Tuesday, March 27, 2007

Pentingnya Sikap Istiqomah..

Teman.. sudah 1 bulan ini saya tak menulis curahan hati..ini cerita tentang counter HP saya yg kedua, sejak 3 bulan berjalan maka dengan berat hati akhirnya ditutup dengan sukses.
sebetulnya dari sisi penjualan sudah cukup lumayan lah memeng selama 3 bulan ini masih nombok tapi sebetulnya pelanggan sudah mulai terbentuk.
Namun karena ada info dan juga dia mengakui bahwa karyawan saya mungkin "tergoda" atau di goda maka dia mulai bantu2 mangkal di wartel tetangga sewaktu counter tak ada pembeli, ini mengakibatkan performance keseriusan terganggu sering keliat kosong, memang pengawasan dari saya minin dan hanya sekali2 pulang kerja saya monitor dan sehari-hari dimonitor oleh isteri saya.

maka dengan berat hati saya cut dulu di lokasi tsb dan akan cari lokasi lain lagi, pelajaran yg perlu diambil adalah :
  • Karyawan itu perlu sikap istiqomah, kalau memang kerja di counter kita ya harusnya konsisten, jangan mancla mencle, makanya pengting sekali pemilihan karyawan
  • Pengawasan saya memang kurang, cari tempat yg bisa diakses sambil pulang kerja deket seputar rumah lah..masih di cari lagi nih..
  • Gangguan lingkungan, pepatah mengatakan "rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri", emang bener godaaan ke karyawan bisa datang dari luar, ajakan2 dan bujukan membuat dia ngak ku..ku..untuk "selingkuh" jaga tempat lain juga.
  • Emang berat ya jadi pengusaha.., saya masih harus banyak belajar terus...belajar lagi ilmu "kewirausahaan"

Bagi teman yg lagi belajar wirausaha juga, ayo cari terus ya.., sukses untuk anda semua...

Thursday, February 01, 2007

Pikiran Kita Jangan Sesempit Gang Rumah Kita

Rumah saya memang masuk gang sempit, cuma masuk satu motor kalau motor ketemu motor atau ketemu gerobak bakso ya yang satu harus ngalah dulu biar yg lain lewat giliran lah.

Tapi saya lihat disekitar tempat tinggal saya banyak konveksi atau home industri dan ini butuh karyawan juga banyak anak sekolah, maka saya optimis untuk jual voucher hp baik fisik maupun elektrik dan ternyata memenag benar, lumayan omsetnya bisa buat bayar karyawan dan nambahin aset.

ternyata rumah di gang sempitpun masih bisa usaha, makanya buat teman2 yg rumahnya bisa akses kendaraan mobil dan kondisinya ramai jangan takut pasti bisa buat usaha di depan rumah dulu. ayo luasnya jalan didepan rumah harus seluas pikirannya dan semangatnya....

Thursday, January 11, 2007

Mulailah Usaha Selagi Masih karyawan

Memulailah usaha selagi masih karyawan sepertinya aneh ya..?, ha wong masih karyawan kan dapat gajian, waktu juga terbatas, ngak fokus lah, sibuk lah pokoknya.

ada beberpa hal yg menurut saya ada baiknya kalau kita memeulai wirausaha selagi masih karyawan :
  • Masalah modal, sepertinya kalau kita bisa menyisihkan gaji sebagian kecil saja, mungkin dalam beberpa bulan kedepan sudah bisa mulai usaha, kalau mau pinjam ke bank juga bisa syaratnya kan reverensi keterangan kerja dan slip gaji. jadi sepertinya lebih mudah kan..?
  • Masalah relasi, biasanya karyawan kan punya banyak kenalan teman2 yg kerja, apalagi kalau sering pindah kerja, nah relasi ini bisa nantinya jadi rekanan, target market, bahkan pinjam modal kali ke dia.
  • Kalau bisnisnya ngak lancar dan bangkrut, ngak terlalu sakit banget lah, kan masih ada uang gajian ya.., nah dari sini kan kita akan banyak belajar, apa yg salah dan kurang dalam bisnis kita, kalau kata cak bukhin itu anggap aja itu uang praktik bisnis.
  • Masalah waktu, karena masih karyawan tentunya masih muda dan banyak kesempatan kan, makanya coba lah dari selagi muda, kalau udah nikah punya anak, cicilan rumah, cicilan mobil kan lebih berat ya, makanya mulai secepat mungkin, misal nih saya, umur 34th dan anak saya yg terakhir umur 4 thn, kalau saya pensiun kerja di umur 55thn berarti anak saya umur 25 thn kan?, mungkin nanti biaya kuliahnya lebih berat, apakah uang pensiun masih cukup untuk dana kuliah misalnya?, makanya punya usaha dari sekarang akan lebih baik.
  • kalau ada yg lain..silakan ditambahkan ya...

Wednesday, January 03, 2007

Mendapatkan Yang Ke Dua

Akhirnya counter Voucher HP yang ke 2 bisa di buka juga, walau masih banyak kekurangan tapi "the show must go on" harus jalan, jangan karena kekurangan jadi terhambat dan tertunda.

kondisi counter hanya numpang di depan toko kenalan didaerah pasar minggu jaksel dengan sistem sewa, ditungguin satu karyawan, dan sudah berjalan 3 hari dan masih proses pengenalan ke pelanggan.

pokoknya kalau mau jadi entrepreneur katanya jangan dibuat repot, apa yg bisa di jalankan ya jalankan ada apa adanya dulu, kalau menunggu kondisi ideal mah kapan bisa mulaianya, sambil berjalan lakukan perbaikan.

do'akan ya, semoga tempat yg ke dua ini berjalan lancar, berkah dan maju...dan akan bertambah yg ke tiga , ke empat dst...

Saturday, December 23, 2006

Belajar Bisnis Voucher HP

Tak terasa toko sendiri yg dibuka dirumah sudah mencapai bulan ke 3 dan counter Voucher HP sudah 2 bulan lebih, dan ternyata perlahan tapi pasti tetangga sudah pada mulai kenal, temannya tetangga sudah mulai datang dan omsetpun mulai meningkat per harinya, kalau awal buka hanya pake etalase kecil, kemudian etalase meja, kemudian ditambah chasing dan aksesosris, lumayan omset mulai ada peningkatan, dan ada rencana mau buka "the second branch" di toko teman yg dititipin mainan, mau buka counter disebelah warungnya, tapi masih belum dapet (lagi nyari )karwawan yg jujur, dipercaya dan mau menderita dulu diawal-awal.

Bisnis Voucher memang bisnis sejuta umat, mulai dari anak SMP, ABG, Mahasiswa, karyawan/wati, bapak/ibu, kakek/nenek, semua pake hp dan pasti butuh pulsa, ya ngak..? hari gini ngak punya hp...?, saat ini saya sedang belajar bisnis yg perputaran uang perharinya cepat banget, beda dengan bisnis mainan anak yg sebelumnya digeluti dan masih berjalan, perputarannya bisa seminggu sekali misal pas ada yg ulang tahn, tapi bisnis ini tiap hari bo....

Pernah saya baca di Buku pak Goenarjoadi Gunawan, bahwa orang yg berada pada jalur perputaran uang maka ia akan memutar dana memutar terus uangnya sampai suatu saat ya uang itu "berserakan" krn semakin banyak uang yg berputar di bisnisnya, ya seperti gelombang lah yang makin lama makin bergulung...

ada keinginan besar untuk buka cabang ke dua tidak hanya dari sisi keuntungan semata tapi juga mau buka lapangan kerja buat saudara, tetangga, teman yg memang masih ngangur dan butuh uang tapi memang layak untuk jadi karyawan.
do'akan ya.., awal tahun 2007 ini terealisasi..
mau mencoba bisnis sejuta umat...?

Tuesday, November 28, 2006

Bisnis Mainan Tetap Berjalan


Awalnya hanya Etalase di depan rumah, lalu bongkar kamar dijadikan toko, lalu ditambah alat ulis kantor dan sekarang ditambah Voucher HP dan aksesoris, tapi Mainan Anak tetap ada dan masih terus jalan bisnisnya, masih ditunggu teman-teman yg mau sinergi, bermitra, bekerjasama untuk sama-sama maju dan Sukses lah...

Toko di tambah dengan Voucher HP


Setelah berjalan sebulan ini teryata pergerakan voucher lumayan juga, ini foto saya di toko, do'akan ya tokonya terus maju agar bisa membuka lapangan kerja bagi teman2 yg lain..., bagi teman2 yg lain jika ada yg mau kerjasama, jadi mitra, jadi vendor bahkan jadi pelanggan juga boleh.. salam sukses!!

Thursday, November 09, 2006

Punya toko juga akhirnya...

Subject: [Bisnis-Smart] Akhirnya buka saya Toko...

Dear Bizsmart,

Lama saya ngak nongol di milist ini, krn sekitar 2 bulan ini saya pindah kerja dan masih sering keluar kota jadi agak tersendat online di milist tapi semangat masih tetap kok , dan alhamduliilah uang jasanya bisa saya alokasikan untuk buka toko Mainan anak, Alat tulis kantor dan 2 minggu kemarin nekad buka counter voucher atau 1 minggu sebelum lebaran ( saya beli grosir di semeru cellnya pak Bukhin di JACC),juga jadi dalam 1 toko ada 3 jenis dagangan.

Operasional toko yg menjalankan isteri saya dan 1 orang karyawan, mohon do'a dan dukungan dari teman2 semua..
Untuk kerjasama/sinergi di bisnis mainan, alat tulis kantor ataupun Voucher masih sangat saya harapkan...

salam sukses!!!

Regards,

Sumirat, 08129573302
http://www.dikania. blogspot. com/

Thursday, October 19, 2006

Merpati Tak Pernah Ingkar Janji

Ini tulisan masih seputar Dunia Penerbangan Kita, Minggu ketiga Oktober ini saya ada tugas di daerah Kupang, dan setelah melihat jadual penerbangan, Penerbangan paling pagi adalah dengan Merpati, maka saya booking tiket agar siang hari saya bisa sampai di kupang seperti jadual yg tertulis jam 11.30 saya sampai di Kupang.

Dari Bandara Cengkareng semua berjalan normal, pesawat take off tepat waktu dan untuk samapi di kupang pesawat akan transit di Bali lalu kemudian menuju kupang.

Sampai di Bandara Ngurahrai Bali, kita transit di dulu dan ternyata dengan entenngnya petugas bilang bahwa pesawat delay samapi jam 15.wit dengan alasan operasional mengalami keterlambatan.

walah coba bayangkan, kita yg sudah punya planing kok tiba2 jadi berantakan dengan informasi seperti ini, padahal menurut istilah "time is money" ngak bisa tergantikan .

tapi pas jam makan siang kita di panggil ke gate untuk dapat makan siang, ya yang ngak puasa silakan makan kalau yg puasa mah bersabar saja,

saya jadi teringat judaul Film tahun 80-90an, ada judul film " Merpati tak Pernah Ingkar Janji" tapi merpati yg ini dengan santainya pesawat di tunda keberangkatan sampai 5 jam lebih, tanpa ada usaha menganti secepatnya dengan pesawat lain atau bagaimana caranya agar pelanggan (sekarang katanya pelanggan bukan penumpang) tidak merasa dipermainkan seenaknya, kita ini bayar bukan gratis tapi dapat pelayanan seperti ini.
kalau menurut Ilmu Pelayanan Pelanggan, pelanggan yg ngak puas atau kecewa itu akan menginformasikan kepada 10 temannya yg lain, tapi kalau puas biasanya cukup ke satu orang saja, bayangkan ini penumpang sekitar 100 orang dan kecewa maka akan sampe pada minimal 10 X 100 = 1000 orang yg dikasih kabar kejadian ini.
Effek yg terjadi adalah "image" perusahaan ini susah di belinya/dibayarnya, perlu waktu untuk mengembalikan kepercayaan pelanggan, kalau luka karena ke iris pisau mungkin dalam beberapa hari akan sembuh tapi kalau luka hati lama akan sembuhnya dan akan terekam dalam memory dalam waktu yg cukup lama.

ini pesan saja sih, karena hukum alam akan bicara dan siapa yg melayani dengan baik maka ia akan mendapatkan yg baik pula, kalau penggelolaannya seperti ini dan tidak ada usaha kearah lebih baik maka tinggal menghitung mundur aja sampai berapa lama bisa bertahan atau kalau mengutif istilan Nabi "barang siapa yg mengelola itu bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran",
Makanya mohon ya di perbaiki dan introspeksi.., ayo majulah Dunia Penerbangan kita...!!

Monday, October 09, 2006

Ketika Pesawat Kembali Mendarat

Teman.., ini kejadian sekitar minggu ke 2 sept 06, itu saya dapat tugas kantor ke Bali dan take off dari bandara sekitar 16.30-an, setelah perjalanan yg cukup macet di kot Jakarta, dari rumah di daerah kalibata ke Bandara Cengareng akhirnya sampai juga dan pesawat berangkat juga walu memang delay sekitar 1 jam-an.

Seperti biasa keadaan normal-normal saja sampai 30 menit take off semua normal dan saat itu saya setengah tertidur di pesawat, namun tiba2 tabung oksigen di atas kabel medadak berjatuhan dan pramugari dengan sedikit panik menginformasikan "kenakan tabung oksigen..kenakan tabung oksigen..." ibu pake dulu tabungnya baru kemudian anak ibu!".. saat itu para penumpang kaget dan termasuk saya, ini baru pertama kali saya naik pesawat dimana tabung gas oksigen keluar dari kabin dan sungguh seperti di film2 ini tergajai pada saya dan 200 penumpang pesawat lainnya..

ya Allah..sebisa saya saya baca2 do'a dan berusaha tenang.., dan sepertinya pesawat posisisnya adag sedikit menukik ke bawah...kejadian ini terjadi sekitar 10 menit.. dan tak lama kemudian ada infomasi dari Pramugari .." para penumpang yg terhormat baru saja kita telah mengalami penurunan tekanan udara " dan kita akan kembali ke jakarta., saat perjalanan untuk balik ke Jakarta keadaan ruangan kabin cukup panas dan Ac tidak menyala...

Sampai akhirnya pesawat kembali mendarat di jakarta dan kahirnya kita selamat..., diruang tunggu para penumpang sebagian membatalkan untuk pindah pesawat dan memilih pulang., mungkin trauta dan ingin istirahat di rumah.., sebagian lagi sambil menungggu untuk pindah pesawat dan sambil menelpon keluarga, kerabat dan saudara2nya mungkin memberikan informasi keaadan saat itu.., saya pun demikian telpon Isteri dan anak2 dirumah..,

Ya Allah.. semua telah di siapkan oleh manusia, kondisi pesawat normal secara pengetahuan manusia.., namun kalau sesuatu terjadi tentunya semua atas kehendak Allah..., kita manusia itu ternyata tak ada daya upaya selain semua atas kekuasaannya Dia...

Tuesday, October 03, 2006

Ternyata Isteri sangat besar artinya bagi kita...

Hari senin ini isteri saya sakit setelah pulang dari rumah ibu mertua saya di Bogor, mungkin kepasanan dan dehidrasi kali ya, karena emang minggu ini cuaca panas banget dan memang kita sebagai muslim kan lagi menjalankan ibadah puasa.

Biasanya pas makan sahur isteri saya selalu menyiapkan makanan sahur dan saya bangun biasanya pas lagi masak atau malah pas selesai masak dan membangunkan anak saya yg kelas 2 SD untuk belajar puasa juga, tapi malam ini ister saya ngak bisa bangun lha wong lagi sakit kan.., makanya saya bangun sendiri dan masak sendiri.. waduh bingung masak apa ya.., hhmmm akhirnya masak yg praktis aja deh masak Indomie goreng aja, dan selesailah sahur malam itu...,

weleh-weleh ternyata peran isteri atau ibu itu sungguh besar ya, kalau rumah kami memang ngak ada pembantu yg nginep, hanya ada tukang cuci yg pulang pergi aja.., hanya setengah hari aja ngak ada yang ngelayanin masak, kita sebagai suami bingung ngak bisa ngapa-ngapain aseli.., apalagi kalau beberpa hari aja isteri ngak ngapa-ngapain bisa bisa rumah ngak karu-karuan deh...

Memang sungguh besar jasa seorang Isteri bagi suami dan keluarga, jam kerjanya tidak terbatas, kerja keras dan juga kerja ihlas walu gajinya juga ngak jelas ya..jagain anak 24 jam, kalau wanita karir mah jelas gaji-nya ya..?

sungguh isteri bisa menjaga ritme keluarga, baik moral maupun meterial, jasmani maupun rohani..

jadi inget lagunya Sinetron Anak "Cemara" di TV7 :

..."Harta yang paling berharga..." adalah keluarga..".
... "Mutiara tiada tara.. adalah keluarga...

terimaksih Isteriku untuk segalanya....

Virus difikiran ternyata lebih jahat dari virus komputer

Tiba-tiba saya ingin nulis judul tulisan seperti ini dan ternyata memang ini benar juga ya.., kalau fikiran sudah terkena virus yg kotor atau agak kotor pun sepertinya susah dibersihinnya, susah nyari anti Virusnya.., mungkin kalau komputer kena virus emang ngeselin banget tapi mungkin kalau sudah coba kesana-kemari cari anti virus mungkin bisa dibersihin dan kembali normal atau kalau punya back-up ya di format aja dan di ambil lagi filenya dari back-up tsb, nah kalau fikiran kita sudah kena virus "kotor" kemana hendak anti Virus dicari..?, biasana fikiran kotor ini sudah menempel lama dan sekali kita kena ya susah deh kita bersihinnya.., ada solusinya..ngak?

Kalau ngikutin tuntunannya Nabi, kita itu harus Khusnul Dzan atau berbaik sangka, jangan Suul Dzan atau buruk sangka, mungkin istilah keren mah harus selalu positive thingking..., kalau fikiran positive maka akan menghasilkan sikap positif, kalau sikap positif maka tindakan positif, kalau tindakan positif maka karakter akan positif pula ya.., atau ada cara lain..?

Monday, September 25, 2006

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1427H

Hari minggu ini adalah awal mulai Ramadhan 1427H, sebagai seorang muslim wajib hukumnya mejalankan ibadah puasa sebagaimana tertera di Al-qur'an surat Albqorah ayat 183, ngak percaya kalau ini wajib? ya harus percaya dong, kenapa? karena di ayat tersebut disebutkan bahwa puasa ini wajib agar kita menjadi orang yg bertaqwa.

Bulan Ramadhan juga adalah bulan ampunan, bulan penuh rahmat, bulan dimana kita belajar mengendalikan diri, mengendalikan perilaku kita.

Saya pernah baca di bukunya ESQ Ari Ginanjar, bahwa orang yg bisa sukses adalah orang yg bisa mengendalikan diri, Ilmuan di Amerika melakukan penelitian selama hampir 30 tahun untuk membuktikan bahwa orang yang dapat mengendalikan diri maka ia akan sukses, abyangkan 30 tahun hanya untuk meneliti bahwa pengendalian diri itu memang menghasilkan kesuksesan, ceritanya kurang lebih begini : sang ilmuan memberikan permen kepada murid tk dan dia bilang akan keluar dulu sejenak, murid tk silakan makan permennya tapi kalau yg bisa menahan diri dan ngak makan dulu permen sampai dia kembali ke kelas maka mereka akan dapat tambahan permen, nah saat dia kembali hanya ada bebrapa saja yg ngak makan permen, dan tentunya dapat tambahan permen, dan dari penelitian sekitar 30 thn kemudian anak yg sanggup menahan diri ngak makan permen tersebut ternyata lebih sukses dibanding teman2 yg lainnya yg makan permen. Nah kita sebagai muslim jauh di masa Rsullullah sudah diajarkan untuk bisa mengendalikan diri yaitu dengan berpuasa..agar menjadi orang yg bertaqwa orang yg sukses di dunia dan akherat..masih perlu dibuktikan 30 tahun lagi...?, makanya ayo berpuasalah...

Monday, September 18, 2006

Jemput Bola = Jemput Rezeki

tulisan ini sengaja saya buat sewaktu saya ada kunjungan kerja ke Semarang dan ngedadak harus beli tiket di bandara.

Pagi itu masih subuh saya baru sampe langsung disambut dengan ramah oleh seseorang yg menawarkan jasa bantuin cari tiket, denganramh menyapa " mau kemana mas?" ada yg bisa dibantu..?, hhhmmm mau ke semarang jawabku.., sudah dapat tiket mas? kalau belum bisa saya bantu carikan tiket denganharga yg murah tapi bantu saya tambah uang jasanya?.., hhmmm ya boleh lah..., eh nga lama dia minta KTP saya dan dia catat dan selesai transaksi di tambah uang jasanya dikit..., yang saya amati disini adalah kok para calo lebih bisa jemput bola ya.. nawarin sewaktu kita dalam bebrapa detik kebinggungan dan lansung jadi, padahal disitu sudah jelas ada reservasi tiket, saya saat itu terpikat dalam hitungan detik dan jadi deal, yg saya catat adalah kreativitas para calo ini bebrapa langkah ternyata ada didepan..

cerita yg sama ketika saya pulang dari semarang ke jkt, ngedadak lagi dan beli tiket langsung di bandara, nyoba langsung aja, dari bebrapa maskapai penerbangan bilang sudh penuh full seat katanya, weleh weleh kok bisa penuh ya padahal saya lihat sendiri bebrapa menyelinap ke dalam dan bisa dapet tiket. Akhirnya dapet tiket yg lebih lama 4 jam dari jadual, ya dah darpada ngak jadi dan ternyata hargatiketnya muahal kalau beli di tiketing bandara.., weleh weleh kok pake calo bisa lebih murah ya..., gimana nih...?

Thursday, September 07, 2006

Hidup Adalah Pilihan...

2 minggu ini saya baru pindah kerja, pindah ke tempat kerja yg baru, maua mencoba pengalaman baru, dan ternyata 2 minggu ini sering ke luar Kota, sehingga mau ngak mau Wirausaha yg Mainan Anak agak tersendat updatenya krn sabtu dan minggu saya ada di luar kota.

Inilah hidup, inilah resiko karyawan atau pekerja, ya memang kita digaji, sehingga waktu kita terpakai untuk kegiatan kerjaan, namun demikian saya coba berusaha terus agar wirausaha saya tetap jalan.

Rencananya, saya akan buka warung/toko dirumah saya dengan merombak rumah, kamar Anak saya dijadikan toko, kamar saya dan isteri dijadikan kamar anak2, dan mungkin kamar kita pindah ke Lantai Atas, Alhamdulillah bulan Februai kemarin sempat renov buat kamar diatas dan baru akan kita fungsikan setelah toko tersebut jadi.

Kalau sebelumnya ada liputan di Majalah DUIT edisi juli 2006, dengan Judul " sudah Mulai Bisnis Walau tak Punya Toko", maka sekarang bisnis berjalan terus dan Toko ini sebagai pendukung dan Support bisnis yg sudah jalan.

Do'akan ya agar too ini segera selesai dan ada rencana mau rekrut karyawan minimal 1 orang atau saya ada ide mau ada yabg bantu dari sodara atau tetangga yg kurang mampu dan akan dijadikan anak angkat, yaitu akan di biayai uang sekolahnya sampai tamat mugkin SMP ke SMA atau D3 tapi dia diminta bantu jaga toko, ini baru ide awalnya semoga bisa terealisai ya..

ya Hidup adalah pilhan dan kitalah yg menentukan arah mana yg kita pilih...tentunya arah yg baik dan bermanfaat yg akan kita pilih, ada hadist Nabi yg isinya "sebaik baiknya Insan/manusia adalah yg bermanfaat bagi sesamanya"

Wednesday, September 06, 2006

Allah Maha Adil....

dear temans,

Akhirnya baru kesampaian juga nih saya nulis lagi, setelah selama 2 minggu belum sempat menulis lagi krn urusan kerjaan.Saya sudah lama ingin mencurahkan tulisan ini.

Adilkah Tuhan?, tapi mengapa hidup kita kok begini terus ya..?, ngak pernah berubah bahkan makin hari kok makin sulit ya..?, ngak adil deh kayaknya..., ini yg mungkin biasanya kita rasakan, sayapun sempat merasakan seperti itu dulu, tapi setelah saya terjun dan nyoba wirausaha ternyata semua pertanyaan itu pelan-pelan terjawab dari pengalaman wirausaha saya sendiri, saya coba sharing dari pengalaman saya ya...

Sewaktu saya memulai wirausaha Mainan Anak, saya juga mencoba wirausaha Stel Velg Seeda Motor, saya dengan niat tulus mau belajar wirausaha dengan ilmunya Pak Purdie Chandra yaitu BOTOL, berani Optimis Tenaga Orang Lain, saya mau wirausaha sekaligus buka lapangan kerja dan bantu sesama, ewaktu saya lagi Stle Velg Sepeda Motor saya ngobrol2 sama tukanngnya yg lagi kerja, saya bilang mau wirausaha apa ya.., eh ternyata dia disana katanya hanya bantuin dan lagi cari yang mau ngemodalin buat dia usaha stel Velg, tambal Ban dan jika maju maka ada aksesoris sepeda Motor.

Singkat Cerita ok kita kerjasama dengan aturan yg disepakati, modal dari saya dan Operasional dari dia, eh sudah berjalan 3 bulan, dia ngak komit dengan kesepakan awal, katanya selalu sepi yg datang dan kalau pun ada cukup buat dia makan sendiri aja, saya beri kesempatan 3 bulan lagi dan ternyta masih sama juga, suka banyak bohongnya, ini saya dapat info dari warung2 di sebelah begkel tsb, bahwa pelanggan ada saja yg datang, ya akahirnya dengan berat hati ya udah bubaran aja kerjasamanya.

Saya renungkan, mungkin ini salah saya juga sih kok dengan orang baru kenal mau-maunya kerjasama, berarti saya harus lebih selektif dan teliti cari partner kerja, tapi kalau saya lihat dari sisi Dia/montir tsb, sebetulnya kan Nasib dia akan berubah lebih baik kan kalau seandainya dia mau jujur dan komit dengan janjinya, memang selagi ngak ada uang ngomong bisa "A" tapi pas ada uang ngomong "B", mungkin sebetulnya Tuhan mempertemukan kita untuk bisa saling berinergi agar kondisi lebih Baik kan?, ya dia punya pekerjaan, penghasilan dan kan terus berlanjut dong kalau dia Jujur dan saya pun ya ada penghasilan/pemasukan tambahan dan saling menguntungkan.

Lalu Montir saya sekarang balik lagi kan kondisinya, ngak jelas lagi kerjaannya, serabutan dan mungkin ya susah lagi, ya itu tadi dapet uang ternyata ngak bisa amanah kan dan cenderung jadi serakah, ya rezekinya di stop dong.

Jelas Allah Maha Adil, Sudah mempertemukan Dia dan saya agar hidup dia lebih baik tentunya, lha kalau dia sengsara lagi ya itu kan karena ulah dia sendiri atau saya ngak dapat uang tambahan ya saya akan cari partner lagi.

Ya kan Allah itu Maha Adil, kitanya yang kadang ngak tau kapan, dimana, dengan siapa pertolongan Allah itu datang agar membuat hidup kita itu lebih baik...

Thursday, August 10, 2006

15 Kiat Dapatkan Penghasilan Ekstra

Dear Bismarter,

ini ada artikel,lumayanlah buka wawasan...

15 Kiat Dapatkan Penghasilan Ekstra

Anda orang kantoran dengan single income? Sudah nggak zamannya lagi.Ternyata di sekeliling Anda bertaburan peluang penghasilan ekstra. Satu fakta besar, hampir semua pekerja pegawai kantoran (swasta maupun pegawai negeri) di level menengah ke bawah, mengeluhkan lamban dan kecilnya tingkat kenaikan gaji. Bahkan posisi-posisi tertentu begitu kejamnya, tanpa kenaikan gaji. Perusahaan selalu mengisi posisi
tersebut dengan orang-orang baru, yang digaji dengan standart yang sama, dari
tahun ke tahun. Siapa yang salah?

Tidak perlu saling tuding. Itu tidak produktif. Bagusan otak dipakai untuk
mencari bisnis sampingan, supaya ada penghasilan ekstra. Siapa tahu, bisnis
sampingan bisa jadi andalan jika ada gelombang PHK? Beruntung sekali,pekerja kantoran umumnya berhak libur hari Sabtu dan Minggu. Inilah waktu-waktu emas bagi pemburu extra money. Diperlukan kemauan menggali potensi, unjuk diri, rajin
cari informasi, sedikit keberanian menjual, maka peluangan dan kesempatan akan tumbuh bak jamur di musim hujan. Tidak percaya? Simak 15 tips berikut ini:

1. Modal Fisik
Punya wajah lumayan manis, suara merdu mendayu, rambut lurus atau kribo,
bodi tubuh yang oke, senyum menawan, semuany bisa menjadi modal. Umumnya
dunia hiburan menyukai hal-hal tersebut. Jika Anda mempunyai sesuatu yang
khas, jangan sungkan sedikit membukanya kepada khalayak. Ingat, dari Tessy
sampai Ari Sihasale, semuanya punya keunikan dan penggemar tersendiri.
Sering-seringlah berada di tengah kerumunan orang, sedikit unjuk diri, dan
bersiap-siap ketangkap pencari bakat aja ...

2. Kenali Bakat
Jika modal fisik pas-pasan, jangan patah arang. Sadarilah, setiap orang
pasti dibekali bakat. Jangan remehkan bakat bicara, melucu, menjual,menyanyi, menari, keuletan, rasa ingin tahu, pandai memperbaiki barang rusak, gudang ide, pandai berfantasi, dll. Galilah!Anda bakat bicara dan melucu, bersiap-siaplah jadi MC di berbagai acara. Mulai saja dari tingkat RT, lalu ke perusahaan-perusahaan. Honornya lumayan!

3. Bisniskan Hobi
Jangan anggap enteng hobi-hobi seperti puisi,mengarang, menggambar, melukis, memotret, koleksi barang langka, koleksi buku, browsing internet,
naik gunung, arung jeram, panjat tebingm diskusi, dll. Jika bakat munculnya
kala-kala saja, hobi biasanya ditekuni. Suka nulis, bersiaplah jadi freelance copywriter di berbagaiu agen iklan ataumedia. Suka berpetualang,bersiaplah menemani eksekutif-eksekutif yang kepengin refreshing. Senang dapat, duit dapat!

4. Standar Kualitas
Kemaslah bakat, hobi, atau kemampuan tersebut sehingga layak dijual. Asah
sampai memenuhi standar profesional. Jika Anda komersialkan tulisan,
menulislah sesuai standar-standar yang baku. Jika membisniskan wisata
pertualangan, berikan jaminan keamanan, keselamatan,kenyamanan, kemudahan,
sistem rapi, standar tarif, dll. Konsumen atau klien suka paket-paket
penawaran yang praktis.

5. Standar Tarif
Anda harus tahu berapa tarif, fee, atau honor yang layak Abda terima.
Caranya? Rajin-rajinlah bertukar informasi dengan sesama freelancer. Kadang
spekulasi besarnya fee bisa dipakai, meski selalu berisiko. Jika gagal
menegosiasikan jumlahnya, tawarkan barter (barang atau jasa).

6. Semua Profesi Oke
Apapun profesi atau pekerjaan tetap Anda, pasti ada yang bisa 'dikaryakan'
di luar jam kerja resmi. Anda sopir kantor, beri kursus nyetir. Anda PR dan
bisa memotret, cari orderan di pesta perkawinan yang membludak tiap
Sabtu-Minggu. Anda sekretaris, terima ketikan skripsi atau jadi transkriptor. Dengan keahlian dan standar kualitas tertentu, apes-apesnya Anda bisa jadi konsultan.

7. Promosikan Langsung
Sebagus apapun kemampuan dan bakat, jika orang tidak tahu, tidak bakal ada
order. Maka hukumnya super wajib, promosikan secara langsung. Beritahu
setiap teman dan kenalan, Anda punya penawaran jasa atau produk tertentu.
"Friend, aku bisa bikin proposal, bikin taman, bikin patung, bikin lukisan,
ada order ..?!"

8. Kartu Nama
Bukan sekedar kartu nama biasa, tapi kartu nama yang menginformasikan jasa
atau produk yang bisa Anda tawarkan (business card). Jangan ragu untuk
punya 3-5 kartu bisnis, dan berikan kepada siapa saja. Selalu beri lebih
dari satu kartu nama. "Yang ini buat yoy, yang satunya buat sobat you ..!"
Kartu yang menarik pasti memancing orang bertanya. Sangat efektif untuk
menarik perhatian orang yang baru dikenal. Jika mereka bertanya, silakan
prospek ...

9. Mintalah Referensi
Kadang teman atau kolega lagi tidak butuh penawaran Anda. Tapi ingat,
mereka juga punya relasi. Maka jangan rikuh untuk meminta referensi.
"Friend, di kantor ada yang butuh dibantuin bikin pidato atau nulis
makalah? Kasih tau aku ya ..."

10. Menu Bicara
Proyek-proyek atau bisnis sampingan harus digali dan ditemukan. Setiap kali
bertemu teman, kenalan baru, atasan, kolega bisnis, selalu sempatkan
bertanya, "Ada BS (Bisnis Sampingan) ndak?". "Apa yang bisa diobyekin nih?"
Jadikan pertanyaan ini sebagai menu pembuka atau penutup setiap ketemu
relasi. Pembicaraan akan lebih bergairah, peluang pun bakal sering mampir.

11. Dewa Penolong
Di balik setiap keluhan dan problem, pasti ada peluang bisnis. Maka,
jadilah pendengar yang baik, sekaligus dewa penolong. "Waduh, komputerku
kok lambat banget ya ..." keluh bos Anda. Ingat, banyak orang yang takut
ketipu dan tidak mau repot. Mereka andalkan orang yang dikenal baik. Jika
punya teman yang trampil, rekomendaikan namanya. Jika Anda sendiri mampu;
"Bos ... kayaknya 30% onderdilnya perlu diganti deh. Biar saya aja yang
servis ... biayanya segini!"

12. Broker Proyek
Bagi penggemar bisnis sampingan, setiap waktu proyek berseliweran di depan
hidung. Semisal ada proyek di luar ketrampilan yang Anda miliki, jangan
pernah lepas begitu saja. "Saya bisa bantu, beri waktu sehari ..." Ini
jawaban yang paling pakem. "DILARANG KERAS MENOLAK PROYEK". Inilah hukum
besi pemburu extra money. Tugas Anda hanya mencari relasi yang bisa
memenuhi kebutuhan itu, dan meminta komisi proyek 15%.

13. Kolektor Kartu Nama
Di setiap kartu nama yang Anda peroleh dari siapapun, tercantum sekurang-kurangnya satu potensi bisnis sampingan. Agen asuransi, distributor MLM, agen kartu kredit, adalah pengoleksi kartu nama terbaik di jagad penjualan. Koleksi ini akan jadi sumber ide, inspirasi, relasi, dan peluang bisnis yang kaya. Maka, Anda wajib meminta
kartu nama setiap orang yang Anda temui. Tidak boleh malu!

14. Anti Sendiri
Sawah ladang bisnis sampingan adalah kerumunan orang banyak. Jadi, jangan
lewatkan undangan pernikahan, selamatan, diskusi, seminar, rapat akbar,
kampanye, kursus, lokakarya, konferensi, lomba maraton, pameran-pameran,
baik yang gratis maupun yang bayar. Inilah tambang emas para fotografer
freelance.

15. Lakukan Sekarang Juga!
Tidak ada alasan menunda, Anda harus mencoba. Mulai detik ini, milikilah
keberanian menjual ide, gagasan, mimpi, kemampuan, ketrampilan, dan
pengalaman Anda. Awalnya berjalannya dengan prinsip "iseng-iseng
berhadiah". Nothing to lose! Jika penghasilan ekstra mulai mengalir, Anda
akan temukan suatu kegairahan baru yang tiada tara.
(ed)

*) Sumber: Majalah BERwirausaha.

Regards,
Sumirat, 08129573302
http://dikania.blogspot.com/
D'Kaniatoys, Mainan Anak
Y!M : Sumirat2001

Tuesday, August 08, 2006

Anne Ahira : "Apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain?"

"Apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain"? mindset kita biasanya apa yg bisa gue dapet, untuk gue, me..me..me.., tapi seharusnya adalah berikan dulu untuk orang lain, give..give.give.., maka suatu saat pasti kita dapatkan, itu cuplikan dari seminar TDA Online Marketing Bersama Anne Ahira dan Pak Eddy Aji Owner warungbarokah.com, sabtu 5 Agustus 2006 di PTC Pulogadung.

Menurut Hira, demikian dipanggil, ada dua jenis Website, yaitu website Penjualan dan Website Portal.

Web Site Penjualan : Pengunjungnya diharapkan membeli produk tersebut.
Web Site Portal : menggiring dulu pembaca dengan suatu artikel2 atau info-info, , keuntungannya ya dari pemasangan iklan, back end solusi produk, atau Afiliasi, bantu jual e-book dsb.., contoh: web portal detik.com

Hira kasih beberapa tips gimana cara membuat website dan saya "capture" sebagai berikut:

- Karena yang berbicara itu adalah kata-kata dalam bentuk tulisan maka, ukuran huruf, penempatan warna dan gambar harus diperhatikan.
-Jangan Asal-asalan, harus serius..
- Kalau ngak kenal maka ngak percaya,untuk itu perlu ditanamkan kepercayaan, kalu perlu buat testimoni dari orang lain, biarkan orang lain yg menilai kita. dan dalam testimonial harus jujur, kalu ngak jujur bisa "jatuh"..dan tanya dulu orangnya boleh ngak dipake testimonial..
- Survey membuktikan, pembaca akan lihat di 3 detik pertama, maka ketika dia baca lebih dari 10 detik maka biasanya akan dibaca sampe akhir.., jadi " kesan pertama begitu menggoda..selanjutnya...?
-Tanya pendapat orang lain, gimana?, sebagai orang awan biasanya suka tanya ada ngak yg bisa bermanfaat buat saya..?, makanya buat pikirkan apa yg bisa dilakukan untuk orang lain, buat 2-3 artikel yg menarik dan bermanfaat..
- Selalu berusaha optimis
- keuntungan online, murid bisa 1000 orang tapi guru cuma 1 orang lebih effisien dan murah..kan ngak perlu gedung pertemuan..

Diakhir sesi Hira bilang, bahwa tidak ada kesuksesan tanpa pengorbanan, selama hampir 2 tahun dia belajar internet marketer hampir 150jt habis untuk biaya beli buku dan belajar, ditangisi orang tua krn meninggalkan pekerjaan dengan gaji yg lumayan besar, di bilang anak "durhaka" sama kakaknya dan dianggap gila oleh orang2.., tapi pengeorbanan itu akhirnya membuahkan hasil..

ayo berani sukses..? harus berani berkorban!!...

Wah berarti Bisnis Mainan Anak saya, belum ada apa-apanya nih.., masih butuh banyak pengorbanannya...untuk menuju kesuksesan...


Photo bareng seusai seminar..

Friday, August 04, 2006

Mati lampu... aduh gelapnya..

wah semalam 3/8/06 di daerah saya di Kalibata mati lampu dari jam 18an dan Alhamdulillah sih nyala lagi deh jam 18.45an..,

Waduh ini Kota Jakarta, Ibukota Negara, di Zaman Millenium, masih mati lampu euy...
kalau dimisalkan 1 bulan bayar Rp.300rb lalu mati satu hari aja, maka beban bayar pelanggan berkurang Rp.10rb (1 bln 30 hari), ini kalau diganti, tapi sebenernya kerugian imaterial lebih banyak lagi, keluarga yg punya bayi dan balita jadi bingung nih anaknya pada nangis maklum gelap.., orang Usaha jadi terhambat juga.,ya gelap mau ngapain coba.., saya juga mau janji ketemuan di rumah ngak jadi juga..


Semoga PLN kita ngak ada lagi kekurangan Pasokan BBM ya..?sehinggan harus mati lampu bergiliran..
Tapi kalu Listrik PLN mati harus cari akal usaha apa ya..?, ada usulan?..he..he..

Friday, July 21, 2006

Menjadi "Juara" Sejati

Diabawah ini adalah artikelnya Pak Jamil, saya dapat dari milist Profecer, semoga menambanh "Epos"/ energi positif kita semua....

Bagian Pertama
Menjadi “Juara” Sejati
Jamil Azzaini - Kubik LeadershipJakarta,

Apa yang memotivasi Ronaldinho, Zinedine Zidane, David Beckham dan lain-lain mengikuti piala dunia? Apa pula yang memotivasi Anda untuk pergi bekerja setiap hari? Penghasilan? Jabatan? Popularitas? Status di masyarakat? Ibadah? Tanggung jawab? Atau Pencapaian karier?Banyak sekali hal-hal yang dapat mendorong kita untuk pergi bekerja atau bergerak melakukan sesuatu. Namun sebenarnya, semua itu dapat disederhanakan dengan cara mengelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu: To Be, To Have dan Valensi.To Be adalah keinginan kita untuk menjadi, yang dikaitkan dengan proses untuk mengejar prestasi dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang kita miliki. Ingin menjadi manager terbaik di perusahaan misalnya. To Have adalah keinginan kita untuk memiliki sesuatu, yang dikaitkan dengan proses meraih benda-benda materi atau hasil akhir dari sebuah usaha, sebagai bentuk dorongan dari kesenangan duniawinya. Contoh dari To Have adalah keinginan untuk mendapatkan tunjangan berlimpah, fasilitas yang serba lux, rumah, mobil, popularitas, status, dan pujian. Perbedaan To Be dan To Have terletak pada titik tujuan yang hendak dicapai. Bukan pada kata-kata. Misalnya ketika Anda mengatakan, ingin menjadi manajer terbaik. Pernyataan di dalam kalimat itu bisa berarti To Be, bisa juga To Have. Sangat tergantung dari apa yang menjadi fokus pengejarannya. Bila yang Anda kejar adalah tunjangan manajer, fasilitas manajer, mendapatkan pengakuan dan pujian dari banyak orang maka keinginan itu merupakan To Have. Tetapi kalau yang Anda kejar adalah kesempatan berprestasi yang lebih besar dan tanggung jawab sebagai seorang manajer dengan mengerahkan semua kemampuan yang anda miliki maka keinginan itu merupakan To Be.Valensi adalah tingkat kualitas diri seseorang dalam mengarahkan hidupnya, yang dikaitkan dengan keseluruhan kapasitas yang ada dalam dirinya. Contoh motivasi yang terkait dengan Valensi misalnya, keinginan untuk menambah ilmu atau pengalaman, menempatkan bekerja sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan, atau bekerja sebagai bentuk aktualisasi dirinya.Motivasi kita adalah kombinasi dari ketiga unsur tersebut, sehingga rumus motivasi adalah Motivasi = Valensi x To Be x To Have. Sebagaimana galibnya sebuah perkalian, semakin tinggi Valensi, Tobe, dan To Have maka akan semakin tinggi motivasi hidup anda. Semakin tinggi motivasi hidup, maka akan semakin sukseslah anda.Saya yakin, yang akan menjadi juara dunia di piala dunia adalah tim yang memiliki Valensi yang sangat tinggi dan memiliki To Be sebagai juara dunia. Dari sekarang saya juga sudah yakin bahwa juara dunianya pasti bukan Iran, Arab Saudi, atau Australia. Mengapa? Karena To Be mereka hanya ingin sampai pada babak kedua saja. To Be mereka bukan menjadi juara dunia.Para pelatih negara tersebut menetapkan To Be hanya sampai babak kedua tentu karena mereka tahu persis Valensi tim mereka. Penyusunan To Be memang harus disesuaikan dengan Valensi yang kita miliki. Yang aneh, bila tim sekelas Brasil, Argentina, Inggris, Italia, Portugal, Perancis atau tuan rumah Jerman To Be nya bukan juara dunia. Mengapa? Tim dari dari negara-negara ini memili Valensi yang tinggi dalam dunia persepakbolaan dibandingkan tim-tim dari negara lain. Bagaimana dengan anda? Pasti anda telah tahu persis seberapa tinggi Valensi anda. Dan sayapun yakin, bila anda termasuk orang yang ingin sukses, maka anda telah menetapkan To Be yang menantang dalam hidup anda. Rumus Motivasi = Valensi x To Be x To Have adalah benar. Para juara biasa menggunakan rumus ini. Namun rumus motivasi ini tidak berdimensi jangka panjang, dan tidak mencerminkan sebagai juara sejati, Mengapa? (bersambung)

15/06/2006 11:25

Bagian Kedua
Menjadi “Juara” Sejati
Jakarta,
Saya yakin, anda sepakat bahwa calon juara dunia sepakbola adalah tim yang memiliki Valensi tinggi dan To Be sebagai juara dunia. Karenanya, saya, dan mungkin juga anda, pasti tidak menjagokan kesebelasan dari Togo. Mengapa? Karena hanya urusan bonus (To Have) mereka sudah mogok latihan. Dengan rumus Motivasi = Valensi x To Be x To Have, To Have yang sangat tinggi bisa menjadi parasit dalam jangka panjang karena hal-hal berikut:1. To Have yang tinggi akan membatasi To Be dan ValensiKalau pikiran kita dijejali To Have, maka kecenderungannya adalah, setiap apa yang kita lakukan harus selalu dibalas dengan materi. Kita tidak ingin melakukan pekerjaan-pekerjaan besar kalau tidak dibayar setimpal. Prestasi kerja kita menjadi terbatas karena kita hanya bekerja sesuai gaji yang diterima dari perusahan. Akhirnya potensi diri atau Valensi kita stagnan dan tidak akan pernah berkembang.Selain itu, seeorang yang berorientasi To Have akan berhenti mengejar To Be dan Valensi, sesaat setelah kebutuhan To Have terpenuhi. Kita akan berkata seperti memberi pembenaran, “Tidak perlu bercita-cita tinggi, apalagi harus repot-repot meningkatkan kemampuan diri, yang penting sekarang, semua keinginan sudah saya dapatkan, saya punya rumah, gaji tinggi, mobil mewah, mau apa lagi?” 2. To Have yang tinggi membuka pintu kesesatanJika kita memiliki To Have yang tinggi, maka kita akan mudah termakan nafsu sendiri dan mudah tergoda berperilaku negatif. Ketika hanya berfokus pada To Have dan mengabaikan To Be danValensi, atau misalnya hanya berfokus pada bagaimana mendapatkan gaji dan fasilitas seorang manajer, maka sebagai karyawan kita akan terdorong untuk sekuat tenaga mendapatkan gaji dan fasilitas tersebut. Tidak peduli, walaupun harus menjilat atasan, menyikut rekan kerja dan menginjak bawahan atau bahkan mengkhianati perusahaan. Memang tidak semua orang akan mudah tergelincir, tetapi begitu pintu kesana terbuka, sebagai manusia yang memang diberi nafsu, kita akan mudah gelap mata dan akhirnya tergelincir. Akhir-akhir ini santer berita tentang beberapa pejabat negara yang dahulu dianggap sebagai pribadi yang bersih dan idealis, mempunyai semangat pembaharuan yang tinggi, berani dan vokal dalam mengatakan hal yang salah, kini diduga melakukan korupsi. 3. To Have yang tinggi berpeluang besar merusak To Be dan Valensi andaKetika kita mengejar To Have, seringkali kita harus mengorbankan To Be dan Valensi. Kita tergoda untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan To Have. Akibatnya, sadar atau tidak kita telah merusak To Be sendiri, yaitu keinginan menjadi atasan dan teman kerja yang dihormati. Selain itu juga merusak Valensi sendiri. Kita tidak konsisten menjalankan amanah dan tanggung jawab yang diberikan perusahaan. Dengan demikian, semakin tinggi To Have seseorang, maka semakin besar kemungkinan To Be dan Valensi menjadi korban. Ambisi besar yang berorientasi To Have memiliki daya rusak yang juga besar. Padahal selama berorientasi To Be dan Valensi, ambisi besar sebetulnya memiliki daya membangun yang sangat baik. Lantas, bagaimana seharusnya rumus motivasi hidup kita? Saya menawarkan sebuah rumus bagi para juara sejati, yaitu Motivasi = Valensi x To be x 1/To Have Rumus atau formula ini berdimensi jangka panjang. Kuncinya, orientasikan hidup anda pada peningkatan Valensi dan To Be. Abaikan To Have. Karena bila Valensi dan To Be anda tinggi To Have otomatis akan ikut. Kalau anda kurang yakin, cobalah simak perjalanan karir David Beckham, Ronaldinho dan para pesepakbola besar lainnya. Mereka adalah contoh sosok yang berorentasi pada peningkatan Valensi dan To Be. Selanjutnya kita tahu To Have dalam bentu bayaran dan popularitas secara otomatis mengikutinya. Jadi, silakan anda praktekkan rumus baru motivasi yang saya tawarkan tadi: Motivasi = Valensi x To be x 1/To HaveKeterangan
Penulis: Jamil Azzaini adalah Senior Trainer dan penulis buku Best Seller KUBIK LEADERSHIP; Solusi Esensial Meraih Sukses dan Kemuliaan Hidup.
Regards,