Sedikit sharing Rintangan yang Membatasi kita saat Membuat Impian :
1. Masa Lalu
Jika kita yakin kita tidak akan berhasil krn masa lalu/pengalaman
kita sebelumnya, maka kita akan membuat batasan pada impian kita.
Gantungkanlah cita2 kita setinggi langit (Bung Karno), lalu ujilah
batas kemampuan kita tadi.
2. Masalah, keadaan, maupun kondisi
Setiap org yg mempunyai masalah, beberapa diantaranya merupakah
kekurangan yg kita bawa sejak lahir, sdgkan yg lain adalah masalah2
yg kita ciptakan sendiri. Apapun masalah yg kita hadapi, jangan
biarkan impian kita ke masa depan menjadi terhalang karenanya.
Dimana ada kemauan pasti ada jalan. Fokus pada solusi!
3. Kurangnya sudut pandang (perpektif)
Jika kita punya masalah dengan perspektif kita, cobalah untuk
melihat suatu hal dari sudut pandang yg berbeda.
Hanya org yg dpt melihat hal2 yg tak tampak oleh matalah yg akan dpt
melakukan hal2 yg luar biasa.
4. Tekanan dari orang lain
Urusan yg sepele serta olok2 yg tak berarti dari org lain dapat
memenuhi pikiran kita sehingga tak ada lagi tempat yg tersedia untuk
impian/visi dalam benak kita. jgn biarkan hal ini terjadi pada diri
kita.
5. Kedudukan/jabatan kita sekarang
Banyak org percaya bahwa kedudukan/jabatan/pekerjaan sekarang ini
yang akan menentukan takdirnya dan yakin bahwa itu tidak berubah-
ubah lagi. Jangan sampai kita terperosok ke dalam jebakan itu.
Segala sesuatu sebenarnya bisa kita peroleh, asalkan kita
berkeinginan keras dan BERANI MENANGGUNG REsIKONYA! Jangan biarkan
keadaan kita yang nyaman sekarang ini menghalangi impian kita walau
sekecil apapun.
Thanks
Iim
"Impian kita dapat terwujud jika memiliki keberanian untuk
mewujudkannya" Walt Disney
Sumirat Blog adalah isi curahan hati tentang kejadian sehari-hari yg dilihat, dibaca, dirasakan, dialami, apapun itu bisa berupa Motivasi, Inspirasi, Wisdom, Semangat Hidup, Entrepreneur,Wirausaha, Sosial, Kehidupan, Religi, apa saja yang bisa menambah wawasan di "Sekolah kehidupan"....
Sunday, February 05, 2012
Mndset Pengusaha....
Pengusaha : Orang yang bisa
1.Melihat Peluang
2.Mengaktualkan peluang
3.Menghasilkan profit
Kenapa Anda ingin jadi pengusaha?
•Kebebasan finasial dan waktu
•Ingin Mulia dunia akhirat
•Ingin jadi menantu pengusaha/ ingin menikahi pengusaha (janda/gadis)
•
Apa betul bebas waktu?
Di awal2 usaha, kita bisa butuh waktu 20 jam sehari.
Nanti kalau sudah enak, bisa kerja 0 jam sehari. Bisa jalan-salan
seharian.
Jadi yang perlu diperisapkan adalah kesiapan mental Anda.
Mental Pengusaha:
Apa Tujuan Anda berbisnis?
(Tuliskan mimpi Anda)
Apa Kunci Sukses Pengusaha
• Cuci Otak: Bermimpi punya tujuan (otak kanan yg loncat2)
• Mengetahui proses bisnis secara global. (pasar dan sumber,
Tidak harus tahu sangat detail). Beda pedagang dan pengusaha?
• Membuat Rencana yang realistis. Otak kiri merealistiskan mimpi
• Mengaktualkan rencana: Perlu tempat, pemilihan lokasi
• Mengontrol dan Memperbaiki. Membuat system.
• Menggunakan leverage (alat Bantu).
• Menggandakan yang sudah ada
Alternatif Permodalan Bisnis dari NOL:
• Bisnis jasa
• Konsinyasi
• Pinjam uang ke saudara/orang tua
• Pinjam uang dengan system bagi hasil
• Pinjam uang ke bank
1.Melihat Peluang
2.Mengaktualkan peluang
3.Menghasilkan profit
Kenapa Anda ingin jadi pengusaha?
•Kebebasan finasial dan waktu
•Ingin Mulia dunia akhirat
•Ingin jadi menantu pengusaha/ ingin menikahi pengusaha (janda/gadis)
•
Apa betul bebas waktu?
Di awal2 usaha, kita bisa butuh waktu 20 jam sehari.
Nanti kalau sudah enak, bisa kerja 0 jam sehari. Bisa jalan-salan
seharian.
Jadi yang perlu diperisapkan adalah kesiapan mental Anda.
Mental Pengusaha:
Apa Tujuan Anda berbisnis?
(Tuliskan mimpi Anda)
Apa Kunci Sukses Pengusaha
• Cuci Otak: Bermimpi punya tujuan (otak kanan yg loncat2)
• Mengetahui proses bisnis secara global. (pasar dan sumber,
Tidak harus tahu sangat detail). Beda pedagang dan pengusaha?
• Membuat Rencana yang realistis. Otak kiri merealistiskan mimpi
• Mengaktualkan rencana: Perlu tempat, pemilihan lokasi
• Mengontrol dan Memperbaiki. Membuat system.
• Menggunakan leverage (alat Bantu).
• Menggandakan yang sudah ada
Alternatif Permodalan Bisnis dari NOL:
• Bisnis jasa
• Konsinyasi
• Pinjam uang ke saudara/orang tua
• Pinjam uang dengan system bagi hasil
• Pinjam uang ke bank
tip n trik belajar menulis....
Pak Hadirin benar,. saran Bapak Awie itu tepat
sasaran,. langsung pada tujuan, mendaftar sebagai
penulis,.
saya mau share dg teman2 tentang hal ini,.
bagus sekali niat anda,. teruskan untuk dikembangkan,
jangan malu untuk mengungkapkan kepada umum, ibarat
belajar ice skating kalau jatuh jangan malu
ditertawakan,.
gunakan perasaan,. mengapa? karena "perasaan' adalah
isi sebuah tulisan, bukan karangan namun ungkapan,.
ungkapkan rasa sedih anda, senang anda, gemetar anda,
gemuruh hati anda waktu mendekati pacar,. tuliskan
perasaan anda,.
pertajam terus empati anda,. pikirkan apa rasanya
orang PHK? pengangguran? dipaksa berhenti kerja?
tertekan? walaupun kita belum mengalami,
ekperimenlah,.
apa rasanya karir buntu??? apa rasanya dilompati
bawahan? apa rasanya dipecat?
apa rasanya kerja bingung ngga tahu gimana lagi?
apa rasanya kerja monoton sudah 14 tahun tugasnya
itu-itu aja?
rasakan,. resapi,. ungkapkan,.
mulailah dengan mengamati embun pagi (karena kalau
embun sore, pikiran kita sudah ruwet),.
teruskan kepada perasaannya masyarakat orang banyak,,.
Pak Susanto, sebelum anda mau menulis, coba
iseng-iseng lihat di Toko gramedia, bagian best
seller,. isinya paling Hermawan Kartajaya, Tung Desem
Waringin, lainnya itu sama dengan Bapak, artinya baru
menulis. Waktu pertama menulis sama belepotannya
dengan bapak dan saya,.
kalau tulisan masih ada sedikit belepotan, jangan
kecewa atau putus asa, namun hari gini begitu banyak
teman yang mampu mengedit tulisan Bapak,.
saya tahu dari pengalaman di Indo Pos, tulisan saya
amburadul, loncat-loncat,. diedit jadi kolom yang
menarik,.
lama kelamaan ya malu sama editor, disindir terus,
otomatis belajar bahasa yang baik dan benar,.
Jadi pak, menulis, bukan halangan bapak tidak bisa
menulis, asal bapak bisa berbicara (lewat telepon,
boleh asal bisa direkam).
langkah pertama apa?
Feeling,. coba bapak rasakan perasaan Bapak, pertajam
empati,. pikirkan kesulitan orang lain, kalau kita
sendiri yang sulit, nah lebih bagus, jadi pengalaman
langsung,.
pokoknya Pak, apa pengalaman yang perlu Bapak sharing
dg teman2 semua? tentu pengalaman yang berkesan,.
misalnya:
bangun pagi jam 4 pagi memandang Monas,.
pengalaman naik Busway,.
pengalaman kena giliran mati Listrik
pengalaman hubungan suami istri lolos dari arung jeram
perkawinan,.
pengalaman naik jabatan,.
pengalaman pengaruh senyum terhadap efektifitas
kerja,.
pengalaman melihat semut merah bikin jembatan,.
pengalaman Bapak melihat anak-anak ABG saat ini,.
dst.
dimulai dari sesuatu kita gak tahu ujung-ujungnya
Bapak jadi penerus Andre Wongso,.
Bapak Hermawan Kartajaya lagi mengumandangkan second
generation of Mark Plus,.
di Mark Plus banyak orang pinter, murid-muridnya Pak
Hermawan ada yang sudah jadi orang, misalnya: Handi
Irawan, dll.
oke Pak?
teruskan kepada:
- pengalaman hidup bahwa hidup adalah pilihan
- bagaimana cara bekerja yang efektif
- pengalaman menabung secara disiplin
- pengalaman membuat simple masalah,.
dll.
Bapak bisa membaca sharing pengalaman saya pada buku
yang diterbitkan Elex Media Komputindo:
1. MENJADI KAYA DENGAN HATI NURANI (beredar 16 April
2006)
2. MATA AIR UNTUK DAHAGA JIWAKU Perspektif baru
menuju Kecerdasan Spiritual dalam dunia bisnis (terbit
bulan depan).
biarkan hati anda menuntun pikiran anda untuk menulis,
jangan dibalik, pake pikiran,.,. kok jadi buntu?
salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2
From: Hadirin Suwandi Hadirin
Date: Wed Apr 12, 2006 8:24am
Subject: Balasan: Re: OOT: Mau menulis buku .... apa
saja yg harus dilakukan? hadirinsuwandi
Offline
Send Email
Invite to Yahoo! 360ยบ
Bapak Susanto,.
Untuk menulis buku memang nggak gampang, tapi bisa
dilakukan oleh semua orang
asalkan sebelum menulis ada niat yang kuat dahulu.
Kalau mau menulis kita harus
punya ide apa yang mau ditulis, ide -ide itu muncul
apabila kita banyak
pengetahuan, pengetahuan datang dari bermacam-macam
sumber, salah satunya dari
membaca. Untuk menjadi penulis yang baik kita harus
banyak-banyak membaca
terlebih dahulu karena dari membaca saja kita sudah
banyak mendapatkan ilmu
yang bisa kita tuangkan dalam tulisan kita nanti.Dari
membaca inilah kita bisa
menemukan bagaimana caranya menulis dengan bahasa
yang baik, tata cara menulis
yang baik dan kata-kata yang dapat menarik perhatian
pembaca dan mudah
dimengerti. Setelah punya ide apa yang mau ditulis dan
didukung dengan
pengetahuan yang kita dapat baru kita mulai menulis.
Langkah awal yg harus di tulis adalah satu huruf,
kalau bapak belum mau
menulis satu huruf ngga bakalan bapak akan bisa jadi
penulis. Karena dari satu
huruf inilah akan terbentuk kata, kalimat, paragraf
dan bab, baru nanti akan
jadi buku hasil karya bapak. Walaupun awalnya belum
baik tapi sudah jadi buku,
lama kelamaan akan jadi penulis yang handal.
Selamat mencoba dan menjadi penulis yang baik.
Salam
Hadirin suwandi
goenardjoadi menulis: Bapak
Susanto,.
caranya ada beberapa pak,.
pertama, tentukan tujuan Bapak menulis untuk apa?
untuk membantu
kesulitan orang-orang lain? untuk pegangan anak
cucu Bapak nanti
suatu saat kalau sudah besar?
rasakan urgencynya, maka ide Bapak akan keluar
seperti lahar gunung
berapi, rasakan penderitaan orang yang bingung
mengelola keuangan,
rasakan waktu Bapak mumet terperosok masalah
keuangan, rasakan
kemerdekaan setelah lolos dari lubang maut itu,.
kalau belum bisa menulis, bikin buku harian, di
buku kosong, atau di
tape recorder (yang kecil), atau di Ipod.
Bapak bisa bikin blog, sedikit demi sedikit,
biarkan mutiara-mutiara
batin bapak keluar sedikit demi sedikit, untuk
kepentingan orang-
orang lain yang kesulitan,
salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2
--- In marketing_leadership-club@yahoogroups.com,
"mts1712"
wrote:
>
> Rekan-rekan,
> Saya berniat untuk menulis buku mengenai
keuangan,
> cuma engga punya waktu dan belum terbiasa untuk
menulis.
> Apakah ada rekan2x yang pernah punya pengalaman
menulis buku?
> Tolong sharing dong.
>
> Gimana sebaiknya yang saya lakukan?
> Apakah saya harus mencari editor atau penulis
atau apa?
> Ada yang bisa merekomendasikan?
>
> Salam,
>
>
> Susanto.
>
sasaran,. langsung pada tujuan, mendaftar sebagai
penulis,.
saya mau share dg teman2 tentang hal ini,.
bagus sekali niat anda,. teruskan untuk dikembangkan,
jangan malu untuk mengungkapkan kepada umum, ibarat
belajar ice skating kalau jatuh jangan malu
ditertawakan,.
gunakan perasaan,. mengapa? karena "perasaan' adalah
isi sebuah tulisan, bukan karangan namun ungkapan,.
ungkapkan rasa sedih anda, senang anda, gemetar anda,
gemuruh hati anda waktu mendekati pacar,. tuliskan
perasaan anda,.
pertajam terus empati anda,. pikirkan apa rasanya
orang PHK? pengangguran? dipaksa berhenti kerja?
tertekan? walaupun kita belum mengalami,
ekperimenlah,.
apa rasanya karir buntu??? apa rasanya dilompati
bawahan? apa rasanya dipecat?
apa rasanya kerja bingung ngga tahu gimana lagi?
apa rasanya kerja monoton sudah 14 tahun tugasnya
itu-itu aja?
rasakan,. resapi,. ungkapkan,.
mulailah dengan mengamati embun pagi (karena kalau
embun sore, pikiran kita sudah ruwet),.
teruskan kepada perasaannya masyarakat orang banyak,,.
Pak Susanto, sebelum anda mau menulis, coba
iseng-iseng lihat di Toko gramedia, bagian best
seller,. isinya paling Hermawan Kartajaya, Tung Desem
Waringin, lainnya itu sama dengan Bapak, artinya baru
menulis. Waktu pertama menulis sama belepotannya
dengan bapak dan saya,.
kalau tulisan masih ada sedikit belepotan, jangan
kecewa atau putus asa, namun hari gini begitu banyak
teman yang mampu mengedit tulisan Bapak,.
saya tahu dari pengalaman di Indo Pos, tulisan saya
amburadul, loncat-loncat,. diedit jadi kolom yang
menarik,.
lama kelamaan ya malu sama editor, disindir terus,
otomatis belajar bahasa yang baik dan benar,.
Jadi pak, menulis, bukan halangan bapak tidak bisa
menulis, asal bapak bisa berbicara (lewat telepon,
boleh asal bisa direkam).
langkah pertama apa?
Feeling,. coba bapak rasakan perasaan Bapak, pertajam
empati,. pikirkan kesulitan orang lain, kalau kita
sendiri yang sulit, nah lebih bagus, jadi pengalaman
langsung,.
pokoknya Pak, apa pengalaman yang perlu Bapak sharing
dg teman2 semua? tentu pengalaman yang berkesan,.
misalnya:
bangun pagi jam 4 pagi memandang Monas,.
pengalaman naik Busway,.
pengalaman kena giliran mati Listrik
pengalaman hubungan suami istri lolos dari arung jeram
perkawinan,.
pengalaman naik jabatan,.
pengalaman pengaruh senyum terhadap efektifitas
kerja,.
pengalaman melihat semut merah bikin jembatan,.
pengalaman Bapak melihat anak-anak ABG saat ini,.
dst.
dimulai dari sesuatu kita gak tahu ujung-ujungnya
Bapak jadi penerus Andre Wongso,.
Bapak Hermawan Kartajaya lagi mengumandangkan second
generation of Mark Plus,.
di Mark Plus banyak orang pinter, murid-muridnya Pak
Hermawan ada yang sudah jadi orang, misalnya: Handi
Irawan, dll.
oke Pak?
teruskan kepada:
- pengalaman hidup bahwa hidup adalah pilihan
- bagaimana cara bekerja yang efektif
- pengalaman menabung secara disiplin
- pengalaman membuat simple masalah,.
dll.
Bapak bisa membaca sharing pengalaman saya pada buku
yang diterbitkan Elex Media Komputindo:
1. MENJADI KAYA DENGAN HATI NURANI (beredar 16 April
2006)
2. MATA AIR UNTUK DAHAGA JIWAKU Perspektif baru
menuju Kecerdasan Spiritual dalam dunia bisnis (terbit
bulan depan).
biarkan hati anda menuntun pikiran anda untuk menulis,
jangan dibalik, pake pikiran,.,. kok jadi buntu?
salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2
From: Hadirin Suwandi Hadirin
Date: Wed Apr 12, 2006 8:24am
Subject: Balasan: Re: OOT: Mau menulis buku .... apa
saja yg harus dilakukan? hadirinsuwandi
Offline
Send Email
Invite to Yahoo! 360ยบ
Bapak Susanto,.
Untuk menulis buku memang nggak gampang, tapi bisa
dilakukan oleh semua orang
asalkan sebelum menulis ada niat yang kuat dahulu.
Kalau mau menulis kita harus
punya ide apa yang mau ditulis, ide -ide itu muncul
apabila kita banyak
pengetahuan, pengetahuan datang dari bermacam-macam
sumber, salah satunya dari
membaca. Untuk menjadi penulis yang baik kita harus
banyak-banyak membaca
terlebih dahulu karena dari membaca saja kita sudah
banyak mendapatkan ilmu
yang bisa kita tuangkan dalam tulisan kita nanti.Dari
membaca inilah kita bisa
menemukan bagaimana caranya menulis dengan bahasa
yang baik, tata cara menulis
yang baik dan kata-kata yang dapat menarik perhatian
pembaca dan mudah
dimengerti. Setelah punya ide apa yang mau ditulis dan
didukung dengan
pengetahuan yang kita dapat baru kita mulai menulis.
Langkah awal yg harus di tulis adalah satu huruf,
kalau bapak belum mau
menulis satu huruf ngga bakalan bapak akan bisa jadi
penulis. Karena dari satu
huruf inilah akan terbentuk kata, kalimat, paragraf
dan bab, baru nanti akan
jadi buku hasil karya bapak. Walaupun awalnya belum
baik tapi sudah jadi buku,
lama kelamaan akan jadi penulis yang handal.
Selamat mencoba dan menjadi penulis yang baik.
Salam
Hadirin suwandi
goenardjoadi
Susanto,.
caranya ada beberapa pak,.
pertama, tentukan tujuan Bapak menulis untuk apa?
untuk membantu
kesulitan orang-orang lain? untuk pegangan anak
cucu Bapak nanti
suatu saat kalau sudah besar?
rasakan urgencynya, maka ide Bapak akan keluar
seperti lahar gunung
berapi, rasakan penderitaan orang yang bingung
mengelola keuangan,
rasakan waktu Bapak mumet terperosok masalah
keuangan, rasakan
kemerdekaan setelah lolos dari lubang maut itu,.
kalau belum bisa menulis, bikin buku harian, di
buku kosong, atau di
tape recorder (yang kecil), atau di Ipod.
Bapak bisa bikin blog, sedikit demi sedikit,
biarkan mutiara-mutiara
batin bapak keluar sedikit demi sedikit, untuk
kepentingan orang-
orang lain yang kesulitan,
salam,
Goenardjoadi Goenawan
http://catatanseorangsahabat.blogspot.com/
Penulis buku "Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani"
Penerbit: Elex Media Komputindo April 2006
http://swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=3195&pageNum=2
--- In marketing_leadership-club@yahoogroups.com,
"mts1712"
>
> Rekan-rekan,
> Saya berniat untuk menulis buku mengenai
keuangan,
> cuma engga punya waktu dan belum terbiasa untuk
menulis.
> Apakah ada rekan2x yang pernah punya pengalaman
menulis buku?
> Tolong sharing dong.
>
> Gimana sebaiknya yang saya lakukan?
> Apakah saya harus mencari editor atau penulis
atau apa?
> Ada yang bisa merekomendasikan?
>
> Salam,
>
>
> Susanto.
>
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
Oleh: Ade Asep Syarifuddin
KATA masalah atau persoalan bagi sekelompok
orang merupakan kata yang "menakutkan".
Terbayang dalam pikirannya situasi yang tidak
menentu yang bisa mengganggu kenyamanan
dirinya. Tapi bagi sekelompok yang lainnya,
kata masalah disimbolkan sebagai sesuatu
peluang di dalam pikirannya, karena dengan
datangnya masalah berarti dirinya tengah
diuji dengan salah satu bentuk soal yang
harus dijawab.
Tingkat kesulitan soal tersebut menentukan
grade kita dalam salah satu mata kuliah
kehidupan ini. Semakin sulit, maka akan
semakin advanced level mentalitas kita dalam
hidup ini. Sementara bila masalahnya biasa-
biasa saja, sama saja dengan siswa SMA
mengerjakan soal-soal ujian anak kelas 6 SD.
Mudah dijawab, tapi tidak memberikan
peningkatan kualitas dirinya. Jadi, apa inti
masalah dalam sudut pandang orang-orang
sukses?
Kita tahu, sebilah pedang atau golok untuk
menjadi pedang yang indah dan tajam, awalnya
dari sebatang besi yang harus melalui proses
pemanasan dalam suhu yang sangat tinggi
sampai membara. Kemudian dipukul berkali-kali
sampai membentuk pedang. Tanpa dipanaskan,
tidak mungkin besi batangan akan menjadi
pedang yang indah dan tajam.
Demikian halnya peralatan rumah tangga yang
dibuat dari kayu jati yang indah. Apakah
kursi, buffet, mebeul, meja, awalnya adalah
kayu gelondongan yang tidak memiliki bentuk.
Oleh pengrajin digergaji, dibuang bagian-
bagian yang tidak bermanfaat, digosok-gosok
dengan ampelas sampai halus, diukir, dirakit
menjadi barang rumah tangga yang indah dan
mahal harganya. Bahan baku yang bagus,
pengolahan yang baik akan menghasilkan
kualitas yang bagus dan harganya yang tinggi.
Sementara bahan baku yang kurang baik,
pengolahannya asal-asalan, harganya juga bisa-
biasa saja.
Cerita di atas bisa juga diterapkan untuk
manusia. Bila kita ingin menjadi manusia yang
berkualiktas dengan harga tinggi, maka harus
berani membayar dengan harga tinggi pula
dalam melalui proses "pencetakan" SDM
berkualitas.
Anggap saja kita ibarat sepotong besi yang
belum memiliki bentuk, api yang membara
ratusan derajat celcius ibarat beratnya beban
persoalan hidup yang menghimpit dan terjadi
sehari-hari dan pedang yang bagus adalah
mentalitas matang, pantang menyerah dan
keterampilan yang tinggi dalam mengelola
hidup ini. Dengan demikian, bila ingin
menjadi manusia berkualitas maka secara
sengaja kita harus menceburkan diri ke dalam
lautan persoalan yang lebih banyak bukan
hanya persoalan-persoalan kecil yang datang
kepada kita-tapi sengaja kita mencari
persoalan tadi.
Dengan catatan, di tengah banyaknya persoalan
tadi kita mengurai benang persoalan satu per
satu sampai semuanya tuntas, dan tidak mundur
sebelum selesai. Setelah menyelesaikan
persoalan yang satu, cari lagi persoalan yang
lain yang lebih berat, demikian terus menerus
dilakukan tiada henti.
Bila mengacu kepada analogi di atas, ketika
terus menerus berlatih menyelesaikan
persoalan maka kita sudah memiliki pedang-
pedang yang tajam dalam jumlah banyak, golok,
kelewang, celurit atau bahkan senjata lainnya
untuk memudahkan jalannya hidup. Bagaimana
kalau kita tidak memiliki alat atau senjata
sementara kita hidup di tengah hutan
belantara? Bisa dibayangkan, kondisinya jauh
lebih sulit bila dibandingkan dengan memiliki
senjata yang lengkap.
Senjata dalam hidup memang tidak terlihat
seperti pedang. Tapi bisa dibedakan siapa
yang memiliki senjata yang lengkap dan siapa
yang tidak dalam mengarungi hidup ini ketika
benar-benar menghadapi situasi krusial.
Senjata-senjata manusia yang harus dimiliki
adalah, mentalitas pantang menyerah, ulet,
disiplin, kesabaran melalui proses, kejujuran
dalam berkata dan bersikap, optimis
menghadapi semua kondisi yang terlihat
menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Bila senjata-senjata itu terus dipelihara,
dipertajam, dan digunakan setiap saat, maka
manfaatnya akan langsung kita rasakan.
Sebaliknya, bila senjata-senjata yang
dimiliki tidak dimanfaatkan semaksimal
mungkin, bisa jadi akan menjadi karatan,
tumpul dan akhirnya menjadi besi biasa yang
hanya laku di mata tukang loak yang
berkeliling dari rumah ke rumah yang harganya
sangat-sangat murah.
Jadi, untuk apa mengeluh kalau menghadapi
persoalan. Lebih baik persoalan tersebut
diajak dialog, mengapa persoalan itu datang,
apakah manfaat yang menyertai persoalan
tersebut dan yang lebih penting lagi bagimana
solusi atau cara menyelesiakannya dan sisi
positif apa yang menyertai persoalan tadi.
Alhasil, bila persoalan dilihat dari sudut
pandang yang berbeda, maka akan memunculkan
kreatifitas yang cukup tinggi bagi si
penemunya. Mungkin Edison tidak akan
menemukan lampu pijar listrik kalau ia tidak
penasaran melakukan eksperimen. Kendaraan
tidak akan ditemukan kalau kita merasa puas
dengan jalan kaki atau naik kuda, dan lain-
lain.
Masalah, bagi orang kreatif dan positif
thinking adalah peluang. Karena dari sana
dituntut untuk menemukan jawaban untuk
mengatasinya. Berbeda dengan watak orang
pesimis, masalah yang datang bisa menciutkan
nyalinya untuk mencoba sesuatu yang lain yang
lebih menantang, atau masalah diibaratkan
sebagai penghalang untuk mencapai tujuannya.
Berbahagialah kalau dalam kehidupan sehari-
hari masih menjumpai masalah. Carilah hikmah
di balik sesuatu yang tidak mengenakkan.
Garam akan terasa asin kalau langsung
mengunyahnya, tapi akan melezatkan masakan
kalau komposisinya tepat oleh juru masak yang
lihai. Gula pun bila langsung dimakan akan
muncul sakit perut, tapi kalau dituang ke
dalam air panas ditambah sedikit teh atau
kopi, aromanya akan sangat menggoda.
Hidup ini lebih banyak dibutuhkan banyak seni
dalam menghadapinya. Tidak cukup hanya
mengetahui ilmu hidup. Seni artinya seperti
juru masak, satu jenis masakan dibutuhkan
garam yang banyak, tapi masakan yang lain
hanya butuh sedikit garam. Bagaimana kita
tahu apakah satu masakan butuh lebih banyak
garam daripada masakan lainnya? Banyak-
banyaklah belajar memasak, nanti Anda tahu
sendiri bagaimana menghasilkan masakan yang
lezat. Banyak-banyaklah mencoba resep-resep
yang ada kalau kita ingin menjadi juru masak
handal.
Kita adalah "juru masak" untuk kehidupan kita
sendiri. Kalau ingin mahir, maka harus sering
latihan mencoba resep-resep kehidupan ini
yang pernah dicoba orang lain. Karena belum
tentu resep orang lain yang bagus, akan
langsung bagus ketika dicoba hanya sekali
oleh kita.
Dibutuhkan latihan yang sering, terus menerus
sampai resep-resep tersebut terasa enak.
Bahkan tanpa disadari, suatu ketika, kita
akan menciptakan resep-resep baru, original
buatan kita sendiri yang akan diikuti dan
dicoba oleh ribuan orang. Bila resep kita
terbukti dirasakan enak oleh orang lain,
jangan kaget kalau banyak orang mencari kita
untuk berguru dan bertanya bagaimana sampai
resep tersebut terasa enak.(aas)
Sumber:
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
oleh Ade Asep Syarifuddin.
Ade Asep Syarifuddin adalah trainer yang
berbasiskan NLP, tulisan dan artikelnya
tersebar di berbagai media massa. Sehari-hari
ia adalah Editor in Chief dan General Manager
Harian Radar Banyumas
Oleh: Ade Asep Syarifuddin
KATA masalah atau persoalan bagi sekelompok
orang merupakan kata yang "menakutkan".
Terbayang dalam pikirannya situasi yang tidak
menentu yang bisa mengganggu kenyamanan
dirinya. Tapi bagi sekelompok yang lainnya,
kata masalah disimbolkan sebagai sesuatu
peluang di dalam pikirannya, karena dengan
datangnya masalah berarti dirinya tengah
diuji dengan salah satu bentuk soal yang
harus dijawab.
Tingkat kesulitan soal tersebut menentukan
grade kita dalam salah satu mata kuliah
kehidupan ini. Semakin sulit, maka akan
semakin advanced level mentalitas kita dalam
hidup ini. Sementara bila masalahnya biasa-
biasa saja, sama saja dengan siswa SMA
mengerjakan soal-soal ujian anak kelas 6 SD.
Mudah dijawab, tapi tidak memberikan
peningkatan kualitas dirinya. Jadi, apa inti
masalah dalam sudut pandang orang-orang
sukses?
Kita tahu, sebilah pedang atau golok untuk
menjadi pedang yang indah dan tajam, awalnya
dari sebatang besi yang harus melalui proses
pemanasan dalam suhu yang sangat tinggi
sampai membara. Kemudian dipukul berkali-kali
sampai membentuk pedang. Tanpa dipanaskan,
tidak mungkin besi batangan akan menjadi
pedang yang indah dan tajam.
Demikian halnya peralatan rumah tangga yang
dibuat dari kayu jati yang indah. Apakah
kursi, buffet, mebeul, meja, awalnya adalah
kayu gelondongan yang tidak memiliki bentuk.
Oleh pengrajin digergaji, dibuang bagian-
bagian yang tidak bermanfaat, digosok-gosok
dengan ampelas sampai halus, diukir, dirakit
menjadi barang rumah tangga yang indah dan
mahal harganya. Bahan baku yang bagus,
pengolahan yang baik akan menghasilkan
kualitas yang bagus dan harganya yang tinggi.
Sementara bahan baku yang kurang baik,
pengolahannya asal-asalan, harganya juga bisa-
biasa saja.
Cerita di atas bisa juga diterapkan untuk
manusia. Bila kita ingin menjadi manusia yang
berkualiktas dengan harga tinggi, maka harus
berani membayar dengan harga tinggi pula
dalam melalui proses "pencetakan" SDM
berkualitas.
Anggap saja kita ibarat sepotong besi yang
belum memiliki bentuk, api yang membara
ratusan derajat celcius ibarat beratnya beban
persoalan hidup yang menghimpit dan terjadi
sehari-hari dan pedang yang bagus adalah
mentalitas matang, pantang menyerah dan
keterampilan yang tinggi dalam mengelola
hidup ini. Dengan demikian, bila ingin
menjadi manusia berkualitas maka secara
sengaja kita harus menceburkan diri ke dalam
lautan persoalan yang lebih banyak bukan
hanya persoalan-persoalan kecil yang datang
kepada kita-tapi sengaja kita mencari
persoalan tadi.
Dengan catatan, di tengah banyaknya persoalan
tadi kita mengurai benang persoalan satu per
satu sampai semuanya tuntas, dan tidak mundur
sebelum selesai. Setelah menyelesaikan
persoalan yang satu, cari lagi persoalan yang
lain yang lebih berat, demikian terus menerus
dilakukan tiada henti.
Bila mengacu kepada analogi di atas, ketika
terus menerus berlatih menyelesaikan
persoalan maka kita sudah memiliki pedang-
pedang yang tajam dalam jumlah banyak, golok,
kelewang, celurit atau bahkan senjata lainnya
untuk memudahkan jalannya hidup. Bagaimana
kalau kita tidak memiliki alat atau senjata
sementara kita hidup di tengah hutan
belantara? Bisa dibayangkan, kondisinya jauh
lebih sulit bila dibandingkan dengan memiliki
senjata yang lengkap.
Senjata dalam hidup memang tidak terlihat
seperti pedang. Tapi bisa dibedakan siapa
yang memiliki senjata yang lengkap dan siapa
yang tidak dalam mengarungi hidup ini ketika
benar-benar menghadapi situasi krusial.
Senjata-senjata manusia yang harus dimiliki
adalah, mentalitas pantang menyerah, ulet,
disiplin, kesabaran melalui proses, kejujuran
dalam berkata dan bersikap, optimis
menghadapi semua kondisi yang terlihat
menyenangkan dan tidak menyenangkan.
Bila senjata-senjata itu terus dipelihara,
dipertajam, dan digunakan setiap saat, maka
manfaatnya akan langsung kita rasakan.
Sebaliknya, bila senjata-senjata yang
dimiliki tidak dimanfaatkan semaksimal
mungkin, bisa jadi akan menjadi karatan,
tumpul dan akhirnya menjadi besi biasa yang
hanya laku di mata tukang loak yang
berkeliling dari rumah ke rumah yang harganya
sangat-sangat murah.
Jadi, untuk apa mengeluh kalau menghadapi
persoalan. Lebih baik persoalan tersebut
diajak dialog, mengapa persoalan itu datang,
apakah manfaat yang menyertai persoalan
tersebut dan yang lebih penting lagi bagimana
solusi atau cara menyelesiakannya dan sisi
positif apa yang menyertai persoalan tadi.
Alhasil, bila persoalan dilihat dari sudut
pandang yang berbeda, maka akan memunculkan
kreatifitas yang cukup tinggi bagi si
penemunya. Mungkin Edison tidak akan
menemukan lampu pijar listrik kalau ia tidak
penasaran melakukan eksperimen. Kendaraan
tidak akan ditemukan kalau kita merasa puas
dengan jalan kaki atau naik kuda, dan lain-
lain.
Masalah, bagi orang kreatif dan positif
thinking adalah peluang. Karena dari sana
dituntut untuk menemukan jawaban untuk
mengatasinya. Berbeda dengan watak orang
pesimis, masalah yang datang bisa menciutkan
nyalinya untuk mencoba sesuatu yang lain yang
lebih menantang, atau masalah diibaratkan
sebagai penghalang untuk mencapai tujuannya.
Berbahagialah kalau dalam kehidupan sehari-
hari masih menjumpai masalah. Carilah hikmah
di balik sesuatu yang tidak mengenakkan.
Garam akan terasa asin kalau langsung
mengunyahnya, tapi akan melezatkan masakan
kalau komposisinya tepat oleh juru masak yang
lihai. Gula pun bila langsung dimakan akan
muncul sakit perut, tapi kalau dituang ke
dalam air panas ditambah sedikit teh atau
kopi, aromanya akan sangat menggoda.
Hidup ini lebih banyak dibutuhkan banyak seni
dalam menghadapinya. Tidak cukup hanya
mengetahui ilmu hidup. Seni artinya seperti
juru masak, satu jenis masakan dibutuhkan
garam yang banyak, tapi masakan yang lain
hanya butuh sedikit garam. Bagaimana kita
tahu apakah satu masakan butuh lebih banyak
garam daripada masakan lainnya? Banyak-
banyaklah belajar memasak, nanti Anda tahu
sendiri bagaimana menghasilkan masakan yang
lezat. Banyak-banyaklah mencoba resep-resep
yang ada kalau kita ingin menjadi juru masak
handal.
Kita adalah "juru masak" untuk kehidupan kita
sendiri. Kalau ingin mahir, maka harus sering
latihan mencoba resep-resep kehidupan ini
yang pernah dicoba orang lain. Karena belum
tentu resep orang lain yang bagus, akan
langsung bagus ketika dicoba hanya sekali
oleh kita.
Dibutuhkan latihan yang sering, terus menerus
sampai resep-resep tersebut terasa enak.
Bahkan tanpa disadari, suatu ketika, kita
akan menciptakan resep-resep baru, original
buatan kita sendiri yang akan diikuti dan
dicoba oleh ribuan orang. Bila resep kita
terbukti dirasakan enak oleh orang lain,
jangan kaget kalau banyak orang mencari kita
untuk berguru dan bertanya bagaimana sampai
resep tersebut terasa enak.(aas)
Sumber:
Menceburkan Diri ke Dalam Lautan Masalah
oleh Ade Asep Syarifuddin.
Ade Asep Syarifuddin adalah trainer yang
berbasiskan NLP, tulisan dan artikelnya
tersebar di berbagai media massa. Sehari-hari
ia adalah Editor in Chief dan General Manager
Harian Radar Banyumas
Startegic Marketing
Oten Prabowo
Sesi 1 dari Startegic Marketing
Market-Driven Strategy and Why is it Important?
“Without strategy the organization is like a ship without a rudder” Joel Ross and Michael Kami artinya perusahaan yang tidak mempunyai strategi, merupakan sebuah kapal tanpa kemudi .
Setiap orang yang ada di kapal tsb yang diidentikkan dengan pemimpin akan bergerak sesuai keinginannya sehingga kapal / perusahaan akan bingung mengarahkan dan akhirnya tidak bisa maju-maju karena arahnya tidak sama. Arah suatu perusahaan harus ditentukan oleh top management sehingga semua resources yang ada akan diarahkan untuk mencapai arah atau tujuan perusahaan yang merupakan visi dan misi perusahaan. Resources ini dapat berupa waktu, uang, asset, pikiran, pegawai dsb.
Strategi itu terdiri dari kombinasi dari competitive moves dan business approaches yang digunakan oleh manager untuk menjalankan perusahaan. Competitevs moves dapat dianalogikan dengan asal mulanya foto dimana dulu orang foto dengan kamera yang memakai film sebagai media. Setelah diproses yang memakan waktu lama dimulai dari cuci foto, bikin klise dan cetak sesuai ukuran yang kita mau sehingga tempat penyimpanan foto dam klise tsb. Hal tsb membikin repot dan orang berpikir setelah adanya era komputer dapatkah digital tsb dimanfaatkan. Mulailah orang berpikir apakah photography dapat dijadikan digital. Setelah riset yang cukup lama mulailah keluar Digital Camera – prosumer dengan 1 mega pixel tapi harganya cukup mahal. Lalu dikembangkan Digital Camera dengan SLR pun (dengan lensa yang dapat diganti) tapi harganya masih mahal sekali. Tapi sekarang ini kamera digital prosumer mempunyai minimal 3 mega pixel. Competites moves dimulai dari teori convergence yang arahnya bersatu dalam satu tempat. Sekitar tahun 1980 an, perkembangan handphone (hp) yang dimulai dari hp Motorola yang segede batu bata dimana barang tsb dapat ditenteng oleh orang seperti menenteng koper saja dan harganya sangat mahal tapi gengsinya yang selangit karena tidak semua orang dapat membeli barang tsb.
Nokia mulai mengembangkan hp tsb menjadi kecil yang mudah digengam. Tapi setelah perkembangan kecil tsb ada batasnya, mulailah merambah ke penambahan fitur yaitu kamera agar hp tsb jadi fashionable. Sekarang ini kamera digital bukan bersaing sesama pabrik kamera digital seperti Canon, Nikon dll tapi bersaing juga dengan handphone, pda dll
Adanya business approach yang membikin konsorsium yang membatasi besarnya pixel dengan pembagian sbb: kamera digital prosumer harus diatas 3 mega pixel dan dibawahnya hanya dipakai oleh hp dan pda. Tapi rumornya, Samsung sdh siap hp dengan hp yang mempunyai fitur 5 Mpixel.
Beberapa Game plan dari manager adalah sbb:
Menarik dan menyenangkan pelanggan
Mengawasi posisi di pasar
Memenangkan persaingan
Tumbuhkan business
Ciptakan Competitive Advantages and pertahankan
Mencapai target financial yang objektif
Adakah Startegi yang anda siapkan dalam kehidupan pribadimu?
Mungkin anda bias merenung sejenak…………….
sebelum melanjutkan membaca…….
Strategi pribadi saya yang berhasil adalah menikah dan mempunyai dua anak bisa laki atau perempuan tapi Tuhan telah memberikan yang terbaik yaitu anak lelaki yang pertama yang sekarang berumur 15 tahun dan perempuan yang kedua yang telah berumur 11 tahun. Selisih 4 tahun merupakan hasil kompromi kita berdua karena kalau satu tahun atau dua tahun terlalu berat untuk wanita untuk memulihkan tenaganya dan merawat anak balita tapi klu 3 tahun sudah cocok tapi bila kita pikiran di masa yang akan dating dimana bayaran uang pangkal sekolah karena pas satu anak masuk sma dan satunya masuk smp yang berarti uangnya harus disediakan berlipat untuk bayar uang pangkal. Jadi dipilihlah 4 tahun dan Tuhan memberkatinya akan strategi ini. Idenya sederhana walaupun pada saat itu krisis belum terjadi sekitar tahun 1991.
Bagaimana mendefinisikan Strategi Perusahaan
- bagaimana menyenangkan pelanggan (how to please customers)
- bagaimana merespon untuk mengubah kondisi market (how to respond to changing market conditions)
- bagaimana memenangkan persaingan (how to outcome rivals)
- bagaimana menumbuhkan businesshow ( to grow the business)
- bagaimana menciptakan Competitive Advantages dan mempertahankannya (how to create Competitive Advantages and sustain)
- bagaimana mengatur setiap fungsi dari business dan mengembangkan kemampuan orgnisasi yang diperlukan (needed organizational capabilities) (how to manage each functional pieces of business and develop needed organixzattional capabilities)
- bagaimana mencapai target dan financial objektif (how to achieve strategic and financial objectives)
Di Manajamen Pemasaran dikenal 6 konsep pemasaran yaitu:
Production Concept dimana produk secara banyak diproduksi dan harga produk tidak mahal tanpa ada usaha unutk memasarkannya. contoh: produksi ikan asin sampai sekarang diproduksi.
Product Concept dimana produksi dikeluarkan dengan kualitas yang terbaik, kemampuan dan fitur yang innovatif. contoh: produksi buku tulis.
Selling Concept dimana penjualan dilakukan secara agresif dan adanya usaha promosi contoh: penjualan Mobil Ford dimasa lampau dimana penjualan dilakukan secara agresif tapi ketika orang memilih warna tapi mobil yang keluar dari pabrik tetap hitam.
Marketing Concept dimana efektif menciptakan, mengirim dan mengkomunikasikan customer value. contoh ketika Pak Tirto Utomo mencoba mengeluarkan konsep marketing yang sampai sekarang kelihatan hasilnya yaitu air yang dikemas dengan konsep yang menarik bahwa air tsb merupakan air dari sumber air di pegunungan yang jernih, segar dan bebas polusi. Ini berbeda kalau dibilang air dari sumber air di Glodok . Pasti engga laku karena Glodok identik dengan ruwet, macet dan polusi. Ide ini terbetik ketika pengalamannya sebagai orang yang kerja di Pertamina yang sering mendapat kunjungan dari orang2 luar negeri yang selalu merasakan sakit perut kalau meminum air di Indonesia, mungkin karena air sumur / tidak standard cara memasaknya atau alat masaknya tidak steril.
Customer concept dimana membentuk penawran yang produk/ service yang special untuk pelanggan individu contoh bisnis sepatu boot yang kesannya individual dimana orang tsb di ukur agar dipakainya enak, comfort berikut fashionable dan salah satu pelanggannya dalah aktris Cornelia Agatha
Socail marketing Comncept dimana fokusnya adalah need / want dari target market dan mengeluarkan superior customer value dalam aspek social yang panjang. Contoh Bila anda sering jalan di Mal ternyata ada suatu toko yang sangat menarik perhatian saya dimana Annita Rodick sangat mementingkan aspek produksi barangnya secara natural dan sangat menentang test dengan binatang (against animal testing) … apa nama tokonya…… betul tebakan anda bahwa nama tokonya adalah Body Shop yang sudah menyebar di puluhan negara dan ratusan toko
Sesi 1 dari Startegic Marketing
Market-Driven Strategy and Why is it Important?
“Without strategy the organization is like a ship without a rudder” Joel Ross and Michael Kami artinya perusahaan yang tidak mempunyai strategi, merupakan sebuah kapal tanpa kemudi .
Setiap orang yang ada di kapal tsb yang diidentikkan dengan pemimpin akan bergerak sesuai keinginannya sehingga kapal / perusahaan akan bingung mengarahkan dan akhirnya tidak bisa maju-maju karena arahnya tidak sama. Arah suatu perusahaan harus ditentukan oleh top management sehingga semua resources yang ada akan diarahkan untuk mencapai arah atau tujuan perusahaan yang merupakan visi dan misi perusahaan. Resources ini dapat berupa waktu, uang, asset, pikiran, pegawai dsb.
Strategi itu terdiri dari kombinasi dari competitive moves dan business approaches yang digunakan oleh manager untuk menjalankan perusahaan. Competitevs moves dapat dianalogikan dengan asal mulanya foto dimana dulu orang foto dengan kamera yang memakai film sebagai media. Setelah diproses yang memakan waktu lama dimulai dari cuci foto, bikin klise dan cetak sesuai ukuran yang kita mau sehingga tempat penyimpanan foto dam klise tsb. Hal tsb membikin repot dan orang berpikir setelah adanya era komputer dapatkah digital tsb dimanfaatkan. Mulailah orang berpikir apakah photography dapat dijadikan digital. Setelah riset yang cukup lama mulailah keluar Digital Camera – prosumer dengan 1 mega pixel tapi harganya cukup mahal. Lalu dikembangkan Digital Camera dengan SLR pun (dengan lensa yang dapat diganti) tapi harganya masih mahal sekali. Tapi sekarang ini kamera digital prosumer mempunyai minimal 3 mega pixel. Competites moves dimulai dari teori convergence yang arahnya bersatu dalam satu tempat. Sekitar tahun 1980 an, perkembangan handphone (hp) yang dimulai dari hp Motorola yang segede batu bata dimana barang tsb dapat ditenteng oleh orang seperti menenteng koper saja dan harganya sangat mahal tapi gengsinya yang selangit karena tidak semua orang dapat membeli barang tsb.
Nokia mulai mengembangkan hp tsb menjadi kecil yang mudah digengam. Tapi setelah perkembangan kecil tsb ada batasnya, mulailah merambah ke penambahan fitur yaitu kamera agar hp tsb jadi fashionable. Sekarang ini kamera digital bukan bersaing sesama pabrik kamera digital seperti Canon, Nikon dll tapi bersaing juga dengan handphone, pda dll
Adanya business approach yang membikin konsorsium yang membatasi besarnya pixel dengan pembagian sbb: kamera digital prosumer harus diatas 3 mega pixel dan dibawahnya hanya dipakai oleh hp dan pda. Tapi rumornya, Samsung sdh siap hp dengan hp yang mempunyai fitur 5 Mpixel.
Beberapa Game plan dari manager adalah sbb:
Menarik dan menyenangkan pelanggan
Mengawasi posisi di pasar
Memenangkan persaingan
Tumbuhkan business
Ciptakan Competitive Advantages and pertahankan
Mencapai target financial yang objektif
Adakah Startegi yang anda siapkan dalam kehidupan pribadimu?
Mungkin anda bias merenung sejenak…………….
sebelum melanjutkan membaca…….
Strategi pribadi saya yang berhasil adalah menikah dan mempunyai dua anak bisa laki atau perempuan tapi Tuhan telah memberikan yang terbaik yaitu anak lelaki yang pertama yang sekarang berumur 15 tahun dan perempuan yang kedua yang telah berumur 11 tahun. Selisih 4 tahun merupakan hasil kompromi kita berdua karena kalau satu tahun atau dua tahun terlalu berat untuk wanita untuk memulihkan tenaganya dan merawat anak balita tapi klu 3 tahun sudah cocok tapi bila kita pikiran di masa yang akan dating dimana bayaran uang pangkal sekolah karena pas satu anak masuk sma dan satunya masuk smp yang berarti uangnya harus disediakan berlipat untuk bayar uang pangkal. Jadi dipilihlah 4 tahun dan Tuhan memberkatinya akan strategi ini. Idenya sederhana walaupun pada saat itu krisis belum terjadi sekitar tahun 1991.
Bagaimana mendefinisikan Strategi Perusahaan
- bagaimana menyenangkan pelanggan (how to please customers)
- bagaimana merespon untuk mengubah kondisi market (how to respond to changing market conditions)
- bagaimana memenangkan persaingan (how to outcome rivals)
- bagaimana menumbuhkan businesshow ( to grow the business)
- bagaimana menciptakan Competitive Advantages dan mempertahankannya (how to create Competitive Advantages and sustain)
- bagaimana mengatur setiap fungsi dari business dan mengembangkan kemampuan orgnisasi yang diperlukan (needed organizational capabilities) (how to manage each functional pieces of business and develop needed organixzattional capabilities)
- bagaimana mencapai target dan financial objektif (how to achieve strategic and financial objectives)
Di Manajamen Pemasaran dikenal 6 konsep pemasaran yaitu:
Production Concept dimana produk secara banyak diproduksi dan harga produk tidak mahal tanpa ada usaha unutk memasarkannya. contoh: produksi ikan asin sampai sekarang diproduksi.
Product Concept dimana produksi dikeluarkan dengan kualitas yang terbaik, kemampuan dan fitur yang innovatif. contoh: produksi buku tulis.
Selling Concept dimana penjualan dilakukan secara agresif dan adanya usaha promosi contoh: penjualan Mobil Ford dimasa lampau dimana penjualan dilakukan secara agresif tapi ketika orang memilih warna tapi mobil yang keluar dari pabrik tetap hitam.
Marketing Concept dimana efektif menciptakan, mengirim dan mengkomunikasikan customer value. contoh ketika Pak Tirto Utomo mencoba mengeluarkan konsep marketing yang sampai sekarang kelihatan hasilnya yaitu air yang dikemas dengan konsep yang menarik bahwa air tsb merupakan air dari sumber air di pegunungan yang jernih, segar dan bebas polusi. Ini berbeda kalau dibilang air dari sumber air di Glodok . Pasti engga laku karena Glodok identik dengan ruwet, macet dan polusi. Ide ini terbetik ketika pengalamannya sebagai orang yang kerja di Pertamina yang sering mendapat kunjungan dari orang2 luar negeri yang selalu merasakan sakit perut kalau meminum air di Indonesia, mungkin karena air sumur / tidak standard cara memasaknya atau alat masaknya tidak steril.
Customer concept dimana membentuk penawran yang produk/ service yang special untuk pelanggan individu contoh bisnis sepatu boot yang kesannya individual dimana orang tsb di ukur agar dipakainya enak, comfort berikut fashionable dan salah satu pelanggannya dalah aktris Cornelia Agatha
Socail marketing Comncept dimana fokusnya adalah need / want dari target market dan mengeluarkan superior customer value dalam aspek social yang panjang. Contoh Bila anda sering jalan di Mal ternyata ada suatu toko yang sangat menarik perhatian saya dimana Annita Rodick sangat mementingkan aspek produksi barangnya secara natural dan sangat menentang test dengan binatang (against animal testing) … apa nama tokonya…… betul tebakan anda bahwa nama tokonya adalah Body Shop yang sudah menyebar di puluhan negara dan ratusan toko
Bukan Warna Yang Membuat Balon Itu Terbang….
Bukan Warna Yang Membuat Balon Itu Terbang….
Sore itu dedepan sebuah taman, yang hijau oleh rumput dan rindangnya pepohonan, Semilir angin dan sorot matahari yg sudah lembut membuat senang dan ramai sekali anak-anak bermain.
Sebagian anak tampak berlari lari-lari dan sebagian bermain balon.
Terlihat kerumunan anak-anak membeli balon, atau biasa disebut balon gas, balon udara atau balon terbang.
Ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau dan lain-lain .Si Abang Pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki sore itu dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yg tersisa hanya warna hitam, datanglah seorang anak yg berniat membeli balon, si anak tersebut bertanya? “Bang, ..aku inginnya balon yang warna merah, sudah habis ya?, wah adanya cuma balon warna hitam ya?, apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga.?, si anak tersebut bertanya dengan polosnya..
Si Abang dengan senyum dan santun menjawab.”ya pasti bisa terbang dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu ”isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa terbang.."
hmm...sama halnya seperti kehidupan kita ini, siapapun kita pasti bisa, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya.
Karena bukan tampilan luar atau fisik yang membuat kita bisa "terbang", tetapi karena “isi” didalam kita yang membuat kita bisa "terbang"
Jadi…bagi yang tampilan luarnya atau fisiknya masih kurang ok, tampang kurang cakep, kurang cantik, atau “semampai” semeter tak sampai, kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua.
Ataupun karena kita keturunan orang miskin, atau ekonomi pas-pasan , kita berasal dari orang yang biasa saja dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”?, jangan takut ya karena kita pasti bisa “terbang”, karena isi didiri kita yang membuat bisa "terbang".
Isi diri kita dengan pengetahuan, keuletan, kerjakeras, disiplin dan kesabaran..dan hal-hal lain yg membuat isi didiri kita layak untuk terbang, kita pasti bisa!
ayooo kita "terbang.."
Sore itu dedepan sebuah taman, yang hijau oleh rumput dan rindangnya pepohonan, Semilir angin dan sorot matahari yg sudah lembut membuat senang dan ramai sekali anak-anak bermain.
Sebagian anak tampak berlari lari-lari dan sebagian bermain balon.
Terlihat kerumunan anak-anak membeli balon, atau biasa disebut balon gas, balon udara atau balon terbang.
Ada yang membeli warna merah, warna kuning, warna hijau dan lain-lain .Si Abang Pedagang balon ini sepertinya lagi kebanjiran rezeki sore itu dan ketika balonnya sudah hampir habis dan yg tersisa hanya warna hitam, datanglah seorang anak yg berniat membeli balon, si anak tersebut bertanya? “Bang, ..aku inginnya balon yang warna merah, sudah habis ya?, wah adanya cuma balon warna hitam ya?, apakah balon warna yang hitam bisa terbang juga.?, si anak tersebut bertanya dengan polosnya..
Si Abang dengan senyum dan santun menjawab.”ya pasti bisa terbang dong Nak, karena bukan warna yang membuat balon itu terbang, tapi sesuatu ”isi” didalamnya”.. yang membuat balon itu bisa terbang.."
hmm...sama halnya seperti kehidupan kita ini, siapapun kita pasti bisa, “terbang” untuk mencapai impian yg diinginkannya.
Karena bukan tampilan luar atau fisik yang membuat kita bisa "terbang", tetapi karena “isi” didalam kita yang membuat kita bisa "terbang"
Jadi…bagi yang tampilan luarnya atau fisiknya masih kurang ok, tampang kurang cakep, kurang cantik, atau “semampai” semeter tak sampai, kurus atau “overweight”, terlalu “item”, kurang kuat, terlalu muda, terlalu tua.
Ataupun karena kita keturunan orang miskin, atau ekonomi pas-pasan , kita berasal dari orang yang biasa saja dan hal-hal lain yang tampak luarnya “kurang”?, jangan takut ya karena kita pasti bisa “terbang”, karena isi didiri kita yang membuat bisa "terbang".
Isi diri kita dengan pengetahuan, keuletan, kerjakeras, disiplin dan kesabaran..dan hal-hal lain yg membuat isi didiri kita layak untuk terbang, kita pasti bisa!
ayooo kita "terbang.."
10 sikap Hidup
ni saya share postingan dari Milist tetangga, barangkali bermanfaat....
10 sikap Hidup
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yg belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yg Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in your mind.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yg Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
5. Tidurlah dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri u/ menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present".
8. Jadilah Pendengar Yg Baik.
Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dgn kegiatan2x positif.
10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yg akan membawa Anda pada hal-hal besar.
Sekecil apapun karunia yg Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & selalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur
have a nice day...
10 sikap Hidup
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yg belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yg Anda kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi ! It's all only in your mind.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yg disimpan hanya akan menyedot energi diri Anda & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !!
3. Berhentilah Mengeluh.
Mengeluh berarti selalu tak menerima apa yg Ada saat ini, secara tak sadar Anda membawa-bawa beban negatif.
4. Bila Ada Masalah, Selesaikan Satu Persatu.
Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu.
5. Tidurlah dengan Nyenyak.
Semua masalah tak perlu dibawa tidur. Hal tersebut buruk & tak sehat, biasakanlah tidur dgn nyaman.
6. Jauhi Urusan Orang Lain.
Biarkan masalah orang lain menjadi urusan mereka sendiri. Mereka memiliki cara sendiri u/ menangani setiap masalahnya.
7. Hiduplah Pada Saat ini, Bukan Masa Lalu.
Nikmati masa lalu sebagai kenangan, Jangan tergantung padanya. Konsentrasilah hidupmu pada kejadian saat ini, karena apa yg Anda miliki adalah saat ini, bukan kemarin, bukan besok. "Be totally present".
8. Jadilah Pendengar Yg Baik.
Saat menjadi pendengar, Anda belajar & mendapatkan ide-ide baru berbeda dari org lain.
9. Berpikirlah Positif.
Rasa frustasi datang dari pikiran negatif. Kembalilah berpikir positif. Bertemanlah dgn orang2x yg berpikiran positif & terlibatlah dgn kegiatan2x positif.
10. Bersyukurlah.
Bersyukurlah atas hal-hal kecil yg akan membawa Anda pada hal-hal besar.
Sekecil apapun karunia yg Anda terima, akan menghasilkan hal-hal besar & selalu membawa Anda kepada Kebahagiaan saat Anda bersyukur
have a nice day...
"How to Talk Well"
tah Ieu aya postingan, kumaha dengan kita...?
James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain...
Apa yang kita tanam, itulah yg kita petik kelak..
James Bender dalam bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], menyebutkan sebuah cerita tentang seorang petani yang menanam jagung unggulan dan sering kali memenangkan penghargaan petani dengan jagung terbaik sepanjang musim.
Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan menggali rahasia kesuksesan petani tersebut.
Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.
"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.
"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.
Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.
Dalam kehidupan, mereka yang ingin menikmati kebaikan, harus memulai dengan menabur kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Jika Anda ingin bahagia, Anda harus menabur kebahagiaan untuk orang lain. Jika Anda ingin hidup dengan kemakmuran, maka Anda harus berusaha meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar Anda.
Anda tidak akan mungkin menjadi ketua tim yang hebat, jika Anda tidak berhasil meng-upgrade masing-masing anggota tim Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.
Orang Cerdas sejatinya adalah orang yang mencerdaskan orang lain, begitu pula orang yang baik adalah orang yang mau membaikkan orang lain...
Apa yang kita tanam, itulah yg kita petik kelak..
Sudut Pandang...
Alkisah, ada seorang Pengusaha fashion Wendy namanya. Sedang melakukan expansi pasar ke suatu daerah yang agak sulit, masih tertinggal dan jauh dari kota.
Maka diutuslah seorang anak buahnya sebut saja Alex namanya.
Sesampaikan di lokasi Alex melihat kondisi daerah tersebut memang penduduknya masih tertinggal dan belum menggunakan pakaian sebagaimana biasa, alias "gak pake baju".
Alex kecewa karena dia berfikir "gimana mau nawarin baju?,lha wong penduduknya aja gak pada pake baju", Akhirnya dia minta dipulangkan saja.
Lalu bos nya bertanya "kenapa mau pulang?,
Jawab alex "Tak mungkin expansi pasar'
Bosnya tanya lagi: kenapa?
Jawan Alex : "mereka gak pake baju".
Akhirnya Alex dipulangkan.
Karena penasaran dengan kondisi disana maka dikirimlah anak buah berikutnya, Dodi namanya, setelah sampe di sana betapa terkejutnya dan gembiranya Dodi,
"yes.!,inilah pangsa pasar saya, saya harus jadi yg pertama mamasarkannya disini.
Disini masyarakatnya belum pake baju, berarti saya bisa expansi disini, saya bisa mengedukasi masyarakat sini untuk menyadarkan bagaimana penting dan bermanfaatnya dengan memakai baju.
Maka Dodi langsung telpon bosnya"
"bos, eike dapat pasar bagus neh.."
"Tolong segera dikirimkan baju-baju sebanyak mungkin"
"Kita mau segera melakukan penjualan dan expansi pasar disini".
Lalu bos nya tanya; oh, emang lokasinya gimana?
Dodi menjawab " disini lokasi yang tepat untuk expansi pasar, bagus banget!,
Bosnya tanya lagi: "kenapa?
Dodi dengan antusias menjawab "mereka gak pake baju!"
Dari kisah diatas, dapat diliat dari bahwa "masalah yang sama" jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda maka akan menghasilkan keputusan yang berbeda,
Kenapa kok bisa..?
Dari sudut pandang yang berbeda, maka akan menghasilkan pemikiran yg berbeda, dari pemikiran yg berbeda maka tindakannya akan berbeda pula, Karena tindakan berbeda maka hasilnya pun akan berbeda,
Sudut pandang pertama, seorang Alex adalah sudut pandang "pesimis", hanya kondisinya seperti itu maka dia menganggap selamaya akan terus seperti itu.
Sedangkan sudut pandang kedua atau sudut pandang Dodi adalah sudut pandang "Optimis".
Dia yakin ini adalah keadaan "sementara" dan akan dapat berubah seandainya ia sedikit utk berusaha.
Dalam hidup ini pun sama, dalam Rumahtangga, berteman, bermasyarakat, bertetangga, bekerja, ber wirausaha pasti selalu saja ada masalah.
Jangan anggap orang lain tak ada masalah.
Orang yg sukses pastilah orang orang yg telah banyak sekali menyelesaikan masalah-masalah.
Saya yakin masalah mereka jauh lebih banyak dan lebih komplek daripada kita.
Jadi sudut. Pandang mana yg akan kita ambil?..(teu langkung pribados..?)
Note : ceritanya hanya fiktif belaka, jika ada nama yg sama hanyalah kebetulan semata...piss..
Maka diutuslah seorang anak buahnya sebut saja Alex namanya.
Sesampaikan di lokasi Alex melihat kondisi daerah tersebut memang penduduknya masih tertinggal dan belum menggunakan pakaian sebagaimana biasa, alias "gak pake baju".
Alex kecewa karena dia berfikir "gimana mau nawarin baju?,lha wong penduduknya aja gak pada pake baju", Akhirnya dia minta dipulangkan saja.
Lalu bos nya bertanya "kenapa mau pulang?,
Jawab alex "Tak mungkin expansi pasar'
Bosnya tanya lagi: kenapa?
Jawan Alex : "mereka gak pake baju".
Akhirnya Alex dipulangkan.
Karena penasaran dengan kondisi disana maka dikirimlah anak buah berikutnya, Dodi namanya, setelah sampe di sana betapa terkejutnya dan gembiranya Dodi,
"yes.!,inilah pangsa pasar saya, saya harus jadi yg pertama mamasarkannya disini.
Disini masyarakatnya belum pake baju, berarti saya bisa expansi disini, saya bisa mengedukasi masyarakat sini untuk menyadarkan bagaimana penting dan bermanfaatnya dengan memakai baju.
Maka Dodi langsung telpon bosnya"
"bos, eike dapat pasar bagus neh.."
"Tolong segera dikirimkan baju-baju sebanyak mungkin"
"Kita mau segera melakukan penjualan dan expansi pasar disini".
Lalu bos nya tanya; oh, emang lokasinya gimana?
Dodi menjawab " disini lokasi yang tepat untuk expansi pasar, bagus banget!,
Bosnya tanya lagi: "kenapa?
Dodi dengan antusias menjawab "mereka gak pake baju!"
Dari kisah diatas, dapat diliat dari bahwa "masalah yang sama" jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda maka akan menghasilkan keputusan yang berbeda,
Kenapa kok bisa..?
Dari sudut pandang yang berbeda, maka akan menghasilkan pemikiran yg berbeda, dari pemikiran yg berbeda maka tindakannya akan berbeda pula, Karena tindakan berbeda maka hasilnya pun akan berbeda,
Sudut pandang pertama, seorang Alex adalah sudut pandang "pesimis", hanya kondisinya seperti itu maka dia menganggap selamaya akan terus seperti itu.
Sedangkan sudut pandang kedua atau sudut pandang Dodi adalah sudut pandang "Optimis".
Dia yakin ini adalah keadaan "sementara" dan akan dapat berubah seandainya ia sedikit utk berusaha.
Dalam hidup ini pun sama, dalam Rumahtangga, berteman, bermasyarakat, bertetangga, bekerja, ber wirausaha pasti selalu saja ada masalah.
Jangan anggap orang lain tak ada masalah.
Orang yg sukses pastilah orang orang yg telah banyak sekali menyelesaikan masalah-masalah.
Saya yakin masalah mereka jauh lebih banyak dan lebih komplek daripada kita.
Jadi sudut. Pandang mana yg akan kita ambil?..(teu langkung pribados..?)
Note : ceritanya hanya fiktif belaka, jika ada nama yg sama hanyalah kebetulan semata...piss..
PRINSIP-PRINSIP DASAR MENDIDIK ANAK:
Kang Admin, ijin posting ya.., dapat dari milist sebelah.., renungan buat kita sebagai orng tua dari anak-anak kita...
semoga bermanfaat (mhn maaf buat yg non muslim)
PRINSIP-PRINSIP DASAR MENDIDIK ANAK:
1. Anak anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu, bukan krn keinginan mereka, tetapi karena Takdir Allah. (QS.28: QS.68,42: QS.49-50).
2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan. (QS.8:27-28).
3. Orang tualah yg ingin memiliki anak ฯฮฌฯ keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu krn akan Allah minta pertanggungjawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).
4. Allah tdk membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).
5. Allah tdk mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih. (QS.21:205).
6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tdk mendidik mereka menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).
7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24).
8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya. (QS.30:30).
9. Janganlah menginginkan anak2mu sbg anak2 yg shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu.
10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu.
11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atas mu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151, QS. 17: QS. 23-24).
12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.
13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93).
14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.(QS.15:99).
Note; introspeksi buat diri kita (termasuk saya), sy n istri masih jauh dr kriteria diatas, semoga dg usaha yg terbaik dr kita, Allah menjadikan anak-anak kita menjadi anak yg shaleh dan shalehah...
semoga bermanfaat (mhn maaf buat yg non muslim)
PRINSIP-PRINSIP DASAR MENDIDIK ANAK:
1. Anak anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu, bukan krn keinginan mereka, tetapi karena Takdir Allah. (QS.28: QS.68,42: QS.49-50).
2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan. (QS.8:27-28).
3. Orang tualah yg ingin memiliki anak ฯฮฌฯ keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu krn akan Allah minta pertanggungjawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).
4. Allah tdk membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).
5. Allah tdk mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih. (QS.21:205).
6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tdk mendidik mereka menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).
7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24).
8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya. (QS.30:30).
9. Janganlah menginginkan anak2mu sbg anak2 yg shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu.
10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu.
11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atas mu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151, QS. 17: QS. 23-24).
12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.
13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93).
14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.(QS.15:99).
Note; introspeksi buat diri kita (termasuk saya), sy n istri masih jauh dr kriteria diatas, semoga dg usaha yg terbaik dr kita, Allah menjadikan anak-anak kita menjadi anak yg shaleh dan shalehah...
Muhammad Ali...
ni ada tulisan, menemani sarapan pagi di hari minggu, minum kopi, susu atau sambil makan bubur...xixixi..
Mungkin anda pernah mendengar petinju legendaris juara kelas berat dunia th 70an Muhamad Ali?
Petinju Besar yang di juluki "si Mulut Besar".
Jika kita perhatikan bahwa setiap press konfren Muhamad Ali pasti akan selalu melakukan "pshyco war", atau perang psikologi (perang difikiran) terdahap lawan-lawannya.
Dia selalu yakin bahwa dia selalu dapat mengalahkan lawannya dan dengan lantang, tatapan tajam terhadap lawannya, dia bilang "I will knock you down in round 3.." Diucapkan lagi "I will knock you down in round 3.." kata-kata ini terus diulang terhadap lawannya dengan penekanan yg kuat.
Secara tidak sadar kata-kata itu akan masuk ke fikiran lawannya, semakin difikirkan lawannya semakin dalamdan kuat bayangan itu ada difikiran, sehingga lawannya akan berusaha menyangkal difikirannya, " I will not knock down in round 3" , sehingga difikiran lawannya bukan berusaha untuk menang tapi menyangkal tidak akan jatuh di ronde 3.
Dan hasil akhir pertandingan tidak selalu lawannya jatuh di ronde 3, lawannya berfikir bahwa dia tidak jatuh di ronde 3 seperti yg Ali bilang.
Tapi yang pasti hasil pertandingan Ali adalah pemenangannya.
Hikmah cerita tsb adalah,
Muhamad Ali sdh bisa melakukan "afirmasi" di diri dia dan membentuk opini di fikiran lawannya.
Dan memang kadang apa yang ada di fikiran selalu mendahului kenyataan.
Apa yg ada di fikiran akan mempengaruhi hasil di realita yang sebenarnya..
Jadi hati-hati dengan fikiran kita, karena boleh jadi realita yang ada sekarang adalah hasil dari apa yg ada difikiran kita.
Selamat berlibur..dan makan bubur..
Mungkin anda pernah mendengar petinju legendaris juara kelas berat dunia th 70an Muhamad Ali?
Petinju Besar yang di juluki "si Mulut Besar".
Jika kita perhatikan bahwa setiap press konfren Muhamad Ali pasti akan selalu melakukan "pshyco war", atau perang psikologi (perang difikiran) terdahap lawan-lawannya.
Dia selalu yakin bahwa dia selalu dapat mengalahkan lawannya dan dengan lantang, tatapan tajam terhadap lawannya, dia bilang "I will knock you down in round 3.." Diucapkan lagi "I will knock you down in round 3.." kata-kata ini terus diulang terhadap lawannya dengan penekanan yg kuat.
Secara tidak sadar kata-kata itu akan masuk ke fikiran lawannya, semakin difikirkan lawannya semakin dalamdan kuat bayangan itu ada difikiran, sehingga lawannya akan berusaha menyangkal difikirannya, " I will not knock down in round 3" , sehingga difikiran lawannya bukan berusaha untuk menang tapi menyangkal tidak akan jatuh di ronde 3.
Dan hasil akhir pertandingan tidak selalu lawannya jatuh di ronde 3, lawannya berfikir bahwa dia tidak jatuh di ronde 3 seperti yg Ali bilang.
Tapi yang pasti hasil pertandingan Ali adalah pemenangannya.
Hikmah cerita tsb adalah,
Muhamad Ali sdh bisa melakukan "afirmasi" di diri dia dan membentuk opini di fikiran lawannya.
Dan memang kadang apa yang ada di fikiran selalu mendahului kenyataan.
Apa yg ada di fikiran akan mempengaruhi hasil di realita yang sebenarnya..
Jadi hati-hati dengan fikiran kita, karena boleh jadi realita yang ada sekarang adalah hasil dari apa yg ada difikiran kita.
Selamat berlibur..dan makan bubur..
Kita butuh Keheningan...
Siang itu seorang tukang kayu yg sedang sibuk mengergaji, tak menyadari jika jam tangan yg dipakainya terlepas dan terjatuh di tumpukan serbuk kayu yang menggunung,
kemudian dia tersadar akan jamnya yang jatuh segera ia meletakan gergajinya dan mengorek-ngorek serbuk kayu tersebut namun sampai duapuluh menit dia tak bethasil menemukan jam tangannya.
Tidak lama tiba jam makan siang dan si tukang kayu meninggalkan bengkelnya dengan tidak bersemangat krn masih memikirkan jam tangannya yg hilang.
Tiba-tiba seorang anak kecil yg sejak dari tadi memperhatikan tingkah laku tukang kayu datang dan mendekati tumpukan serbuk kayu dimana jam tangan terjatuh, perlahan dia jongkok dan tidak bergerak, diam dan konsentrasi selama beberapa menit, kemudian dia menemukan jam itu.
Alangkah senangnya si tukang kayu dengan bantuan si anak kecil tersebut, lalu dia bertanya,"bagaimana kau bisa menemukan jam ini?",
jawab si anak kecil, "mudah saja, saya jongkok dan diam dengan tenang dan hening,
saat 'diam' dan 'hening' itulah saya bisa mendengar bunyi jarum jam yang berdetak..",
Teman,
Kadang ketika kepenatan mendera, masalah bertumpuk, stress kerjaan berlimpah, problem segudang dan lain lain, kita sibuk mencari solusinya, kita berusaha keras, dalam keadaan panik dan terburu-buru kiata ingin segera menyesaikannya. Tapi dalam keadaaan tersebut sepertinya sulit kita mendapatkan solusinya dan tidak terlihat jalan keluar penyelesaian sauatu masalah.
Mungkin ada baiknya kita istirahat sejenak, refresh, merenung, meditasi, refleksi, relaksasi, kontemplasi, atau apapun namanya, mungkin kalau muslim shalat dan berdoa dengan khusu, (lebih hening lagi dg shalat malam).
Dalam keadaan hening kita bisa lebih fokus, dalam keadaan hening kita lebih jernih berfikir, dalam keadaan hening tabir-tabir masalah mungkin bisa jadi terbuka.
Karena ternyata banyak permasalahan bisa ketemu solusinya saat keadaan diri kita saat tenang, relaks dan hening....(selamat mencoba)
Pontianak, 23 Jan 2012,
(yg lg dar der dor Mercon n kembang api..)
kemudian dia tersadar akan jamnya yang jatuh segera ia meletakan gergajinya dan mengorek-ngorek serbuk kayu tersebut namun sampai duapuluh menit dia tak bethasil menemukan jam tangannya.
Tidak lama tiba jam makan siang dan si tukang kayu meninggalkan bengkelnya dengan tidak bersemangat krn masih memikirkan jam tangannya yg hilang.
Tiba-tiba seorang anak kecil yg sejak dari tadi memperhatikan tingkah laku tukang kayu datang dan mendekati tumpukan serbuk kayu dimana jam tangan terjatuh, perlahan dia jongkok dan tidak bergerak, diam dan konsentrasi selama beberapa menit, kemudian dia menemukan jam itu.
Alangkah senangnya si tukang kayu dengan bantuan si anak kecil tersebut, lalu dia bertanya,"bagaimana kau bisa menemukan jam ini?",
jawab si anak kecil, "mudah saja, saya jongkok dan diam dengan tenang dan hening,
saat 'diam' dan 'hening' itulah saya bisa mendengar bunyi jarum jam yang berdetak..",
Teman,
Kadang ketika kepenatan mendera, masalah bertumpuk, stress kerjaan berlimpah, problem segudang dan lain lain, kita sibuk mencari solusinya, kita berusaha keras, dalam keadaan panik dan terburu-buru kiata ingin segera menyesaikannya. Tapi dalam keadaaan tersebut sepertinya sulit kita mendapatkan solusinya dan tidak terlihat jalan keluar penyelesaian sauatu masalah.
Mungkin ada baiknya kita istirahat sejenak, refresh, merenung, meditasi, refleksi, relaksasi, kontemplasi, atau apapun namanya, mungkin kalau muslim shalat dan berdoa dengan khusu, (lebih hening lagi dg shalat malam).
Dalam keadaan hening kita bisa lebih fokus, dalam keadaan hening kita lebih jernih berfikir, dalam keadaan hening tabir-tabir masalah mungkin bisa jadi terbuka.
Karena ternyata banyak permasalahan bisa ketemu solusinya saat keadaan diri kita saat tenang, relaks dan hening....(selamat mencoba)
Pontianak, 23 Jan 2012,
(yg lg dar der dor Mercon n kembang api..)
Tukang Cukur dan Tuhan...
Tukang Cukur dan Tuhan...
Suaru hari di sebuah barbershop terjadi percakapan antara Tukang Cukur Mang Asep dan langganannya yang sedang cukur rambut yaitu pak Budi.
Mang Asep (MA) : Pak Budi saya mah teu percaya Allah itu ada?, kumaha nya membuktikannya.
Pak Budi (PB) : "lah mah Asep teh bagaimana?, kan ada buktinya ini kita manusia dan alamnya adalah hasil ciptaannya..
MA :iya kalau itu mah tahu, tapi susah ngerasakannya, kalau Dia itu ada, jadi saya mah teu percaya kl Allah itu ada..
PB : duh gimana ya kasih tahu supaya mang Asep percaya..?
Saat pak Budi lagi kebingungan, tiba-tiba ada orang yang lewat di depan toko tukang Cukur, rambutnya gondrong, gimbal, kucel, kotor, ngak terawat dan ngak rapih, pokokna mah ancur lah..., dan Pak budi langsung dapat ide...
PB: Mang Asep, tuh liat orang yg lewat didepan?
MA : Oh itu Pak, meni tidak rapih ya pak rambutna acak-acakan begituh..
PB: iya, kalau dia mungkin gak percaya kalau Tukang Cukur itu ada?
MA: wah ngak mungkin atuh pak, kalau tukang cukur itu tidak ada, sudah jelas di depan Toko saya ada tulisannya "Tukang Cukur Resik", punya Mang Asep.(mang Asep langsung Sewot)
PB: ah pasti dia gak percaya ada Tukang Cukur..
MA : wah itu karena dia gak mau tahu kalau tukang cukur itu ada, gak mau mendekati kesini, gak mau datang kesini, gak mau cukur rambutnya, gak mau rapih rambutnya...
PB: oh Gitu ya Mang Asep...
(dengan senngnya Mang asep tersenyum)
MA: Coba kalu dia datang ke saya, pasti rapih tuh rambutna....
PB: Nah.. kalu sekarang mang Asep sudah percaya kalau Allah itu ada?
MA: lah naon hubunganna masalah rambut sama Allah.
PB: ya itu tadi, orang itu gak percaya kalau tukang cukur itu ada, karena dia tidak mau tahu dan gak mau mendatangi tukung cukur mang Asep yg hebat tea....
Mang Asep juga sama karena Mang Asep tidak mau mendatangi Allah, disuruh shalat ketika ada panggilan Adzan gak di denger, di minta Puasa di bulan Ramadhan gak puasa, kalau punya rezeki berlebih di minta pergi Haji malah Jalan-jalan ke Luar negeri.
jadi kalau mau tahu dan bisa ngerasa Allah itu ada ya harus "mendatangi" ketika ada perintahNya....., tahu kitu Mang Asep Gimana?
MA: hmmm iya ya.., kalau begitu, kitanya yang harus sering mendekat dan mendatangiNya ya pak Budi...
Note: cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan...
Suaru hari di sebuah barbershop terjadi percakapan antara Tukang Cukur Mang Asep dan langganannya yang sedang cukur rambut yaitu pak Budi.
Mang Asep (MA) : Pak Budi saya mah teu percaya Allah itu ada?, kumaha nya membuktikannya.
Pak Budi (PB) : "lah mah Asep teh bagaimana?, kan ada buktinya ini kita manusia dan alamnya adalah hasil ciptaannya..
MA :iya kalau itu mah tahu, tapi susah ngerasakannya, kalau Dia itu ada, jadi saya mah teu percaya kl Allah itu ada..
PB : duh gimana ya kasih tahu supaya mang Asep percaya..?
Saat pak Budi lagi kebingungan, tiba-tiba ada orang yang lewat di depan toko tukang Cukur, rambutnya gondrong, gimbal, kucel, kotor, ngak terawat dan ngak rapih, pokokna mah ancur lah..., dan Pak budi langsung dapat ide...
PB: Mang Asep, tuh liat orang yg lewat didepan?
MA : Oh itu Pak, meni tidak rapih ya pak rambutna acak-acakan begituh..
PB: iya, kalau dia mungkin gak percaya kalau Tukang Cukur itu ada?
MA: wah ngak mungkin atuh pak, kalau tukang cukur itu tidak ada, sudah jelas di depan Toko saya ada tulisannya "Tukang Cukur Resik", punya Mang Asep.(mang Asep langsung Sewot)
PB: ah pasti dia gak percaya ada Tukang Cukur..
MA : wah itu karena dia gak mau tahu kalau tukang cukur itu ada, gak mau mendekati kesini, gak mau datang kesini, gak mau cukur rambutnya, gak mau rapih rambutnya...
PB: oh Gitu ya Mang Asep...
(dengan senngnya Mang asep tersenyum)
MA: Coba kalu dia datang ke saya, pasti rapih tuh rambutna....
PB: Nah.. kalu sekarang mang Asep sudah percaya kalau Allah itu ada?
MA: lah naon hubunganna masalah rambut sama Allah.
PB: ya itu tadi, orang itu gak percaya kalau tukang cukur itu ada, karena dia tidak mau tahu dan gak mau mendatangi tukung cukur mang Asep yg hebat tea....
Mang Asep juga sama karena Mang Asep tidak mau mendatangi Allah, disuruh shalat ketika ada panggilan Adzan gak di denger, di minta Puasa di bulan Ramadhan gak puasa, kalau punya rezeki berlebih di minta pergi Haji malah Jalan-jalan ke Luar negeri.
jadi kalau mau tahu dan bisa ngerasa Allah itu ada ya harus "mendatangi" ketika ada perintahNya....., tahu kitu Mang Asep Gimana?
MA: hmmm iya ya.., kalau begitu, kitanya yang harus sering mendekat dan mendatangiNya ya pak Budi...
Note: cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan...
Golok Abu Nawas...
Golok Abu Nawas..
Alkisah dahulu kala di Negeri entah berantah, sedang berlangsung suatu sidang pengadilan dan yang menjadi tersangka adalah Abu Nawas.
Abu Nawas dituduh bersalah karena membawa Golok di tengah pasar, Hakim menyatakan Abu Nawas bersalah dan dihukum karena “terindikasi” mau melakukan perbuatan jahat atau onar.
Namun Abu Nawas protes atas keputusan Hakim tersebut dan terjadilah percakapan sbagai berikut:
Abu Nawa (AN): “Lho pak Hakim kan saya baru bawa Golok kenapa dihukum pak? ”,
Pak Hakim (PH): “Karena kamu terindikasi akan berbuat onar”,
lalu Abu Nawas menyangkal,
AN: "Lho Pak Hakim bisa saja kan, saya bawa golok untuk memotong daging?,"
kemudian Abu Nawas melanjutkan keberatannya,
AN: “Wah kala begitu pak Hakim harus dihukum juga dong,” seru Abu Nawas,
dan Pak Hakim kemudian bertanya penuh keheranan
PH: "Lho dihukum kenapa?"
AN: “Pak Hakim dihukum karena terindikasi mau "memperkosa!” seru Abu Nawas,
PH: ”Lho kok bisa, buktinya apa?”
AN: itu buktinya, pak Hakim bawa (ma’af) alat kelamin kemana mana, bisa saja kan bapak mau memperkosa?”, seperti saya membawa Golok di pasar..".
PH :”...#X?$!A*" (..bingung)
”He..he..he.., bila kita mendengar cerita ini tentunya kita akan tersenyum.
Namun makna dari cerita ini, kurang lebih adalah semua apa yang ada didiri kita, tubuh kita, panca indera kita, kaki, tangan dan semua diraga kita, semua sudah Allah ciptakan "built in", sudah jadi dan siap.
Tinggal kitanya mau gak memanfaatkannya?.
Demikian dengan halya Peralatan yang kita punya, tool, HP, BB, FB, laptop, handycam,TV, Motor, Mobil, internet dan lain sebagainya.
Misalnya internet ini kalau digunakannya negatif ya..jadi ngak bermanfaat, tapi kalau digunakan yg positif, misal baca tulisan saya ini he..he. ya insyaAllah jadi positif..
jadi Bukan apa yang kita 'bawa' tapi bagaimana yang kita bawa digunakan.....
Semuanya kembali kepada kitanya.
Kalau mau dibuat positif ya bisa positif, begitu pula sebaliknya....
Alkisah dahulu kala di Negeri entah berantah, sedang berlangsung suatu sidang pengadilan dan yang menjadi tersangka adalah Abu Nawas.
Abu Nawas dituduh bersalah karena membawa Golok di tengah pasar, Hakim menyatakan Abu Nawas bersalah dan dihukum karena “terindikasi” mau melakukan perbuatan jahat atau onar.
Namun Abu Nawas protes atas keputusan Hakim tersebut dan terjadilah percakapan sbagai berikut:
Abu Nawa (AN): “Lho pak Hakim kan saya baru bawa Golok kenapa dihukum pak? ”,
Pak Hakim (PH): “Karena kamu terindikasi akan berbuat onar”,
lalu Abu Nawas menyangkal,
AN: "Lho Pak Hakim bisa saja kan, saya bawa golok untuk memotong daging?,"
kemudian Abu Nawas melanjutkan keberatannya,
AN: “Wah kala begitu pak Hakim harus dihukum juga dong,” seru Abu Nawas,
dan Pak Hakim kemudian bertanya penuh keheranan
PH: "Lho dihukum kenapa?"
AN: “Pak Hakim dihukum karena terindikasi mau "memperkosa!” seru Abu Nawas,
PH: ”Lho kok bisa, buktinya apa?”
AN: itu buktinya, pak Hakim bawa (ma’af) alat kelamin kemana mana, bisa saja kan bapak mau memperkosa?”, seperti saya membawa Golok di pasar..".
PH :”...#X?$!A*" (..bingung)
”He..he..he.., bila kita mendengar cerita ini tentunya kita akan tersenyum.
Namun makna dari cerita ini, kurang lebih adalah semua apa yang ada didiri kita, tubuh kita, panca indera kita, kaki, tangan dan semua diraga kita, semua sudah Allah ciptakan "built in", sudah jadi dan siap.
Tinggal kitanya mau gak memanfaatkannya?.
Demikian dengan halya Peralatan yang kita punya, tool, HP, BB, FB, laptop, handycam,TV, Motor, Mobil, internet dan lain sebagainya.
Misalnya internet ini kalau digunakannya negatif ya..jadi ngak bermanfaat, tapi kalau digunakan yg positif, misal baca tulisan saya ini he..he. ya insyaAllah jadi positif..
jadi Bukan apa yang kita 'bawa' tapi bagaimana yang kita bawa digunakan.....
Semuanya kembali kepada kitanya.
Kalau mau dibuat positif ya bisa positif, begitu pula sebaliknya....
Kepercayaaan baru...membangkitkan perilaku baru...
Menemani sarapan pagi, aya tulisan, dirangkum dari berbagi sumber buku..urang silih semangati...
Kepercayaaan baru...membangkitkan perilaku baru...
Kepercayaan atau keyakinan akan sesuatu yang begitu kuat dan mendalam didiri kita, hal ini berasal dari berbagai sumber:
beberapa hal yang membuat kepercayaan dan keyakinan kita begitu kuat:
1. Lingkungan.
Lingkungan adalah dimana kita tinggal dan hidup, bisa keluarga, tetangga sekitar, tempat usaha, tempat kerja, dll.
Di lingkungan lah siklus sukses melahirkan sukses dan kegagalan melahirkan kegagalan dan itu terjadi tanpa kenal ampun.
Efek terburuk dari lingkungan terrhadap "kepercayaan" adalah kalau yg anda liat hanyalah kegagalan, keputusasaan, ketidakadilan, kemiskinan maka sungguh sulit membentuk representasi internal/ fikiran didalam diri utk membentuk fikiran sukses yang kemudian melahirkan sukses.
Untuk itu kita harus mengubah "sistem kepercayaan" dg paradigma baru, misal mulai dengan lingkungan yg baru, tempat kerja yg baru, teman-teman baru dan dengan "kepercayaan" yg baru yg akan membentuk perilaku baru dan menghasilkan hasil-hasil baru..
2. Kejadian/Peristiwa,
Entah itu besar atau kecil, bisa membantu membentuk kepercayaan.
Pengalaman yg tak pernah dilupakan atau kejadian luar biasa besar dampaknya terhadap diri kita sehingga tertenam dalam otak kita selamanya.
Itu akan membentuk kepercayaan yg bisa mengubah kehidupan kita,
Ada yang dinamakan trauma masa lalu, kadang trauma ini begitu kuat sehingga mengganggu di fikiran dan sulit utk melakukan sesuatu.
3. Pengetahuan
Pengetahuan bisa didapat dari membaca, menonton, belajar, berdiskusi dan lain-lain (sekarang dg media internet sdh luar biasa, untuk mendapatkan pengetahuan)
Pengetahuan adalah salah satu cara hebat utk mematahkan belenggu lingkungan yg membatasi.
Anda bisa menciptakan kepercayaan-kepercayaan baru yg membangkitkan semangat baru, lalu kemudian membangkitkan perilaku baru, lalu menjadi kebiasaan baru dan memungkinkan mendapatkan hasil yang baru. Dan tentunya dengan sukses yang baru..
Mari bangkitkan semangat baru..!!
Note; diambil dr berbagai buku..
Kepercayaaan baru...membangkitkan perilaku baru...
Kepercayaan atau keyakinan akan sesuatu yang begitu kuat dan mendalam didiri kita, hal ini berasal dari berbagai sumber:
beberapa hal yang membuat kepercayaan dan keyakinan kita begitu kuat:
1. Lingkungan.
Lingkungan adalah dimana kita tinggal dan hidup, bisa keluarga, tetangga sekitar, tempat usaha, tempat kerja, dll.
Di lingkungan lah siklus sukses melahirkan sukses dan kegagalan melahirkan kegagalan dan itu terjadi tanpa kenal ampun.
Efek terburuk dari lingkungan terrhadap "kepercayaan" adalah kalau yg anda liat hanyalah kegagalan, keputusasaan, ketidakadilan, kemiskinan maka sungguh sulit membentuk representasi internal/ fikiran didalam diri utk membentuk fikiran sukses yang kemudian melahirkan sukses.
Untuk itu kita harus mengubah "sistem kepercayaan" dg paradigma baru, misal mulai dengan lingkungan yg baru, tempat kerja yg baru, teman-teman baru dan dengan "kepercayaan" yg baru yg akan membentuk perilaku baru dan menghasilkan hasil-hasil baru..
2. Kejadian/Peristiwa,
Entah itu besar atau kecil, bisa membantu membentuk kepercayaan.
Pengalaman yg tak pernah dilupakan atau kejadian luar biasa besar dampaknya terhadap diri kita sehingga tertenam dalam otak kita selamanya.
Itu akan membentuk kepercayaan yg bisa mengubah kehidupan kita,
Ada yang dinamakan trauma masa lalu, kadang trauma ini begitu kuat sehingga mengganggu di fikiran dan sulit utk melakukan sesuatu.
3. Pengetahuan
Pengetahuan bisa didapat dari membaca, menonton, belajar, berdiskusi dan lain-lain (sekarang dg media internet sdh luar biasa, untuk mendapatkan pengetahuan)
Pengetahuan adalah salah satu cara hebat utk mematahkan belenggu lingkungan yg membatasi.
Anda bisa menciptakan kepercayaan-kepercayaan baru yg membangkitkan semangat baru, lalu kemudian membangkitkan perilaku baru, lalu menjadi kebiasaan baru dan memungkinkan mendapatkan hasil yang baru. Dan tentunya dengan sukses yang baru..
Mari bangkitkan semangat baru..!!
Note; diambil dr berbagai buku..
Tangan Tuhan...
Tersebutlah ada sebuah desa yg sedang dilanda musibah hujan dan sedang terjadi banjir.
Saat banjir tiba aparat setempat mengumumkan rakyatnya utk segera menggungsi ke tempat yang lebih aman.
Saat banjir sudah mencapai lutut banyak warga yg sdh mulai berkemas utk mengungsi, namun ada seorang warga pak Amat yang masih berdiam dirumahnya.
Ketika aparat setempat mengajaknya, dia masih bertahan disitu dia percaya akan datang pertolongan Tuhan.
Air banjir semakin lama semakin meninggi dan sekarang sudah mencapai sedada orang dewasa, penduduk diungsikan dengan perahu karet, team evakuasi kembali mengajak pak Amat utk ikut mengunsi ke tempat yg aman, namun pak Amat tak bergeming dan dia bilang, " saya sedang menunggu pertolongan Tuhan dan Tuhan pasti akan menolong saya".
Banjir semakin tinggi hingga mencapai atap rumah, dan pak Amat sekarang berada diatas genting rumah.
Team evakuasi yg berpatroli lewat helicopter kemudian mengajak kembali pak Amat utk mengungsi, tapi pak amat tetap tidak mau dan karena dia yakin Tuhan akan menolong dia.
Akhirnya pak Amat tengelam dan meninggallah dia.
Singkat cerita dialam kebangkitan, pak. Amat melakukan protes terhadap Tuhannya.
"Tuhan mana janjimu??, katanya setiap kesulitan dan masalah, Engkau akan menolong kami"
Kami tunggu pertolonganmu tapi tak pernah datang.
Dijawablah oleh Tuhan," hai Amat Saya sudah datang menolong utk menyelamatkan kamu, bahkan Saya datang tiga kali.
Pertama, sdh mengutus para aparat yang mengajakmu mengungsi, kamu tidak mau.
Kedua team evakuasi datang dengan perahu karet, tapi kamu masih tidak mau juga, dan
Ketiga, team dari helicopter datang utk menolong kamu, mengapa masih belum mau juga??
Amat menjawab ," kan yg ditunggu pertolongan Tuhan,"
"Amat mereka yg datang semuanya adalah atas perintahKu dan mereka adalah tangan-tangan Ku.."
Sama seperti hidup ini, kita selalu meminta pertolongannya, berharap agar masalah segera selesai.
tapi kadang kita tidak bisa melihat, merasakan bahwa sebenarnya pertolongan itu sdh datang, sudah dekat dan sudah ada disekitar kita, hanya saja kita belum bisa "melihatnya" bahwa itu adalah pertolongan dan "Tangan Tuhan"
Kadang kita ingin solusinya 'instan' cepat selesai dan tidak mau mengikuti proses nya.
Selamat mencari ...."Tangan Tuhan"
dan Selamat Weekend dg orang-orang yg anda Cintai...
Saat banjir tiba aparat setempat mengumumkan rakyatnya utk segera menggungsi ke tempat yang lebih aman.
Saat banjir sudah mencapai lutut banyak warga yg sdh mulai berkemas utk mengungsi, namun ada seorang warga pak Amat yang masih berdiam dirumahnya.
Ketika aparat setempat mengajaknya, dia masih bertahan disitu dia percaya akan datang pertolongan Tuhan.
Air banjir semakin lama semakin meninggi dan sekarang sudah mencapai sedada orang dewasa, penduduk diungsikan dengan perahu karet, team evakuasi kembali mengajak pak Amat utk ikut mengunsi ke tempat yg aman, namun pak Amat tak bergeming dan dia bilang, " saya sedang menunggu pertolongan Tuhan dan Tuhan pasti akan menolong saya".
Banjir semakin tinggi hingga mencapai atap rumah, dan pak Amat sekarang berada diatas genting rumah.
Team evakuasi yg berpatroli lewat helicopter kemudian mengajak kembali pak Amat utk mengungsi, tapi pak amat tetap tidak mau dan karena dia yakin Tuhan akan menolong dia.
Akhirnya pak Amat tengelam dan meninggallah dia.
Singkat cerita dialam kebangkitan, pak. Amat melakukan protes terhadap Tuhannya.
"Tuhan mana janjimu??, katanya setiap kesulitan dan masalah, Engkau akan menolong kami"
Kami tunggu pertolonganmu tapi tak pernah datang.
Dijawablah oleh Tuhan," hai Amat Saya sudah datang menolong utk menyelamatkan kamu, bahkan Saya datang tiga kali.
Pertama, sdh mengutus para aparat yang mengajakmu mengungsi, kamu tidak mau.
Kedua team evakuasi datang dengan perahu karet, tapi kamu masih tidak mau juga, dan
Ketiga, team dari helicopter datang utk menolong kamu, mengapa masih belum mau juga??
Amat menjawab ," kan yg ditunggu pertolongan Tuhan,"
"Amat mereka yg datang semuanya adalah atas perintahKu dan mereka adalah tangan-tangan Ku.."
Sama seperti hidup ini, kita selalu meminta pertolongannya, berharap agar masalah segera selesai.
tapi kadang kita tidak bisa melihat, merasakan bahwa sebenarnya pertolongan itu sdh datang, sudah dekat dan sudah ada disekitar kita, hanya saja kita belum bisa "melihatnya" bahwa itu adalah pertolongan dan "Tangan Tuhan"
Kadang kita ingin solusinya 'instan' cepat selesai dan tidak mau mengikuti proses nya.
Selamat mencari ...."Tangan Tuhan"
dan Selamat Weekend dg orang-orang yg anda Cintai...
Berpikir Sederhana
Berpikir Sederhana
>
> Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
> membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
> hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
> pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
> di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
> binatang buruan.
>
> Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
> hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
> parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
> diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri
> dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
> rusa besar yang saya incar?"
>
> Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat
> berhenti
> di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
> berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang
> makan,
> sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
> langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
> ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
> menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
>
> Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
> sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
> rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
> Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
> sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
>
> Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
> sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
> bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
> kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
> mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak
> jarang
> orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
> mendapatkan apa-apa.
>
> Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
> mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
> baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
> menemukan siapa-siapa
>
> Salam,
>
> Lies Sudianti
> 0816995258
>
> Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
> membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
> hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
> pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
> di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
> binatang buruan.
>
> Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
> hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
> parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
> diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri
> dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
> rusa besar yang saya incar?"
>
> Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat
> berhenti
> di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
> berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang
> makan,
> sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
> langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
> ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
> menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
>
> Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
> sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
> rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
> Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
> sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
>
> Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
> sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
> bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
> kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
> mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak
> jarang
> orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
> mendapatkan apa-apa.
>
> Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
> mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
> baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
> menemukan siapa-siapa
>
> Salam,
>
> Lies Sudianti
> 0816995258
KAIZEN..
Lagi baca prinsip kaizen..
Karena tidak ada paku, ladam hilang.
Karena tidak ada ladam, kuda hilang.
Karena tidak ada kuda, jenderal hilang.
Karena tidak ada jenderal, tentara hilang.
Karena tidak ada tentara, pertempuran kalah.
Karena kalah dalam pertempuran, perang kalah.
Karena kalah perang, negara hilang.
Semua itu karena tidak ada sebuah paku.
Adalah suatu pola manajemen yang berorientasi pada perbaikan, berkesinambungan, melibatkan semua orang dalam suatu organisasi perusahaan, dengan biaya yang relatif kecil.
Kecil, berangsur-angsur dan pasti.
Karena tidak ada paku, ladam hilang.
Karena tidak ada ladam, kuda hilang.
Karena tidak ada kuda, jenderal hilang.
Karena tidak ada jenderal, tentara hilang.
Karena tidak ada tentara, pertempuran kalah.
Karena kalah dalam pertempuran, perang kalah.
Karena kalah perang, negara hilang.
Semua itu karena tidak ada sebuah paku.
Adalah suatu pola manajemen yang berorientasi pada perbaikan, berkesinambungan, melibatkan semua orang dalam suatu organisasi perusahaan, dengan biaya yang relatif kecil.
Kecil, berangsur-angsur dan pasti.
Epos..energi positif..
Ir Jamil Azzaini MM
> Menuai Kebaikan dari Epos
>
>
> Syarat untuk meraih rizki dan menolak bala' (bencana, red), ternyata tak
> terlalu sulit. Tidak percaya? tanya saja pada trainer senior pada Kubik
> Leadership Training, Ir Jamil Azzaini MM. Ia mempunyai kiat khusus untuk
> itu, yaitu memperbanyak Epos, kependekan dari energi positif. ''Dengan
> begitu, maka maka kebaikan pun akan banyak datang,'' tutur Jamil yang
> juga direktur Dompet Dhuafa Republika (DD) ini.
>
> Jamil tak sedang berteori apalagi berangan-angan. Dampak positif dari
> pesan tersebut sudah dialaminya berkali-kali. Karena, semakin banyak
> epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung
> begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu
> sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka
> ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat
> dialaminya.
>
> Tak berapa lama setelah bencana Tsunami terjadi, muncul keinginan kuat
> pada diri pria kelahiran Kutoarjo-Purworejo Jawa Tengah 9 Agustus 1968
> ini, untuk membantu saudara-saudaranya di Nanggroe Aceh Darussalam
> (NAD). Terutama, dalam mengembalikan semangat hidup di kalangan para
> guru. Untuk tugas kemanusiaan itu, ia merelakan kehilangan tiga kali
> pertemuan training yang kontraknya senilai satu sepeda motor terbaru.
>
> Di NAD, dengan keikhlasan yang amat tinggi semata menggapai ridho Allah
> membangkitkan semangat hidup para guru. Suami dari Dwi Riani Julyastuti
> ini tak kenal lelah menemui para korban bencana Tsunami dan
> membimbingnya untuk bangkit. Ia tak menyangka kerjanya diamati oleh
> seorang direktur di sebuah bank syariah. Ujung-ujungnya, sang direktur
> memintanya melakukan training kepada sejumlah karyawannya di Jakarta.
>
> Keajaiban tak hanya berhenti sampai di situ. Begitu selesai memberikan
> training pada para karyawan tersebut, ayah empat anak ini pun harus
> menandantangani kontrak untuk melakukan training di cabang bank yariah
> tersebut di seluruh Indonesia. ''Alhamdulillah, nilai kontraknya bisa
> membeli sejumlah motor baru,'' candanya.
>
> Kali lain, Jamil bersama keluarga pergi ke Lampung dan tidak membawa
> kendaraan. Waktu turun di Pelabuhan Bakauheuni yang ada hanya manusia
> dan tidak ada bis satu pun. Waktu itu masih pukul 06.30 WIB.
> Ia tanya sama polisi, ''Pak, kalau saya ikut antri, jam berapa
> dapatnya?'' Polisi itu menjawab, ''Mungkin kalau melihat orang segitu
> banyak sekitar pukul 17.00 WIB baru bisa dapat kendaraan.'' Mendengar
> jawaban itu, Jamil pun lalu melayani orang lain. Misalnya, ada orang
> yang kelihatan mengantuk ia tawari kopi dan ia sendiri yang membelinya.
> Orang yang belum sarapan pagi, ia tawari teh dan mi instan. ''Setelah
> itu apa yang terjadi? 15 menit kemudian ada polisi wanita menawarkan,
> ''Bapak yang istrinya bawa bayi? Mari ikut saya.'' Akhirnya, ia diantar
> bis yang ditunjuk Polwan itu sampai Bandar Lampung.
> Jamil pun semakin yakin bahwa ''Apapun kebaikan yang kita lakukan pasti
> akan berbuah termasuk kita berbuat keburukan apapun pasti kita akan
> mendapatkan hasilnya.''
>
> Ia menceritakan "berkah" dari perbuatan negatifnya. Saat itu, sang istri
> jatuh sakit dalam kondisi hamil. Upaya medis yang dilakukan nihil.
> Selesai shalat, ia mengadu, ''Ya Allah ya Tuhanku, gerangan energi
> negatif apa yang pernah aku lakukan. Maksiat apa yang pernah aku lakukan
> sehingga kau uji aku dengan penyakit ini.''
> Setelah berdoa, tiba-tiba ia ingat kejadian beberapa puluh tahun yang
> lalu saya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar pernah mencuri
> uang ibu Rp 125. Kok ingatnya itu. ''Jangan-jangan energi negatif ini
> yang menghalangi sehingga penyakit istri saya tidak ketahuan,''
> batinnya. Kemudian ia menelepon ibunya untuk mengingatkan
> "kejahatan"-nya di masa kecil. ''Ibu saya bilang, karena uang itu mama
> tidak bisa bayar hutang lalu mama dicaci maki di depan banyak orang. Ia
> bersumpah, pokoknya kualat yang mengambil uang itu.''
> Ia mengaku dosa pada ibunya melalui telepon. Sang mama memaafkan, dan
> mendoakan istrinya cepat sembuh. Kejaiban pun datang lagi. Pukul 12.45
> WIB di hari yang sama ia mendapat telepon yang mengabarkan sakit
> istrinya sudah ditemukan, yaitu infeksi pankreas. ''Dan, saya semakin
> yakin bahwa kalau kita menebar energi negatif maka kita akan memperolah
> hasil yang negatif tapi kalau kita menebar energi positif, maka hasilnya
> adalah positif. Makanya yang tertanam pada saya adalah epos, epos, dan
> epos. ''
>
> Dalam bentuk apa epos diwujudkan? banyak caranya, menurut Jamil. Senyum
> salah satunya. Juga sapaan lembut sepulang kerja kepada anak dan istri.
> Namun, energi positif yang besar adalah ketika kita mengajarkan ilmu.
> ''Makanya ketika saya sedang mengisi training sangat senang karena
> ketika saya mengajarkan ilmu yang hadir seratus orang maka saya akan
> mendapat kiriman energi positif dari seratus orang.''
>
> Efek karambol pun terjadi di sini. ''Misalnya yang seratus menyampaikan
> lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi
> positif dari lima ratus orang.'' Keberuntungan, menurut Jamil, adalah
> bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan
> bentuk pencairan energi negatif. ''Makanya dalam Islam kalau ada orang
> sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan
> berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita
> lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. 'Ya Allah, ini aku
> lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu', begitulah.''
>
> Menurut Jamil, yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan
> menerima. ''Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa
> diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya?
> Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya
> dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang
> kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.''
>
> Menuai Kebaikan dari Epos
>
>
> Syarat untuk meraih rizki dan menolak bala' (bencana, red), ternyata tak
> terlalu sulit. Tidak percaya? tanya saja pada trainer senior pada Kubik
> Leadership Training, Ir Jamil Azzaini MM. Ia mempunyai kiat khusus untuk
> itu, yaitu memperbanyak Epos, kependekan dari energi positif. ''Dengan
> begitu, maka maka kebaikan pun akan banyak datang,'' tutur Jamil yang
> juga direktur Dompet Dhuafa Republika (DD) ini.
>
> Jamil tak sedang berteori apalagi berangan-angan. Dampak positif dari
> pesan tersebut sudah dialaminya berkali-kali. Karena, semakin banyak
> epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung
> begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu
> sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka
> ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat
> dialaminya.
>
> Tak berapa lama setelah bencana Tsunami terjadi, muncul keinginan kuat
> pada diri pria kelahiran Kutoarjo-Purworejo Jawa Tengah 9 Agustus 1968
> ini, untuk membantu saudara-saudaranya di Nanggroe Aceh Darussalam
> (NAD). Terutama, dalam mengembalikan semangat hidup di kalangan para
> guru. Untuk tugas kemanusiaan itu, ia merelakan kehilangan tiga kali
> pertemuan training yang kontraknya senilai satu sepeda motor terbaru.
>
> Di NAD, dengan keikhlasan yang amat tinggi semata menggapai ridho Allah
> membangkitkan semangat hidup para guru. Suami dari Dwi Riani Julyastuti
> ini tak kenal lelah menemui para korban bencana Tsunami dan
> membimbingnya untuk bangkit. Ia tak menyangka kerjanya diamati oleh
> seorang direktur di sebuah bank syariah. Ujung-ujungnya, sang direktur
> memintanya melakukan training kepada sejumlah karyawannya di Jakarta.
>
> Keajaiban tak hanya berhenti sampai di situ. Begitu selesai memberikan
> training pada para karyawan tersebut, ayah empat anak ini pun harus
> menandantangani kontrak untuk melakukan training di cabang bank yariah
> tersebut di seluruh Indonesia. ''Alhamdulillah, nilai kontraknya bisa
> membeli sejumlah motor baru,'' candanya.
>
> Kali lain, Jamil bersama keluarga pergi ke Lampung dan tidak membawa
> kendaraan. Waktu turun di Pelabuhan Bakauheuni yang ada hanya manusia
> dan tidak ada bis satu pun. Waktu itu masih pukul 06.30 WIB.
> Ia tanya sama polisi, ''Pak, kalau saya ikut antri, jam berapa
> dapatnya?'' Polisi itu menjawab, ''Mungkin kalau melihat orang segitu
> banyak sekitar pukul 17.00 WIB baru bisa dapat kendaraan.'' Mendengar
> jawaban itu, Jamil pun lalu melayani orang lain. Misalnya, ada orang
> yang kelihatan mengantuk ia tawari kopi dan ia sendiri yang membelinya.
> Orang yang belum sarapan pagi, ia tawari teh dan mi instan. ''Setelah
> itu apa yang terjadi? 15 menit kemudian ada polisi wanita menawarkan,
> ''Bapak yang istrinya bawa bayi? Mari ikut saya.'' Akhirnya, ia diantar
> bis yang ditunjuk Polwan itu sampai Bandar Lampung.
> Jamil pun semakin yakin bahwa ''Apapun kebaikan yang kita lakukan pasti
> akan berbuah termasuk kita berbuat keburukan apapun pasti kita akan
> mendapatkan hasilnya.''
>
> Ia menceritakan "berkah" dari perbuatan negatifnya. Saat itu, sang istri
> jatuh sakit dalam kondisi hamil. Upaya medis yang dilakukan nihil.
> Selesai shalat, ia mengadu, ''Ya Allah ya Tuhanku, gerangan energi
> negatif apa yang pernah aku lakukan. Maksiat apa yang pernah aku lakukan
> sehingga kau uji aku dengan penyakit ini.''
> Setelah berdoa, tiba-tiba ia ingat kejadian beberapa puluh tahun yang
> lalu saya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar pernah mencuri
> uang ibu Rp 125. Kok ingatnya itu. ''Jangan-jangan energi negatif ini
> yang menghalangi sehingga penyakit istri saya tidak ketahuan,''
> batinnya. Kemudian ia menelepon ibunya untuk mengingatkan
> "kejahatan"-nya di masa kecil. ''Ibu saya bilang, karena uang itu mama
> tidak bisa bayar hutang lalu mama dicaci maki di depan banyak orang. Ia
> bersumpah, pokoknya kualat yang mengambil uang itu.''
> Ia mengaku dosa pada ibunya melalui telepon. Sang mama memaafkan, dan
> mendoakan istrinya cepat sembuh. Kejaiban pun datang lagi. Pukul 12.45
> WIB di hari yang sama ia mendapat telepon yang mengabarkan sakit
> istrinya sudah ditemukan, yaitu infeksi pankreas. ''Dan, saya semakin
> yakin bahwa kalau kita menebar energi negatif maka kita akan memperolah
> hasil yang negatif tapi kalau kita menebar energi positif, maka hasilnya
> adalah positif. Makanya yang tertanam pada saya adalah epos, epos, dan
> epos. ''
>
> Dalam bentuk apa epos diwujudkan? banyak caranya, menurut Jamil. Senyum
> salah satunya. Juga sapaan lembut sepulang kerja kepada anak dan istri.
> Namun, energi positif yang besar adalah ketika kita mengajarkan ilmu.
> ''Makanya ketika saya sedang mengisi training sangat senang karena
> ketika saya mengajarkan ilmu yang hadir seratus orang maka saya akan
> mendapat kiriman energi positif dari seratus orang.''
>
> Efek karambol pun terjadi di sini. ''Misalnya yang seratus menyampaikan
> lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi
> positif dari lima ratus orang.'' Keberuntungan, menurut Jamil, adalah
> bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan
> bentuk pencairan energi negatif. ''Makanya dalam Islam kalau ada orang
> sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan
> berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita
> lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. 'Ya Allah, ini aku
> lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu', begitulah.''
>
> Menurut Jamil, yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan
> menerima. ''Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa
> diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya?
> Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya
> dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang
> kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.''
>
"Kaya bukan tujuan. Manjadi kaya adalah akibat."
"Kaya bukan tujuan. Manjadi kaya adalah akibat."
>
> Ini adalah kalimat-kalimat yang saya kutip dari selebaran elektronik
> sebuah seminar: "Apakah
> Anda bercita-cita ingin menjadi kaya? ... di seminar ini akan dibahas
> pola pikir dan
> kehidupan seperti apa yang mendatangkan kekayaan sejati .... bisnis
> adalah jalan yang
> paling umum dan paling cepat dilalui karena menurut penelitian 74%
> orang
> kaya berasal
> dari bisnis ... Akan dibahas juga bagaimana cara melakukan perubahan
> perubahan yang
> powerfull dan bermanfaat, yang membawa kita untuk meraih kekayaan yang
> kita
> impikan."
>
> Sangat provokatif. Perubahan powerfull untuk meraih kekayaan yang kita
> impikan ...
> Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya? Apalagi situasi ekonomi
> sekarang memang memaksa
> kita untuk berpikir materialistik. Saya yakin seminar ini memang
> dibanjiri banyak
> peserta, apalagi pembicaranya adalah seorang icon motivator yang cukup
> terkenal.
> Saya tidak mempunyai pikiran dan rencana untuk datang, sehingga saya
> juga tidak tahu apa isi
> seminar itu sebenarnya. Tetapi melihat kredibilitas pembicaranya, saya
> yakin penekanan
> seminar lebih banyak kepada pemberian motivasi positif kepada para
> peserta.
>
> Di luar itu semua, ketika saya membaca selebaran elektronik itu, yang
> terlintas langsung dalam
> benak adalah betapa akhirnya manusia sekarang memahami "menjadi kaya"
> adalah sebuah
> tujuan. Padahal menjadi kaya adalah akibat dari yang kita kerjakan.
> Yaitu
> konsistensi, ketekunan, kerja keras dan dibarengi kecerdasan kita dalam
> berusaha. Apabila kita
> menempatkan kekayaan sebagai destination semata, saya khawatir kita
> akan
> kompromi
> dengan cara-cara yang kita lakukan. Pokoknya kaya, sehingga kita akan
> menghalalkan segala
> cara. Bukankah kita tidak ingin seperti itu? Percayalah bahwa
> semuanya
> akan ditambahkan
> kepada kita, justru ketika kita melakukan dan mendedikasikan diri kita
> untuk selalu yang
> terbaik ...
>
> Selamat pagi, selamat bekerja l
>
> Setya Rahadi
>
> Ini adalah kalimat-kalimat yang saya kutip dari selebaran elektronik
> sebuah seminar: "Apakah
> Anda bercita-cita ingin menjadi kaya? ... di seminar ini akan dibahas
> pola pikir dan
> kehidupan seperti apa yang mendatangkan kekayaan sejati .... bisnis
> adalah jalan yang
> paling umum dan paling cepat dilalui karena menurut penelitian 74%
> orang
> kaya berasal
> dari bisnis ... Akan dibahas juga bagaimana cara melakukan perubahan
> perubahan yang
> powerfull dan bermanfaat, yang membawa kita untuk meraih kekayaan yang
> kita
> impikan."
>
> Sangat provokatif. Perubahan powerfull untuk meraih kekayaan yang kita
> impikan ...
> Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya? Apalagi situasi ekonomi
> sekarang memang memaksa
> kita untuk berpikir materialistik. Saya yakin seminar ini memang
> dibanjiri banyak
> peserta, apalagi pembicaranya adalah seorang icon motivator yang cukup
> terkenal.
> Saya tidak mempunyai pikiran dan rencana untuk datang, sehingga saya
> juga tidak tahu apa isi
> seminar itu sebenarnya. Tetapi melihat kredibilitas pembicaranya, saya
> yakin penekanan
> seminar lebih banyak kepada pemberian motivasi positif kepada para
> peserta.
>
> Di luar itu semua, ketika saya membaca selebaran elektronik itu, yang
> terlintas langsung dalam
> benak adalah betapa akhirnya manusia sekarang memahami "menjadi kaya"
> adalah sebuah
> tujuan. Padahal menjadi kaya adalah akibat dari yang kita kerjakan.
> Yaitu
> konsistensi, ketekunan, kerja keras dan dibarengi kecerdasan kita dalam
> berusaha. Apabila kita
> menempatkan kekayaan sebagai destination semata, saya khawatir kita
> akan
> kompromi
> dengan cara-cara yang kita lakukan. Pokoknya kaya, sehingga kita akan
> menghalalkan segala
> cara. Bukankah kita tidak ingin seperti itu? Percayalah bahwa
> semuanya
> akan ditambahkan
> kepada kita, justru ketika kita melakukan dan mendedikasikan diri kita
> untuk selalu yang
> terbaik ...
>
> Selamat pagi, selamat bekerja l
>
> Setya Rahadi
Subscribe to:
Posts (Atom)