan karena saya tidak diinginkan (di Chelsea). Saya pikir saya
diinginkan tapi saya harus membuat keputusan untuk diri saya sendiri dan
melakuka analisa hal apa yang terpenting untuk saya,"
Romelo Lukaku, pemain Everton yg di pinjamkan dr Chelsea..
Romelo Lukaku, pemain Everton yg di pinjamkan dr Chelsea..
Friday, August 02, 2013
malas liat keatas...
suatu
ketika, di sebuah proyek kontruksi gedung, sang mandor yg ada di lantai
atas, hendak memanggil anak buahnya yg ada di bawah, tapi panggilannya
sulit terdengar karen bisingnya mesin2..., akhirnya dia, melemparkan
uang Rp.1000, siapa tahu tukangnya ambil uangnya dan liat keats siapa yg
melamparnya, eh tapi anteng aja uangnya diliat n diambil, lalu terusin
kerjaannya.., bos nya coba lempar lagi
dg yg lebih besar, Rp. 100rb, sesampai uanganya di bawah, ditemukan si
tukang eh tapi ternyata dia malah jingkrak2, senengnya nemu uang 100rb
tanpa mempedulikan siapa yg lempar uang tsb dr atas,
akhirnya sang mandor kesal, dilemparnya deh kerikil ke bawah dan situkang liat kerikil jatuh tsb, dan baru deh liat keatas siapa yg melemparnya...
renungannya:
"kadang kalau dapat rezeki males n lupa siapa yg kasih dr "atas", tapi pas kena 'musibah/atau teguran' baru deh liat ke "atas..."
semoga kita selalu menjadi pribadi2 yg selalu bersyukur....
akhirnya sang mandor kesal, dilemparnya deh kerikil ke bawah dan situkang liat kerikil jatuh tsb, dan baru deh liat keatas siapa yg melemparnya...
renungannya:
"kadang kalau dapat rezeki males n lupa siapa yg kasih dr "atas", tapi pas kena 'musibah/atau teguran' baru deh liat ke "atas..."
semoga kita selalu menjadi pribadi2 yg selalu bersyukur....
Sunday, May 12, 2013
Menghubungkan titik-titik yg hilang
Ini perkataan Steve Job, founder Apple
'Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik untuk masa datang, anda hanya dapat menghubungkan mereka di masa yang lalu. jadi anda harus percaya bahwa titik-titik tersebut entah bagaimana akan terhubung di masa depan..."
kesimpulannya:
apa yg anda lalukan saat ini sepertinya tak ada manfaatnya untuk saat ini, misal anda kerja di bagian operaisonal, anda diajak untuk bantu bagian sales n marketing, anda merasa gak ada manfaatnya, anda lalu diajak bantu bagian keuangan anda merasa tak ada manfaatnya, anda di ajak bagian personalia n general affair anda merasa tak ada manfaatnya juga, lalu anda diajak bagian warehouse n logistik, juga anda rasakan tak ada manfaatnnya.
namun ketika ada diangkat jadi manager, anda jadi General manager atau anda jadi direktur maka apa yg anda lakukan dulu tak ada manfaatnya kini anda akan merasakan bahwa semua itu ada manfaatnya.., inilah maksudnya " suatu saat tutik2 dapat dihubungkan.."
'Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik untuk masa datang, anda hanya dapat menghubungkan mereka di masa yang lalu. jadi anda harus percaya bahwa titik-titik tersebut entah bagaimana akan terhubung di masa depan..."
kesimpulannya:
apa yg anda lalukan saat ini sepertinya tak ada manfaatnya untuk saat ini, misal anda kerja di bagian operaisonal, anda diajak untuk bantu bagian sales n marketing, anda merasa gak ada manfaatnya, anda lalu diajak bantu bagian keuangan anda merasa tak ada manfaatnya, anda di ajak bagian personalia n general affair anda merasa tak ada manfaatnya juga, lalu anda diajak bagian warehouse n logistik, juga anda rasakan tak ada manfaatnnya.
namun ketika ada diangkat jadi manager, anda jadi General manager atau anda jadi direktur maka apa yg anda lakukan dulu tak ada manfaatnya kini anda akan merasakan bahwa semua itu ada manfaatnya.., inilah maksudnya " suatu saat tutik2 dapat dihubungkan.."
Wednesday, December 05, 2012
Pindah Quadran
Per tgl 30 Nov 2012, adalah hari terakhir kerja di ZTE Indonesia, artinya 1 Des 2012 saya sdh menjadi orang bebas.
Rencana untuk bikin usaha sendiri:
- tgl 26 sdh mengajukan pembuatan CV ke Notaris, tgl 30 salinannya sdh jadi, nama CV.nya Zetindo Pratama, semoga lancar utk memeulai usahanya.
- memulai mencari-cari peluang Proyek di beberapa kenalan dan relasi yg semasa saya menjadi karyawan,
tgl 5 desember, ada meeting utk membahas proyek telekomunikasi, semoga ini awalan untuk memeulai usaha sendiri.
mohon doa dari semaunya, bismillahi memulai usaha mandiri dan merencanakn hidup sendiri...
Rencana untuk bikin usaha sendiri:
- tgl 26 sdh mengajukan pembuatan CV ke Notaris, tgl 30 salinannya sdh jadi, nama CV.nya Zetindo Pratama, semoga lancar utk memeulai usahanya.
- memulai mencari-cari peluang Proyek di beberapa kenalan dan relasi yg semasa saya menjadi karyawan,
tgl 5 desember, ada meeting utk membahas proyek telekomunikasi, semoga ini awalan untuk memeulai usaha sendiri.
mohon doa dari semaunya, bismillahi memulai usaha mandiri dan merencanakn hidup sendiri...
Friday, October 12, 2012
berbhagialah krn ada masalah...
Masalah baik bagi anda!, saat sesuatu menjadi masalah, itu artinya anda bisa melakukan sesuatu terhadap masalah itu, Ini menandakan anda mempunyai kesempatan untuk menjadi unggul.
Dalam setiap masalah terkandung bibit penyelesaian.
Saat dihadapkan dengan masalah, berarti kita diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Yang terpenting adalah cara menghadapi setiap persolan dan apa yg bisa dipelajari darinya.
Segera setelah anda belajar dari kesulitan yg dihadapi, hidup akan menjadi lebih baik.
Masalah hanya akan muncul jika anda berkemampuan untuk menyelesaikannya atau bergerak mencari jalan keluar.
Apabila tak ada lagi masalah yg mesti di selesaikan di tempat kerja anda akan di pecat atau di stop perpanjangan kontrak, krn perusahaan sdh tak membutuhkan anda lagi.
Satu-satunya tempat didalam kehidupan ini dimana anda tidak bermasalah adalah ketika anda berbaring di kamar mayat atau kuburan...
berbahagialah jika anda masih punya masalah....
Dalam setiap masalah terkandung bibit penyelesaian.
Saat dihadapkan dengan masalah, berarti kita diberi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.
Yang terpenting adalah cara menghadapi setiap persolan dan apa yg bisa dipelajari darinya.
Segera setelah anda belajar dari kesulitan yg dihadapi, hidup akan menjadi lebih baik.
Masalah hanya akan muncul jika anda berkemampuan untuk menyelesaikannya atau bergerak mencari jalan keluar.
Apabila tak ada lagi masalah yg mesti di selesaikan di tempat kerja anda akan di pecat atau di stop perpanjangan kontrak, krn perusahaan sdh tak membutuhkan anda lagi.
Satu-satunya tempat didalam kehidupan ini dimana anda tidak bermasalah adalah ketika anda berbaring di kamar mayat atau kuburan...
berbahagialah jika anda masih punya masalah....
Monday, October 08, 2012
Fenomena Tawuran Pelajar
"Pelajaran atau pendidikan yg sifatnya intelektual adalah 20% dr
kemampuan otak, 80% adalah kemampuan emosional dan spiritual.." , Pakar Perilaku. Bahaudin, #TV One, fenomena tawuran pelajar..
Tapi kenapa atuh Dunia pendidikan kita kebalik 80% diajarkan kemampuan intelektualnya dan yg 20% nya pendidikan, seni, olahraga, keterampilan n
Moral malah makin hilang.., kenapa yg siswa pinter2 berhitung disebut pintar, tp yg pintar seni, olah raga, ketrampilan dan agama bukan anak pintar?, mindset yg sdh puluhan tahun tertanam di dunia pendidikan kita,
Seandainya pelajaran seni bobotnya banyak akan indah, pelajaran olahraga akan sehat n penuh gairah, pelajaran moral di junjung tinggi maka hidup akan terarah.
Yg disebut pintar mungkin hanya rangking 1 sampe 3 atau 10 besar, lalu bagaimana sisanya yg didalam kelas ada sekitar 40 org tsb, sekitar 30 org. Lebih itu sdh di "cap" tidak pintar alias bodoh dan arahnya adalah "madesu" alias masa depan suram..
Para guru bangga dengan murid pintar yg hanya sekiatar 6 orang, lalu bagaimana yg sabagian besar, mereka juga manusia, mereka juga ingin dibanggakan guru n orang tua, tapi mereka sdh "mati kutu", mereka hanya pengembira, pelengkap penderita.
Lalu apa yg bisa kami banggakan utk para guru?
Sudah lah mereka pas pasan, di beri tugas terus utk mata pelajaran yg sifatnya intelektual yg jelas2 mereka kurang bisa, akumulasi ini menjadikan mereka makin terpuruk dan makin menguatkan mereka kalau mereka memang akan madesu...
muncullah stress atau ketegangan.
Nah disinilah peluang mereka utk unjuk gigi..sekaligus menghilangkan stress.., salah satunya ada berkelompok, bergerombol dan tawuran deh...
Yg namanya tawuran kan gak jelas, siapa aja yg ada disitu ikut kena getahnya juga..orng yg gak tahu-menahu krn tidak siaplah yg menjadi korban sasaran tawuran..
Apakah sekolah sdh bukan tempat yg indah lg utk bensenda gurau n riang gembira..?? tapi tempat yg menakutkan dan menyebalkan banyak orang??
Tapi kenapa atuh Dunia pendidikan kita kebalik 80% diajarkan kemampuan intelektualnya dan yg 20% nya pendidikan, seni, olahraga, keterampilan n
Moral malah makin hilang.., kenapa yg siswa pinter2 berhitung disebut pintar, tp yg pintar seni, olah raga, ketrampilan dan agama bukan anak pintar?, mindset yg sdh puluhan tahun tertanam di dunia pendidikan kita,
Seandainya pelajaran seni bobotnya banyak akan indah, pelajaran olahraga akan sehat n penuh gairah, pelajaran moral di junjung tinggi maka hidup akan terarah.
Yg disebut pintar mungkin hanya rangking 1 sampe 3 atau 10 besar, lalu bagaimana sisanya yg didalam kelas ada sekitar 40 org tsb, sekitar 30 org. Lebih itu sdh di "cap" tidak pintar alias bodoh dan arahnya adalah "madesu" alias masa depan suram..
Para guru bangga dengan murid pintar yg hanya sekiatar 6 orang, lalu bagaimana yg sabagian besar, mereka juga manusia, mereka juga ingin dibanggakan guru n orang tua, tapi mereka sdh "mati kutu", mereka hanya pengembira, pelengkap penderita.
Lalu apa yg bisa kami banggakan utk para guru?
Sudah lah mereka pas pasan, di beri tugas terus utk mata pelajaran yg sifatnya intelektual yg jelas2 mereka kurang bisa, akumulasi ini menjadikan mereka makin terpuruk dan makin menguatkan mereka kalau mereka memang akan madesu...
muncullah stress atau ketegangan.
Nah disinilah peluang mereka utk unjuk gigi..sekaligus menghilangkan stress.., salah satunya ada berkelompok, bergerombol dan tawuran deh...
Yg namanya tawuran kan gak jelas, siapa aja yg ada disitu ikut kena getahnya juga..orng yg gak tahu-menahu krn tidak siaplah yg menjadi korban sasaran tawuran..
Apakah sekolah sdh bukan tempat yg indah lg utk bensenda gurau n riang gembira..?? tapi tempat yg menakutkan dan menyebalkan banyak orang??
Masalah Itu Bukan Anda
etiap masalah yang datang, seringkali membuat kita keluar dari rasa tenang, damai, dan nyaman. Masalah dapat memengaruhi pikiran, konsentrasi, kekuatan, dan perasaan ... sampai kita dapat melepaskan diri darinya.
Orang berkepribadian
negatif akan kehilangan keseimbangan ketika menghadapi masalah, karena
berpikir secara negatif dan emosional. Perhatiannya akan difokuskan pada
masalah dan dampaknya yang paling buruk. Dengan begitu, perasaannya
semakin negatif, dan mendorongnya berperilaku negatif hingga masalah
yang dihadapinya semakin rumit. Baginya, masalah membuat kondisinya
menjadi lebih buruk.
Orang
berkepribadian positif akan memusatkan perhatian pada upaya mencari
solusi dengan cara-cara yang rasional, dan perasaan yang tenang.
Ia mempelajari masalah yang ada, dan memperbaiki sikapnya, hingga dapat
berperilaku positif. Baginya, masalah justru mengantarkannya kepada
kondisi yang lebih baik.
"Apa yang terjadi pada Anda, tidak penting. Yang penting adalah apa yang Anda lakukan terhadap apa yang terjadi pada Anda." (Dr. Robert Schuler)
Apa pun yang Anda
pikirkan tentang diri sendiri, percayalah, Anda tetap lebih kuat dari
yang Anda bayangkan. Saya akan mengingatkan Anda tentang gambaran
potensi diri tak terbatas yang dianugerahkan ALLAH kepada kita:
Otak manusia memiliki
lebih dari 150 miliar sel, dan untuk menghitung jumlah sel di dalam
otak, dibutuhkan waktu lebih dari 50 ribu tahun. Otak juga lebih cepat
dari cahaya. Ia punya kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi
dalam satu detik.
Mata Anda memiliki
kemampuan secara cepat untuk membedakan warna lebih dari 10.000.000
warna. Penciuman Anda memiliki kemampuan mengenal lebih dri 50.000 jenis
bau-bauan dalam tempo singkat. Indera pengecap Anda memiliki kemampuan
mengenali banyak benda, yang dingin, hangat, panas, manis, pahit, dan
berbagai rasa lainnya.
Kerja jantung juga sangat
mengagumkan. Ia berdetak lebih dari 100.000 kali setiap harinya. Dan,
jika energi manusia ini dialirkan ke sebuah negara, maka dapat
menghasilkan listrik selama satu minggu. Luar Biasa Prima!
Nah, semua potensi tersebut ada di dalam diri Anda, diri saya, dan diri setiap orang di dunia ini. Apakah Anda menganggap semua itu sebagai masalah? Apakah semua itu adalah hambatan? Tentu tidak!
Masalah hanyalah salah satu kondisi aktivitas hidup yang harus dihadapi
secara wajar, dan disikapi dengan tenang, hingga menemukan solusinya.
Oleh sebab itu berhati-hatilah. Selalulah waspada dalam menyikapi
masalah. Kuasailah masalah, dan jangan sampai masalah yang menguasai Anda. Pisahkan diri Anda dari masalah!
Jangan jadi masalah.
Pisahkan diri Anda dari masalah. Berhati-hatilah dengan ucapan pada diri
sendiri, atau pada orang lain, setelah kata "Aku". Karena kata "Aku"
meliputi segalanya di setiap tempat, waktu, serta pada setiap materi dan
energi. Ketika Anda mengatakan, "Aku gagal" ... berarti kegagalan itu
berlaku pada setiap tempat, setiap waktu, setiap pikiran, bahasa, dan
setiap potensi diri Anda.
Karena itu,
berhati-hatilah setiap kali Anda mengatakan, "Aku ..." karena kata
setelahnya adalah KEYAKINAN yang dapat menimbulkan berbagai masalah
untuk Anda. Ingatlah... jangan pernah meletakkan "kata negatif"
setelahnya. Sebaiknya, katakan sesuatu yang mendukung dan menguatkan
Anda, seperti, "Aku percaya diri" ... "Aku kreatif dan mampu menemukan
solusi dari masalah apa pun" ... "Aku selalu sehat dan positif". Dengan
demikian, berarti Anda sudah menyuapi otak Anda dengan gizi positif.
Inilah bekal positif Anda dalam menghadapi setiap masalah ... seberat
apa pun.
"Kehidupan ini tidak terdiri dari kenyataan atau hasil kerja, tapi terdiri dari pikiran yang lahir dari akal manusia." (Mark Twain)
Pikiran yang kita gunakan dalam konsentrasi pada persoalan, melahirkan perasaan, perilaku, dan hasilnya. Stephen Covey berkata, "Cara kita memikirkan maslah adalah masalah itu sendiri."
Jadi, sesungguhnya masalah adalah dampak dari sesuatu yang terjadi,
baik positif atau negatif. Dan... sumbernya adalah pikiran! Pikiran Anda
menguasai waktu dan energi Anda, ketika Anda berpikir. Pikiran Anda
memengaruhi hasil yang Anda dapatkan dalam kenyataan hidup Anda. Oleh
karena itu, berhati-hatilah dalam memilih pikiran. Pikirkanlah hanya
sesuatu yang dapat membantu Anda mencapai harapan dan impian masa depan
Anda.
"Tidak ada masalah yang solusinya tidak dapat dipikirkan oleh akal manusia." (Voltaire). Kenyataan adalah persepsi Anda. Jika Anda ingin mengubah kenyataan hidup Anda, mulailah dengan mengubah persepsi Anda.
Masa lalu adalah mimpi, masa depan adalah proyeksi. Oleh karena itu,
proyeksikanlah masa depan Anda seindah mungkin, sebahagia mungkin,
sesukses mungkin, dan semulia mungkin. Pahamilah, Anda ternyata lebih
besar, lebih kuat, dan lebih indah dari sekedar menjadi masalah.
Pisahkanlah diri Anda dari masalah.
Ingatlah, Anda BUKANLAH masalah Anda. Anda adalah Anda, makhluk paling sempurna ciptaan ALLAH, sebagaimana FirmanNYA dalam QS. At-Tin:4, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."
Mulai detik ini, jangan
pernah lagi menyalahkan kondisi, orang lain, sesuatu, atau kehidupan,
dan... jangan pernah menyalahkan diri Anda, terlebih meyakini bahwa diri
Anda adalah masalah. Hal itu hanya akan membuat Anda merasakan hal-hal
negatif, dan menjauhkan Anda dari impian, bahkan menjauhkan Anda dari
ALLAH. Sekarang juga, pisahkan diri Anda dari masalah. Anda bukanlah bagian dari masalah Anda.
Salam Luar Biasa Prima!
Twitter: @Wuryanano
Sumber Bacaan Inspiratif :
WURYANANO -- INSPIRATIONAL BLOG
Friday, September 07, 2012
Impian dan Tujuan
penting untuk membuat impian dan tujuan..
Proses membuat impian menjadi kenyataan adalah.
anda mulai dg sebuah impian, menetapkan tujuan-tujuan seumur hidup untuk mewujudkannya, menciptakan seperangkat rencana dan tindakan dan membuat daftar aktifitas yg perlu diselesaikan utk mencapai tujuan-tujuan itu.
Gunakan Kriteria BEST utk menetapkan tujuan:
1. Believable (masuk akal), jangan remehkan diri anda sendiri, bercita-cita tinggi, tapi jangan yg mustahil.
tujuan saya : thn 2012 sekitar bln oktober (lebaran Haji/Iedul adha, harus bangun 3 kontrakan toko pingir jalan Cilebut)
2. Energizing (menyemangati), tetapkan tujuan yg menyemangati dan memberi alasan anda utk bangun pagi dan berupaya mencapai tujuan itu.
3. Specific (spesifik), Sejak awal perjelas dan takarlah definisi dari pencapaian yg sukses.
4. Timed 9diberi batas waktu), setiap tujuan hendaknya di beri batas waktu, jika tidak ada tengat waktuitu namanya khayalan.
Tuliskan tujuan anda dan sering-seringlah membacanya, menuliskan akan memaksa anda utk memikirka dengan jelas apa yg perlu anda lakukan.
Proses membuat impian menjadi kenyataan adalah.
anda mulai dg sebuah impian, menetapkan tujuan-tujuan seumur hidup untuk mewujudkannya, menciptakan seperangkat rencana dan tindakan dan membuat daftar aktifitas yg perlu diselesaikan utk mencapai tujuan-tujuan itu.
Gunakan Kriteria BEST utk menetapkan tujuan:
1. Believable (masuk akal), jangan remehkan diri anda sendiri, bercita-cita tinggi, tapi jangan yg mustahil.
tujuan saya : thn 2012 sekitar bln oktober (lebaran Haji/Iedul adha, harus bangun 3 kontrakan toko pingir jalan Cilebut)
2. Energizing (menyemangati), tetapkan tujuan yg menyemangati dan memberi alasan anda utk bangun pagi dan berupaya mencapai tujuan itu.
3. Specific (spesifik), Sejak awal perjelas dan takarlah definisi dari pencapaian yg sukses.
4. Timed 9diberi batas waktu), setiap tujuan hendaknya di beri batas waktu, jika tidak ada tengat waktuitu namanya khayalan.
Tuliskan tujuan anda dan sering-seringlah membacanya, menuliskan akan memaksa anda utk memikirka dengan jelas apa yg perlu anda lakukan.
Friday, June 08, 2012
Masa Depan..
Ada pepatah mengatakan:
Masa depan bukanlah suatu tempat, tapi suat keadaan yg sedang kita Ciptakan..
Mulailah menciptakan impian Masa Depan...
Melalui Hati, Pikiran dan melalui usaha keras dan cerdas...
Masa depan bukanlah suatu tempat, tapi suat keadaan yg sedang kita Ciptakan..
Mulailah menciptakan impian Masa Depan...
Melalui Hati, Pikiran dan melalui usaha keras dan cerdas...
Saturday, June 02, 2012
pengawas ngeles..
Dalam suatu audit Proyek Pekerjaan.
Tim audit, TA : Kok kualitasnya jelek?
Pengawas, Pgs: oh itu pengawas sebelum saya pak.
TA : lho kok beda dengan disain awal?
Pgs: dulu bukan saya yg ngawas pak.
TA : kok pekerjaan matrialnya gak spek?.
Pgs: bukan saya sih pak dulu yang ngawas..
TA : (krn kesel ngeles mulu..), hmm sebetulnya saya pingin kasih uang
puluhan juta utk pengawas disini, kesiapa duit ini dikasih.
Pgws :
(ngebet... denger mau di kasih duit)..kasih ke saya aja pak, sebenernya
seh dr dulu sampe sekarang ya saya lah yg ngawas disini.....
Beuuh!...
Monday, May 28, 2012
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
Oleh: Ade Asep Syarifuddin
KATA masalah atau persoalan bagi sekelompok
orang merupakan kata yang "menakutkan".
Terbayang dalam pikirannya situasi yang tidak
menentu yang bisa mengganggu kenyamanan
dirinya. Tapi bagi sekelompok yang lainnya,
kata masalah disimbolkan sebagai sesuatu
peluang di dalam pikirannya, karena dengan
datangnya masalah berarti dirinya tengah
diuji dengan salah satu bentuk soal yang
harus dijawab.
Tingkat kesulitan soal tersebut menentukan
grade kita dalam salah satu mata kuliah
kehidupan ini. Semakin sulit, maka akan
semakin advanced level mentalitas kita dalam
hidup ini. Sementara bila masalahnya biasa-
biasa saja, sama saja dengan siswa SMA
mengerjakan soal-soal ujian anak kelas 6 SD.
Mudah dijawab, tapi tidak memberikan
peningkatan kualitas dirinya. Jadi, apa inti
masalah dalam sudut pandang orang-orang
sukses?
Kita tahu, sebilah pedang atau golok untuk
menjadi pedang yang indah dan tajam, awalnya
dari sebatang besi yang harus melalui proses
pemanasan dalam suhu yang sangat tinggi
sampai membara. Kemudian dipukul berkali-kali
sampai membentuk pedang. Tanpa dipanaskan,
tidak mungkin besi batangan akan menjadi
pedang yang indah dan tajam.
Demikian halnya peralatan rumah tangga yang
dibuat dari kayu jati yang indah. Apakah
kursi, buffet, mebeul, meja, awalnya adalah
kayu gelondongan yang tidak memiliki bentuk.
Oleh pengrajin digergaji, dibuang bagian-
bagian yang tidak bermanfaat, digosok-gosok
dengan ampelas sampai halus, diukir, dirakit
menjadi barang rumah tangga yang indah dan
mahal harganya. Bahan baku yang bagus,
pengolahan yang baik akan menghasilkan
kualitas yang bagus dan harganya yang tinggi.
Sementara bahan baku yang kurang baik,
pengolahannya asal-asalan, harganya juga bisa-
biasa saja.
Cerita di atas bisa juga diterapkan untuk
manusia. Bila kita ingin menjadi manusia yang
berkualiktas dengan harga tinggi, maka harus
berani membayar dengan harga tinggi pula
dalam melalui proses "pencetakan" SDM
berkualitas.
Anggap saja kita ibarat sepotong besi yang
belum memiliki bentuk, api yang membara
ratusan derajat celcius ibarat beratnya beban
persoalan hidup yang menghimpit dan terjadi
sehari-hari dan pedang yang bagus adalah
mentalitas matang, pantang menyerah dan
keterampilan yang tinggi dalam mengelola
hidup ini. Dengan demikian, bila ingin
menjadi manusia berkualitas maka secara
sengaja kita harus menceburkan diri ke dalam
lautan persoalan yang lebih banyak bukan
hanya persoalan-persoalan kecil yang datang
kepada kita-tapi sengaja kita mencari
persoalan tadi.
Dengan catatan, di tengah banyaknya persoalan
tadi kita mengurai benang persoalan satu per
satu sampai semuanya tuntas, dan tidak mundur
sebelum selesai. Setelah menyelesaikan
persoalan yang satu, cari lagi persoalan yang
lain yang lebih berat, demikian terus menerus
dilakukan tiada henti.
Bila mengacu kepada analogi di atas, ketika
terus menerus berlatih menyelesaikan
persoalan maka kita sudah memiliki pedang-
pedang yang tajam dalam jumlah banyak, golok,
kelewang, celurit atau bahkan senjata lainnya
untuk memudahkan jalannya hidup. Bagaimana
kalau kita tidak memiliki alat atau senjata
sementara kita hidup di tengah hutan
belantara? Bisa dibayangkan, kondisinya jauh
lebih sulit bila dibandingkan dengan memiliki
senjata yang lengkap.
Senjata dalam hidup memang tidak terlihat
seperti pedang. Tapi bisa dibedakan siapa
yang memiliki senjata yang lengkap dan siapa
yang tidak dalam mengarungi hidup ini ketika
benar-benar menghadapi situasi krusial.
Senjata-senjata manusia yang harus dimiliki
adalah, mentalitas pantang menyerah, ulet,
disiplin, kesabaran melalui proses, kejujuran
dalam berkata dan bersikap, optimis
menghadapi semua kondisi yang terlihat
menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Bila senjata-senjata itu terus dipelihara,
dipertajam, dan digunakan setiap saat, maka
manfaatnya akan langsung kita rasakan.
Sebaliknya, bila senjata-senjata yang
dimiliki tidak dimanfaatkan semaksimal
mungkin, bisa jadi akan menjadi karatan,
tumpul dan akhirnya menjadi besi biasa yang
hanya laku di mata tukang loak yang
berkeliling dari rumah ke rumah yang harganya
sangat-sangat murah.
Jadi, untuk apa mengeluh kalau menghadapi
persoalan. Lebih baik persoalan tersebut
diajak dialog, mengapa persoalan itu datang,
apakah manfaat yang menyertai persoalan
tersebut dan yang lebih penting lagi bagimana
solusi atau cara menyelesiakannya dan sisi
positif apa yang menyertai persoalan tadi.
Alhasil, bila persoalan dilihat dari sudut
pandang yang berbeda, maka akan memunculkan
kreatifitas yang cukup tinggi bagi si
penemunya. Mungkin Edison tidak akan
menemukan lampu pijar listrik kalau ia tidak
penasaran melakukan eksperimen. Kendaraan
tidak akan ditemukan kalau kita merasa puas
dengan jalan kaki atau naik kuda, dan lain-
lain.
Masalah, bagi orang kreatif dan positif
thinking adalah peluang. Karena dari sana
dituntut untuk menemukan jawaban untuk
mengatasinya. Berbeda dengan watak orang
pesimis, masalah yang datang bisa menciutkan
nyalinya untuk mencoba sesuatu yang lain yang
lebih menantang, atau masalah diibaratkan
sebagai penghalang untuk mencapai tujuannya.
Berbahagialah kalau dalam kehidupan sehari-
hari masih menjumpai masalah. Carilah hikmah
di balik sesuatu yang tidak mengenakkan.
Garam akan terasa asin kalau langsung
mengunyahnya, tapi akan melezatkan masakan
kalau komposisinya tepat oleh juru masak yang
lihai. Gula pun bila langsung dimakan akan
muncul sakit perut, tapi kalau dituang ke
dalam air panas ditambah sedikit teh atau
kopi, aromanya akan sangat menggoda.
Hidup ini lebih banyak dibutuhkan banyak seni
dalam menghadapinya. Tidak cukup hanya
mengetahui ilmu hidup. Seni artinya seperti
juru masak, satu jenis masakan dibutuhkan
garam yang banyak, tapi masakan yang lain
hanya butuh sedikit garam. Bagaimana kita
tahu apakah satu masakan butuh lebih banyak
garam daripada masakan lainnya? Banyak-
banyaklah belajar memasak, nanti Anda tahu
sendiri bagaimana menghasilkan masakan yang
lezat. Banyak-banyaklah mencoba resep-resep
yang ada kalau kita ingin menjadi juru masak
handal.
Kita adalah "juru masak" untuk kehidupan kita
sendiri. Kalau ingin mahir, maka harus sering
latihan mencoba resep-resep kehidupan ini
yang pernah dicoba orang lain. Karena belum
tentu resep orang lain yang bagus, akan
langsung bagus ketika dicoba hanya sekali
oleh kita.
Dibutuhkan latihan yang sering, terus menerus
sampai resep-resep tersebut terasa enak.
Bahkan tanpa disadari, suatu ketika, kita
akan menciptakan resep-resep baru, original
buatan kita sendiri yang akan diikuti dan
dicoba oleh ribuan orang. Bila resep kita
terbukti dirasakan enak oleh orang lain,
jangan kaget kalau banyak orang mencari kita
untuk berguru dan bertanya bagaimana sampai
resep tersebut terasa enak.(aas)
Sumber:
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
oleh Ade Asep Syarifuddin.
Ade Asep Syarifuddin adalah trainer yang
berbasiskan NLP, tulisan dan artikelnya
tersebar di berbagai media massa. Sehari-hari
ia adalah Editor in Chief dan General Manager
Harian Radar Banyumas
Oleh: Ade Asep Syarifuddin
KATA masalah atau persoalan bagi sekelompok
orang merupakan kata yang "menakutkan".
Terbayang dalam pikirannya situasi yang tidak
menentu yang bisa mengganggu kenyamanan
dirinya. Tapi bagi sekelompok yang lainnya,
kata masalah disimbolkan sebagai sesuatu
peluang di dalam pikirannya, karena dengan
datangnya masalah berarti dirinya tengah
diuji dengan salah satu bentuk soal yang
harus dijawab.
Tingkat kesulitan soal tersebut menentukan
grade kita dalam salah satu mata kuliah
kehidupan ini. Semakin sulit, maka akan
semakin advanced level mentalitas kita dalam
hidup ini. Sementara bila masalahnya biasa-
biasa saja, sama saja dengan siswa SMA
mengerjakan soal-soal ujian anak kelas 6 SD.
Mudah dijawab, tapi tidak memberikan
peningkatan kualitas dirinya. Jadi, apa inti
masalah dalam sudut pandang orang-orang
sukses?
Kita tahu, sebilah pedang atau golok untuk
menjadi pedang yang indah dan tajam, awalnya
dari sebatang besi yang harus melalui proses
pemanasan dalam suhu yang sangat tinggi
sampai membara. Kemudian dipukul berkali-kali
sampai membentuk pedang. Tanpa dipanaskan,
tidak mungkin besi batangan akan menjadi
pedang yang indah dan tajam.
Demikian halnya peralatan rumah tangga yang
dibuat dari kayu jati yang indah. Apakah
kursi, buffet, mebeul, meja, awalnya adalah
kayu gelondongan yang tidak memiliki bentuk.
Oleh pengrajin digergaji, dibuang bagian-
bagian yang tidak bermanfaat, digosok-gosok
dengan ampelas sampai halus, diukir, dirakit
menjadi barang rumah tangga yang indah dan
mahal harganya. Bahan baku yang bagus,
pengolahan yang baik akan menghasilkan
kualitas yang bagus dan harganya yang tinggi.
Sementara bahan baku yang kurang baik,
pengolahannya asal-asalan, harganya juga bisa-
biasa saja.
Cerita di atas bisa juga diterapkan untuk
manusia. Bila kita ingin menjadi manusia yang
berkualiktas dengan harga tinggi, maka harus
berani membayar dengan harga tinggi pula
dalam melalui proses "pencetakan" SDM
berkualitas.
Anggap saja kita ibarat sepotong besi yang
belum memiliki bentuk, api yang membara
ratusan derajat celcius ibarat beratnya beban
persoalan hidup yang menghimpit dan terjadi
sehari-hari dan pedang yang bagus adalah
mentalitas matang, pantang menyerah dan
keterampilan yang tinggi dalam mengelola
hidup ini. Dengan demikian, bila ingin
menjadi manusia berkualitas maka secara
sengaja kita harus menceburkan diri ke dalam
lautan persoalan yang lebih banyak bukan
hanya persoalan-persoalan kecil yang datang
kepada kita-tapi sengaja kita mencari
persoalan tadi.
Dengan catatan, di tengah banyaknya persoalan
tadi kita mengurai benang persoalan satu per
satu sampai semuanya tuntas, dan tidak mundur
sebelum selesai. Setelah menyelesaikan
persoalan yang satu, cari lagi persoalan yang
lain yang lebih berat, demikian terus menerus
dilakukan tiada henti.
Bila mengacu kepada analogi di atas, ketika
terus menerus berlatih menyelesaikan
persoalan maka kita sudah memiliki pedang-
pedang yang tajam dalam jumlah banyak, golok,
kelewang, celurit atau bahkan senjata lainnya
untuk memudahkan jalannya hidup. Bagaimana
kalau kita tidak memiliki alat atau senjata
sementara kita hidup di tengah hutan
belantara? Bisa dibayangkan, kondisinya jauh
lebih sulit bila dibandingkan dengan memiliki
senjata yang lengkap.
Senjata dalam hidup memang tidak terlihat
seperti pedang. Tapi bisa dibedakan siapa
yang memiliki senjata yang lengkap dan siapa
yang tidak dalam mengarungi hidup ini ketika
benar-benar menghadapi situasi krusial.
Senjata-senjata manusia yang harus dimiliki
adalah, mentalitas pantang menyerah, ulet,
disiplin, kesabaran melalui proses, kejujuran
dalam berkata dan bersikap, optimis
menghadapi semua kondisi yang terlihat
menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Bila senjata-senjata itu terus dipelihara,
dipertajam, dan digunakan setiap saat, maka
manfaatnya akan langsung kita rasakan.
Sebaliknya, bila senjata-senjata yang
dimiliki tidak dimanfaatkan semaksimal
mungkin, bisa jadi akan menjadi karatan,
tumpul dan akhirnya menjadi besi biasa yang
hanya laku di mata tukang loak yang
berkeliling dari rumah ke rumah yang harganya
sangat-sangat murah.
Jadi, untuk apa mengeluh kalau menghadapi
persoalan. Lebih baik persoalan tersebut
diajak dialog, mengapa persoalan itu datang,
apakah manfaat yang menyertai persoalan
tersebut dan yang lebih penting lagi bagimana
solusi atau cara menyelesiakannya dan sisi
positif apa yang menyertai persoalan tadi.
Alhasil, bila persoalan dilihat dari sudut
pandang yang berbeda, maka akan memunculkan
kreatifitas yang cukup tinggi bagi si
penemunya. Mungkin Edison tidak akan
menemukan lampu pijar listrik kalau ia tidak
penasaran melakukan eksperimen. Kendaraan
tidak akan ditemukan kalau kita merasa puas
dengan jalan kaki atau naik kuda, dan lain-
lain.
Masalah, bagi orang kreatif dan positif
thinking adalah peluang. Karena dari sana
dituntut untuk menemukan jawaban untuk
mengatasinya. Berbeda dengan watak orang
pesimis, masalah yang datang bisa menciutkan
nyalinya untuk mencoba sesuatu yang lain yang
lebih menantang, atau masalah diibaratkan
sebagai penghalang untuk mencapai tujuannya.
Berbahagialah kalau dalam kehidupan sehari-
hari masih menjumpai masalah. Carilah hikmah
di balik sesuatu yang tidak mengenakkan.
Garam akan terasa asin kalau langsung
mengunyahnya, tapi akan melezatkan masakan
kalau komposisinya tepat oleh juru masak yang
lihai. Gula pun bila langsung dimakan akan
muncul sakit perut, tapi kalau dituang ke
dalam air panas ditambah sedikit teh atau
kopi, aromanya akan sangat menggoda.
Hidup ini lebih banyak dibutuhkan banyak seni
dalam menghadapinya. Tidak cukup hanya
mengetahui ilmu hidup. Seni artinya seperti
juru masak, satu jenis masakan dibutuhkan
garam yang banyak, tapi masakan yang lain
hanya butuh sedikit garam. Bagaimana kita
tahu apakah satu masakan butuh lebih banyak
garam daripada masakan lainnya? Banyak-
banyaklah belajar memasak, nanti Anda tahu
sendiri bagaimana menghasilkan masakan yang
lezat. Banyak-banyaklah mencoba resep-resep
yang ada kalau kita ingin menjadi juru masak
handal.
Kita adalah "juru masak" untuk kehidupan kita
sendiri. Kalau ingin mahir, maka harus sering
latihan mencoba resep-resep kehidupan ini
yang pernah dicoba orang lain. Karena belum
tentu resep orang lain yang bagus, akan
langsung bagus ketika dicoba hanya sekali
oleh kita.
Dibutuhkan latihan yang sering, terus menerus
sampai resep-resep tersebut terasa enak.
Bahkan tanpa disadari, suatu ketika, kita
akan menciptakan resep-resep baru, original
buatan kita sendiri yang akan diikuti dan
dicoba oleh ribuan orang. Bila resep kita
terbukti dirasakan enak oleh orang lain,
jangan kaget kalau banyak orang mencari kita
untuk berguru dan bertanya bagaimana sampai
resep tersebut terasa enak.(aas)
Sumber:
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
oleh Ade Asep Syarifuddin.
Ade Asep Syarifuddin adalah trainer yang
berbasiskan NLP, tulisan dan artikelnya
tersebar di berbagai media massa. Sehari-hari
ia adalah Editor in Chief dan General Manager
Harian Radar Banyumas
Bukan Warna Yang Membuat Balon Itu Terbang….
Bukan Warna Yang Membuat Balon Itu Terbang….
Sore itu dedepan sebuah taman, yang hijau oleh rumput dan rindangnya pepohonan, Semilir angin dan sorot matahari yg sudah lembut membuat senang dan ramai sekali anak-anak bermain.
Sebagian anak tampak berlari lari-lari dan sebagian bermain balon.
Terlihat kerumunan anak-anak membeli balon, atau biasa disebut balon gas, balon udara atau balon terbang.
Ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau dan lain-lain .Si Abang Pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki sore itu dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yg tersisa hanya warna hitam, datanglah seorang anak yg berniat membeli balon, si anak tersebut bertanya? “Bang, ..aku inginnya balon yang warna merah, sudah habis ya?, wah adanya cuma balon warna hitam ya?, apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga.?, si anak tersebut bertanya dengan polosnya..
Si Abang dengan senyum dan santun menjawab.”ya pasti bisa terbang dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu ”isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa terbang.."
hmm...sama halnya seperti kehidupan kita ini, siapapun kita pasti bisa, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya.
Karena bukan tampilan luar atau fisik yang membuat kita bisa "terbang", tetapi karena “isi” didalam kita yang membuat kita bisa "terbang"
Jadi…bagi yang tampilan luarnya atau fisiknya masih kurang ok, tampang kurang cakep, kurang cantik, atau “semampai” semeter tak sampai, kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua.
Ataupun karena kita keturunan orang miskin, atau ekonomi pas-pasan , kita berasal dari orang yang biasa saja dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”?, jangan takut ya karena kita pasti bisa “terbang”, karena isi didiri kita yang membuat bisa "terbang".
Isi diri kita dengan pengetahuan, keuletan, kerjakeras, disiplin dan kesabaran..dan hal-hal lain yg membuat isi didiri kita layak untuk terbang, kita pasti bisa!
ayooo kita "terbang.."
Sore itu dedepan sebuah taman, yang hijau oleh rumput dan rindangnya pepohonan, Semilir angin dan sorot matahari yg sudah lembut membuat senang dan ramai sekali anak-anak bermain.
Sebagian anak tampak berlari lari-lari dan sebagian bermain balon.
Terlihat kerumunan anak-anak membeli balon, atau biasa disebut balon gas, balon udara atau balon terbang.
Ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau dan lain-lain .Si Abang Pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki sore itu dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yg tersisa hanya warna hitam, datanglah seorang anak yg berniat membeli balon, si anak tersebut bertanya? “Bang, ..aku inginnya balon yang warna merah, sudah habis ya?, wah adanya cuma balon warna hitam ya?, apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga.?, si anak tersebut bertanya dengan polosnya..
Si Abang dengan senyum dan santun menjawab.”ya pasti bisa terbang dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu ”isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa terbang.."
hmm...sama halnya seperti kehidupan kita ini, siapapun kita pasti bisa, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya.
Karena bukan tampilan luar atau fisik yang membuat kita bisa "terbang", tetapi karena “isi” didalam kita yang membuat kita bisa "terbang"
Jadi…bagi yang tampilan luarnya atau fisiknya masih kurang ok, tampang kurang cakep, kurang cantik, atau “semampai” semeter tak sampai, kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua.
Ataupun karena kita keturunan orang miskin, atau ekonomi pas-pasan , kita berasal dari orang yang biasa saja dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”?, jangan takut ya karena kita pasti bisa “terbang”, karena isi didiri kita yang membuat bisa "terbang".
Isi diri kita dengan pengetahuan, keuletan, kerjakeras, disiplin dan kesabaran..dan hal-hal lain yg membuat isi didiri kita layak untuk terbang, kita pasti bisa!
ayooo kita "terbang.."
Subscribe to:
Posts (Atom)



