Sunday, February 05, 2012

Sudut Pandang...

Alkisah, ada seorang Pengusaha fashion Wendy namanya. Sedang melakukan expansi pasar ke suatu daerah yang agak sulit, masih tertinggal dan jauh dari kota.

Maka diutuslah seorang anak buahnya sebut saja Alex namanya.
Sesampaikan di lokasi Alex melihat kondisi daerah tersebut memang penduduknya masih tertinggal dan belum menggunakan pakaian sebagaimana biasa, alias "gak pake baju".
Alex kecewa karena dia berfikir "gimana mau nawarin baju?,lha wong penduduknya aja gak pada pake baju", Akhirnya dia minta dipulangkan saja.

Lalu bos nya bertanya "kenapa mau pulang?,
Jawab alex "Tak mungkin expansi pasar'
Bosnya tanya lagi: kenapa?
Jawan Alex : "mereka gak pake baju".
Akhirnya Alex dipulangkan.

Karena penasaran dengan kondisi disana maka dikirimlah anak buah berikutnya, Dodi namanya, setelah sampe di sana betapa terkejutnya dan gembiranya Dodi,
"yes.!,inilah pangsa pasar saya, saya harus jadi yg pertama mamasarkannya disini.
Disini masyarakatnya belum pake baju, berarti saya bisa expansi disini, saya bisa mengedukasi masyarakat sini untuk menyadarkan bagaimana penting dan bermanfaatnya dengan memakai baju.

Maka Dodi langsung telpon bosnya"
"bos, eike dapat pasar bagus neh.."
"Tolong segera dikirimkan baju-baju sebanyak mungkin"
"Kita mau segera melakukan penjualan dan expansi pasar disini".

Lalu bos nya tanya; oh, emang lokasinya gimana?
Dodi menjawab " disini lokasi yang tepat untuk expansi pasar, bagus banget!,
Bosnya tanya lagi: "kenapa?
Dodi dengan antusias menjawab "mereka gak pake baju!"

Dari kisah diatas, dapat diliat dari bahwa "masalah yang sama" jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda maka akan menghasilkan keputusan yang berbeda,

Kenapa kok bisa..?
Dari sudut pandang yang berbeda, maka akan menghasilkan pemikiran yg berbeda, dari pemikiran yg berbeda maka tindakannya akan berbeda pula, Karena tindakan berbeda maka hasilnya pun akan berbeda,

Sudut pandang pertama, seorang Alex adalah sudut pandang "pesimis", hanya kondisinya seperti itu maka dia menganggap selamaya akan terus seperti itu.

Sedangkan sudut pandang kedua atau sudut pandang Dodi adalah sudut pandang "Optimis".
Dia yakin ini adalah keadaan "sementara" dan akan dapat berubah seandainya ia sedikit utk berusaha.

Dalam hidup ini pun sama, dalam Rumahtangga, berteman, bermasyarakat, bertetangga, bekerja, ber wirausaha pasti selalu saja ada masalah.

Jangan anggap orang lain tak ada masalah.
Orang yg sukses pastilah orang orang yg telah banyak sekali menyelesaikan masalah-masalah.
Saya yakin masalah mereka jauh lebih banyak dan lebih komplek daripada kita.

Jadi sudut. Pandang mana yg akan kita ambil?..(teu langkung pribados..?)

Note : ceritanya hanya fiktif belaka, jika ada nama yg sama hanyalah kebetulan semata...piss..

PRINSIP-PRINSIP DASAR MENDIDIK ANAK:

Kang Admin, ijin posting ya.., dapat dari milist sebelah.., renungan buat kita sebagai orng tua dari anak-anak kita...
semoga bermanfaat (mhn maaf buat yg non muslim)

PRINSIP-PRINSIP DASAR MENDIDIK ANAK:
1. Anak anakmu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu, bukan krn keinginan mereka, tetapi karena Takdir Allah. (QS.28: QS.68,42: QS.49-50).

2. Karena apa yg Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yg harus ditunaikan. (QS.8:27-28).

3. Orang tualah yg ingin memiliki anak ϑάπ keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu krn akan Allah minta pertanggungjawabannya. (QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24).

4. Allah tdk membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh-sungguhlah. (QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78).

5. Allah tdk mewajibkanmu membentuk anak-anakmu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkanmu membentuk anak-anak yang shalih. (QS.21:205).

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tdk mendidik mereka menjadi anak2 yg shalih. (QS.11:46, QS. 19:59).

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya. (QS.17:24).

8. Didiklah anak-anakmu sesuai Fitrahnya. (QS.30:30).

9. Janganlah menginginkan anak2mu sbg anak2 yg shalih sebelum engkau menjadi shalih lebih dahulu.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak-anakmu.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak-anakmu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atas mu. (QS. 2:83, QS. 4:36, QS 6:151, QS. 17: QS. 23-24).

12. Berbuat baiklah pada anak-anakmu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh-sungguhlah dalam mendidik. (QS.11:93).

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.(QS.15:99).

Note; introspeksi buat diri kita (termasuk saya), sy n istri masih jauh dr kriteria diatas, semoga dg usaha yg terbaik dr kita, Allah menjadikan anak-anak kita menjadi anak yg shaleh dan shalehah...

Muhammad Ali...

ni ada tulisan, menemani sarapan pagi di hari minggu, minum kopi, susu atau sambil makan bubur...xixixi..

Mungkin anda pernah mendengar petinju legendaris juara kelas berat dunia th 70an Muhamad Ali?

Petinju Besar yang di juluki "si Mulut Besar".
Jika kita perhatikan bahwa setiap press konfren Muhamad Ali pasti akan selalu melakukan "pshyco war", atau perang psikologi (perang difikiran) terdahap lawan-lawannya.

Dia selalu yakin bahwa dia selalu dapat mengalahkan lawannya dan dengan lantang, tatapan tajam terhadap lawannya, dia bilang "I will knock you down in round 3.." Diucapkan lagi "I will knock you down in round 3.." kata-kata ini terus diulang terhadap lawannya dengan penekanan yg kuat.

Secara tidak sadar kata-kata itu akan masuk ke fikiran lawannya, semakin difikirkan lawannya semakin dalamdan kuat bayangan itu ada difikiran, sehingga lawannya akan berusaha menyangkal difikirannya, " I will not knock down in round 3" , sehingga difikiran lawannya bukan berusaha untuk menang tapi menyangkal tidak akan jatuh di ronde 3.

Dan hasil akhir pertandingan tidak selalu lawannya jatuh di ronde 3, lawannya berfikir bahwa dia tidak jatuh di ronde 3 seperti yg Ali bilang.

Tapi yang pasti hasil pertandingan Ali adalah pemenangannya.

Hikmah cerita tsb adalah,

Muhamad Ali sdh bisa melakukan "afirmasi" di diri dia dan membentuk opini di fikiran lawannya.

Dan memang kadang apa yang ada di fikiran selalu mendahului kenyataan.
Apa yg ada di fikiran akan mempengaruhi hasil di realita yang sebenarnya..

Jadi hati-hati dengan fikiran kita, karena boleh jadi realita yang ada sekarang adalah hasil dari apa yg ada difikiran kita.

Selamat berlibur..dan makan bubur..

Kita butuh Keheningan...

Siang itu seorang tukang kayu yg sedang sibuk mengergaji, tak menyadari jika jam tangan yg dipakainya terlepas dan terjatuh di tumpukan serbuk kayu yang menggunung,
kemudian dia tersadar akan jamnya yang jatuh segera ia meletakan gergajinya dan mengorek-ngorek serbuk kayu tersebut namun sampai duapuluh menit dia tak bethasil menemukan jam tangannya.

Tidak lama tiba jam makan siang dan si tukang kayu meninggalkan bengkelnya dengan tidak bersemangat krn masih memikirkan jam tangannya yg hilang.

Tiba-tiba seorang anak kecil yg sejak dari tadi memperhatikan tingkah laku tukang kayu datang dan mendekati tumpukan serbuk kayu dimana jam tangan terjatuh, perlahan dia jongkok dan tidak bergerak, diam dan konsentrasi selama beberapa menit, kemudian dia menemukan jam itu.

Alangkah senangnya si tukang kayu dengan bantuan si anak kecil tersebut, lalu dia bertanya,"bagaimana kau bisa menemukan jam ini?",
jawab si anak kecil, "mudah saja, saya jongkok dan diam dengan tenang dan hening,
saat 'diam' dan 'hening' itulah saya bisa mendengar bunyi jarum jam yang berdetak..",

Teman,
Kadang ketika kepenatan mendera, masalah bertumpuk, stress kerjaan berlimpah, problem segudang dan lain lain, kita sibuk mencari solusinya, kita berusaha keras, dalam keadaan panik dan terburu-buru kiata ingin segera menyesaikannya. Tapi dalam keadaaan tersebut sepertinya sulit kita mendapatkan solusinya dan tidak terlihat jalan keluar penyelesaian sauatu masalah.

Mungkin ada baiknya kita istirahat sejenak, refresh, merenung, meditasi, refleksi, relaksasi, kontemplasi, atau apapun namanya, mungkin kalau muslim shalat dan berdoa dengan khusu, (lebih hening lagi dg shalat malam).

Dalam keadaan hening kita bisa lebih fokus, dalam keadaan hening kita lebih jernih berfikir, dalam keadaan hening tabir-tabir masalah mungkin bisa jadi terbuka.

Karena ternyata banyak permasalahan bisa ketemu solusinya saat keadaan diri kita saat tenang, relaks dan hening....(selamat mencoba)


Pontianak, 23 Jan 2012,
(yg lg dar der dor Mercon n kembang api..)

Tukang Cukur dan Tuhan...

Tukang Cukur dan Tuhan...

Suaru hari di sebuah barbershop terjadi percakapan antara Tukang Cukur Mang Asep dan langganannya yang sedang cukur rambut yaitu pak Budi.

Mang Asep (MA) : Pak Budi saya mah teu percaya Allah itu ada?, kumaha nya membuktikannya.
Pak Budi (PB) : "lah mah Asep teh bagaimana?, kan ada buktinya ini kita manusia dan alamnya adalah hasil ciptaannya..
MA :iya kalau itu mah tahu, tapi susah ngerasakannya, kalau Dia itu ada, jadi saya mah teu percaya kl Allah itu ada..
PB : duh gimana ya kasih tahu supaya mang Asep percaya..?

Saat pak Budi lagi kebingungan, tiba-tiba ada orang yang lewat di depan toko tukang Cukur, rambutnya gondrong, gimbal, kucel, kotor, ngak terawat dan ngak rapih, pokokna mah ancur lah..., dan Pak budi langsung dapat ide...

PB: Mang Asep, tuh liat orang yg lewat didepan?
MA : Oh itu Pak, meni tidak rapih ya pak rambutna acak-acakan begituh..
PB: iya, kalau dia mungkin gak percaya kalau Tukang Cukur itu ada?
MA: wah ngak mungkin atuh pak, kalau tukang cukur itu tidak ada, sudah jelas di depan Toko saya ada tulisannya "Tukang Cukur Resik", punya Mang Asep.(mang Asep langsung Sewot)
PB: ah pasti dia gak percaya ada Tukang Cukur..
MA : wah itu karena dia gak mau tahu kalau tukang cukur itu ada, gak mau mendekati kesini, gak mau datang kesini, gak mau cukur rambutnya, gak mau rapih rambutnya...
PB: oh Gitu ya Mang Asep...
(dengan senngnya Mang asep tersenyum)
MA: Coba kalu dia datang ke saya, pasti rapih tuh rambutna....

PB: Nah.. kalu sekarang mang Asep sudah percaya kalau Allah itu ada?
MA: lah naon hubunganna masalah rambut sama Allah.
PB: ya itu tadi, orang itu gak percaya kalau tukang cukur itu ada, karena dia tidak mau tahu dan gak mau mendatangi tukung cukur mang Asep yg hebat tea....

Mang Asep juga sama karena Mang Asep tidak mau mendatangi Allah, disuruh shalat ketika ada panggilan Adzan gak di denger, di minta Puasa di bulan Ramadhan gak puasa, kalau punya rezeki berlebih di minta pergi Haji malah Jalan-jalan ke Luar negeri.
jadi kalau mau tahu dan bisa ngerasa Allah itu ada ya harus "mendatangi" ketika ada perintahNya....., tahu kitu Mang Asep Gimana?
MA: hmmm iya ya.., kalau begitu, kitanya yang harus sering mendekat dan mendatangiNya ya pak Budi...

Note: cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan...

Golok Abu Nawas...

Golok Abu Nawas..

Alkisah dahulu kala di Negeri entah berantah, sedang berlangsung suatu sidang pengadilan dan yang menjadi tersangka adalah Abu Nawas.

Abu Nawas dituduh bersalah karena membawa Golok di tengah pasar, Hakim menyatakan Abu Nawas bersalah dan dihukum karena “terindikasi” mau melakukan perbuatan jahat atau onar.

Namun Abu Nawas protes atas keputusan Hakim tersebut dan terjadilah percakapan sbagai berikut:

Abu Nawa (AN): “Lho pak Hakim kan saya baru bawa Golok kenapa dihukum pak? ”,
Pak Hakim (PH): “Karena kamu terindikasi akan berbuat onar”,

lalu Abu Nawas menyangkal,
AN: "Lho Pak Hakim bisa saja kan, saya bawa golok untuk memotong daging?,"
kemudian Abu Nawas melanjutkan keberatannya,
AN: “Wah kala begitu pak Hakim harus dihukum juga dong,” seru Abu Nawas,
dan Pak Hakim kemudian bertanya penuh keheranan

PH: "Lho dihukum kenapa?"
AN: “Pak Hakim dihukum karena terindikasi mau "memperkosa!” seru Abu Nawas,
PH: ”Lho kok bisa, buktinya apa?”
AN: itu buktinya, pak Hakim bawa (ma’af) alat kelamin kemana mana, bisa saja kan bapak mau memperkosa?”, seperti saya membawa Golok di pasar..".
PH :”...#X?$!A*" (..bingung)

”He..he..he.., bila kita mendengar cerita ini tentunya kita akan tersenyum.

Namun makna dari cerita ini, kurang lebih adalah semua apa yang ada didiri kita, tubuh kita, panca indera kita, kaki, tangan dan semua diraga kita, semua sudah Allah ciptakan "built in", sudah jadi dan siap.
Tinggal kitanya mau gak memanfaatkannya?.

Demikian dengan halya Peralatan yang kita punya, tool, HP, BB, FB, laptop, handycam,TV, Motor, Mobil, internet dan lain sebagainya.
Misalnya internet ini kalau digunakannya negatif ya..jadi ngak bermanfaat, tapi kalau digunakan yg positif, misal baca tulisan saya ini he..he. ya insyaAllah jadi positif..

jadi Bukan apa yang kita 'bawa' tapi bagaimana yang kita bawa digunakan.....

Semuanya kembali kepada kitanya.
Kalau mau dibuat positif ya bisa positif, begitu pula sebaliknya....

Kepercayaaan baru...membangkitkan perilaku baru...

Menemani sarapan pagi, aya tulisan, dirangkum dari berbagi sumber buku..urang silih semangati...

Kepercayaaan baru...membangkitkan perilaku baru...

Kepercayaan atau keyakinan akan sesuatu yang begitu kuat dan mendalam didiri kita, hal ini berasal dari berbagai sumber:

beberapa hal yang membuat kepercayaan dan keyakinan kita begitu kuat:

1. Lingkungan.

Lingkungan adalah dimana kita tinggal dan hidup, bisa keluarga, tetangga sekitar, tempat usaha, tempat kerja, dll.
Di lingkungan lah siklus sukses melahirkan sukses dan kegagalan melahirkan kegagalan dan itu terjadi tanpa kenal ampun.

Efek terburuk dari lingkungan terrhadap "kepercayaan" adalah kalau yg anda liat hanyalah kegagalan, keputusasaan, ketidakadilan, kemiskinan maka sungguh sulit membentuk representasi internal/ fikiran didalam diri utk membentuk fikiran sukses yang kemudian melahirkan sukses.

Untuk itu kita harus mengubah "sistem kepercayaan" dg paradigma baru, misal mulai dengan lingkungan yg baru, tempat kerja yg baru, teman-teman baru dan dengan "kepercayaan" yg baru yg akan membentuk perilaku baru dan menghasilkan hasil-hasil baru..

2. Kejadian/Peristiwa,

Entah itu besar atau kecil, bisa membantu membentuk kepercayaan.
Pengalaman yg tak pernah dilupakan atau kejadian luar biasa besar dampaknya terhadap diri kita sehingga tertenam dalam otak kita selamanya.
Itu akan membentuk kepercayaan yg bisa mengubah kehidupan kita,

Ada yang dinamakan trauma masa lalu, kadang trauma ini begitu kuat sehingga mengganggu di fikiran dan sulit utk melakukan sesuatu.

3. Pengetahuan

Pengetahuan bisa didapat dari membaca, menonton, belajar, berdiskusi dan lain-lain (sekarang dg media internet sdh luar biasa, untuk mendapatkan pengetahuan)

Pengetahuan adalah salah satu cara hebat utk mematahkan belenggu lingkungan yg membatasi.

Anda bisa menciptakan kepercayaan-kepercayaan baru yg membangkitkan semangat baru, lalu kemudian membangkitkan perilaku baru, lalu menjadi kebiasaan baru dan memungkinkan mendapatkan hasil yang baru. Dan tentunya dengan sukses yang baru..

Mari bangkitkan semangat baru..!!

Note; diambil dr berbagai buku..

Tangan Tuhan...

Tersebutlah ada sebuah desa yg sedang dilanda musibah hujan dan sedang terjadi banjir.

Saat banjir tiba aparat setempat mengumumkan rakyatnya utk segera menggungsi ke tempat yang lebih aman.

Saat banjir sudah mencapai lutut banyak warga yg sdh mulai berkemas utk mengungsi, namun ada seorang warga pak Amat yang masih berdiam dirumahnya.
Ketika aparat setempat mengajaknya, dia masih bertahan disitu dia percaya akan datang pertolongan Tuhan.

Air banjir semakin lama semakin meninggi dan sekarang sudah mencapai sedada orang dewasa, penduduk diungsikan dengan perahu karet, team evakuasi kembali mengajak pak Amat utk ikut mengunsi ke tempat yg aman, namun pak Amat tak bergeming dan dia bilang, " saya sedang menunggu pertolongan Tuhan dan Tuhan pasti akan menolong saya".

Banjir semakin tinggi hingga mencapai atap rumah, dan pak Amat sekarang berada diatas genting rumah.
Team evakuasi yg berpatroli lewat helicopter kemudian mengajak kembali pak Amat utk mengungsi, tapi pak amat tetap tidak mau dan karena dia yakin Tuhan akan menolong dia.

Akhirnya pak Amat tengelam dan meninggallah dia.

Singkat cerita dialam kebangkitan, pak. Amat melakukan protes terhadap Tuhannya.

"Tuhan mana janjimu??, katanya setiap kesulitan dan masalah, Engkau akan menolong kami"
Kami tunggu pertolonganmu tapi tak pernah datang.

Dijawablah oleh Tuhan," hai Amat Saya sudah datang menolong utk menyelamatkan kamu, bahkan Saya datang tiga kali.

Pertama, sdh mengutus para aparat yang mengajakmu mengungsi, kamu tidak mau.

Kedua team evakuasi datang dengan perahu karet, tapi kamu masih tidak mau juga, dan

Ketiga, team dari helicopter datang utk menolong kamu, mengapa masih belum mau juga??

Amat menjawab ," kan yg ditunggu pertolongan Tuhan,"

"Amat mereka yg datang semuanya adalah atas perintahKu dan mereka adalah tangan-tangan Ku.."


Sama seperti hidup ini, kita selalu meminta pertolongannya, berharap agar masalah segera selesai.
tapi kadang kita tidak bisa melihat, merasakan bahwa sebenarnya pertolongan itu sdh datang, sudah dekat dan sudah ada disekitar kita, hanya saja kita belum bisa "melihatnya" bahwa itu adalah pertolongan dan "Tangan Tuhan"

Kadang kita ingin solusinya 'instan' cepat selesai dan tidak mau mengikuti proses nya.

Selamat mencari ...."Tangan Tuhan"

dan Selamat Weekend dg orang-orang yg anda Cintai...

Berpikir Sederhana

Berpikir Sederhana
>
> Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan
> membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa
> hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya
> pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penyerat, tetapi menunggu
> di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-
> binatang buruan.
>
> Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang
> hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan
> parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa
> diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri
> dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor
> rusa besar yang saya incar?"
>
> Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat
> berhenti
> di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia
> berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang
> makan,
> sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-
> langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh,tetapi
> ternyata, ah... kijang. Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia
> menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur.
>
> Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu
> sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika
> rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak,
> Rusa!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum
> sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.
>
> Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh
> sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan
> bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-
> kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa
> mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga. Tidak
> jarang
> orang orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak
> mendapatkan apa-apa.
>
> Demikian juga dengan seseorang yang mengidamkan pasangan hidup, yang
> mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang alim,
> baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, harus puas dengan tidak
> menemukan siapa-siapa
>
> Salam,
>
> Lies Sudianti
> 0816995258

KAIZEN..

Lagi baca prinsip kaizen..

Karena tidak ada paku, ladam hilang.
Karena tidak ada ladam, kuda hilang.
Karena tidak ada kuda, jenderal hilang.
Karena tidak ada jenderal, tentara hilang.
Karena tidak ada tentara, pertempuran kalah.
Karena kalah dalam pertempuran, perang kalah.
Karena kalah perang, negara hilang.

Semua itu karena tidak ada sebuah paku.

Adalah suatu pola manajemen yang berorientasi pada perbaikan, berkesinambungan, melibatkan semua orang dalam suatu organisasi perusahaan, dengan biaya yang relatif kecil.

Kecil, berangsur-angsur dan pasti.

Epos..energi positif..

Ir Jamil Azzaini MM
> Menuai Kebaikan dari Epos
>
>
> Syarat untuk meraih rizki dan menolak bala' (bencana, red), ternyata tak
> terlalu sulit. Tidak percaya? tanya saja pada trainer senior pada Kubik
> Leadership Training, Ir Jamil Azzaini MM. Ia mempunyai kiat khusus untuk
> itu, yaitu memperbanyak Epos, kependekan dari energi positif. ''Dengan
> begitu, maka maka kebaikan pun akan banyak datang,'' tutur Jamil yang
> juga direktur Dompet Dhuafa Republika (DD) ini.
>
> Jamil tak sedang berteori apalagi berangan-angan. Dampak positif dari
> pesan tersebut sudah dialaminya berkali-kali. Karena, semakin banyak
> epos yang dilakukan seseorang, maka sesungguhnya ia telah menabung
> begitu banyak kebaikan yang justru akan kembali kepada dirinya. Begitu
> sebaliknya, semakin banyak energi negatif yang ditebar seseorang, maka
> ia sesungguhnya sedang menanti keburukan yang pasti suatu saat
> dialaminya.
>
> Tak berapa lama setelah bencana Tsunami terjadi, muncul keinginan kuat
> pada diri pria kelahiran Kutoarjo-Purworejo Jawa Tengah 9 Agustus 1968
> ini, untuk membantu saudara-saudaranya di Nanggroe Aceh Darussalam
> (NAD). Terutama, dalam mengembalikan semangat hidup di kalangan para
> guru. Untuk tugas kemanusiaan itu, ia merelakan kehilangan tiga kali
> pertemuan training yang kontraknya senilai satu sepeda motor terbaru.
>
> Di NAD, dengan keikhlasan yang amat tinggi semata menggapai ridho Allah
> membangkitkan semangat hidup para guru. Suami dari Dwi Riani Julyastuti
> ini tak kenal lelah menemui para korban bencana Tsunami dan
> membimbingnya untuk bangkit. Ia tak menyangka kerjanya diamati oleh
> seorang direktur di sebuah bank syariah. Ujung-ujungnya, sang direktur
> memintanya melakukan training kepada sejumlah karyawannya di Jakarta.
>
> Keajaiban tak hanya berhenti sampai di situ. Begitu selesai memberikan
> training pada para karyawan tersebut, ayah empat anak ini pun harus
> menandantangani kontrak untuk melakukan training di cabang bank yariah
> tersebut di seluruh Indonesia. ''Alhamdulillah, nilai kontraknya bisa
> membeli sejumlah motor baru,'' candanya.
>
> Kali lain, Jamil bersama keluarga pergi ke Lampung dan tidak membawa
> kendaraan. Waktu turun di Pelabuhan Bakauheuni yang ada hanya manusia
> dan tidak ada bis satu pun. Waktu itu masih pukul 06.30 WIB.
> Ia tanya sama polisi, ''Pak, kalau saya ikut antri, jam berapa
> dapatnya?'' Polisi itu menjawab, ''Mungkin kalau melihat orang segitu
> banyak sekitar pukul 17.00 WIB baru bisa dapat kendaraan.'' Mendengar
> jawaban itu, Jamil pun lalu melayani orang lain. Misalnya, ada orang
> yang kelihatan mengantuk ia tawari kopi dan ia sendiri yang membelinya.
> Orang yang belum sarapan pagi, ia tawari teh dan mi instan. ''Setelah
> itu apa yang terjadi? 15 menit kemudian ada polisi wanita menawarkan,
> ''Bapak yang istrinya bawa bayi? Mari ikut saya.'' Akhirnya, ia diantar
> bis yang ditunjuk Polwan itu sampai Bandar Lampung.
> Jamil pun semakin yakin bahwa ''Apapun kebaikan yang kita lakukan pasti
> akan berbuah termasuk kita berbuat keburukan apapun pasti kita akan
> mendapatkan hasilnya.''
>
> Ia menceritakan "berkah" dari perbuatan negatifnya. Saat itu, sang istri
> jatuh sakit dalam kondisi hamil. Upaya medis yang dilakukan nihil.
> Selesai shalat, ia mengadu, ''Ya Allah ya Tuhanku, gerangan energi
> negatif apa yang pernah aku lakukan. Maksiat apa yang pernah aku lakukan
> sehingga kau uji aku dengan penyakit ini.''
> Setelah berdoa, tiba-tiba ia ingat kejadian beberapa puluh tahun yang
> lalu saya masih duduk di bangku kelas 5 sekolah dasar pernah mencuri
> uang ibu Rp 125. Kok ingatnya itu. ''Jangan-jangan energi negatif ini
> yang menghalangi sehingga penyakit istri saya tidak ketahuan,''
> batinnya. Kemudian ia menelepon ibunya untuk mengingatkan
> "kejahatan"-nya di masa kecil. ''Ibu saya bilang, karena uang itu mama
> tidak bisa bayar hutang lalu mama dicaci maki di depan banyak orang. Ia
> bersumpah, pokoknya kualat yang mengambil uang itu.''
> Ia mengaku dosa pada ibunya melalui telepon. Sang mama memaafkan, dan
> mendoakan istrinya cepat sembuh. Kejaiban pun datang lagi. Pukul 12.45
> WIB di hari yang sama ia mendapat telepon yang mengabarkan sakit
> istrinya sudah ditemukan, yaitu infeksi pankreas. ''Dan, saya semakin
> yakin bahwa kalau kita menebar energi negatif maka kita akan memperolah
> hasil yang negatif tapi kalau kita menebar energi positif, maka hasilnya
> adalah positif. Makanya yang tertanam pada saya adalah epos, epos, dan
> epos. ''
>
> Dalam bentuk apa epos diwujudkan? banyak caranya, menurut Jamil. Senyum
> salah satunya. Juga sapaan lembut sepulang kerja kepada anak dan istri.
> Namun, energi positif yang besar adalah ketika kita mengajarkan ilmu.
> ''Makanya ketika saya sedang mengisi training sangat senang karena
> ketika saya mengajarkan ilmu yang hadir seratus orang maka saya akan
> mendapat kiriman energi positif dari seratus orang.''
>
> Efek karambol pun terjadi di sini. ''Misalnya yang seratus menyampaikan
> lagi masing-masing kepada lima orang maka saya mendapat kiriman energi
> positif dari lima ratus orang.'' Keberuntungan, menurut Jamil, adalah
> bentuk pencairan energi positif kita. Sebaliknya, kemalangan merupakan
> bentuk pencairan energi negatif. ''Makanya dalam Islam kalau ada orang
> sakit dosanya berkurang. Berarti ada tabungan energi negatif yang akan
> berkurang. Cuma supaya energinya dapat setiap perbuatan yang kita
> lakukan harus ada kesadaran hubungan dengan Allah. 'Ya Allah, ini aku
> lakukan dalam rangka pengabdian dengan-Mu', begitulah.''
>
> Menurut Jamil, yang harus dipikirkan terus adalah memberi, bukan
> menerima. ''Apa yang sudah diberikan untuk anak saya? Apa yang bisa
> diberikan kepada isteri saya? Apa yang bisa berikan kepada teman saya?
> Pokoknya tidak bertanya: apa yang saya dapat dari Anda? Apa yang saya
> dapat dari istri? Apa yang saya dapat dari tetangga saya? Kalau itu yang
> kita pikirkan, maka kegelisahanlah yang ada dalam hidup kita.''
>

"Kaya bukan tujuan. Manjadi kaya adalah akibat."

"Kaya bukan tujuan. Manjadi kaya adalah akibat."
>
> Ini adalah kalimat-kalimat yang saya kutip dari selebaran elektronik
> sebuah seminar: "Apakah
> Anda bercita-cita ingin menjadi kaya? ... di seminar ini akan dibahas
> pola pikir dan
> kehidupan seperti apa yang mendatangkan kekayaan sejati .... bisnis
> adalah jalan yang
> paling umum dan paling cepat dilalui karena menurut penelitian 74%
> orang
> kaya berasal
> dari bisnis ... Akan dibahas juga bagaimana cara melakukan perubahan
> perubahan yang
> powerfull dan bermanfaat, yang membawa kita untuk meraih kekayaan yang
> kita
> impikan."
>
> Sangat provokatif. Perubahan powerfull untuk meraih kekayaan yang kita
> impikan ...
> Siapa sih yang tidak ingin menjadi kaya? Apalagi situasi ekonomi
> sekarang memang memaksa
> kita untuk berpikir materialistik. Saya yakin seminar ini memang
> dibanjiri banyak
> peserta, apalagi pembicaranya adalah seorang icon motivator yang cukup
> terkenal.
> Saya tidak mempunyai pikiran dan rencana untuk datang, sehingga saya
> juga tidak tahu apa isi
> seminar itu sebenarnya. Tetapi melihat kredibilitas pembicaranya, saya
> yakin penekanan
> seminar lebih banyak kepada pemberian motivasi positif kepada para
> peserta.
>
> Di luar itu semua, ketika saya membaca selebaran elektronik itu, yang
> terlintas langsung dalam
> benak adalah betapa akhirnya manusia sekarang memahami "menjadi kaya"
> adalah sebuah
> tujuan. Padahal menjadi kaya adalah akibat dari yang kita kerjakan.
> Yaitu
> konsistensi, ketekunan, kerja keras dan dibarengi kecerdasan kita dalam
> berusaha. Apabila kita
> menempatkan kekayaan sebagai destination semata, saya khawatir kita
> akan
> kompromi
> dengan cara-cara yang kita lakukan. Pokoknya kaya, sehingga kita akan
> menghalalkan segala
> cara. Bukankah kita tidak ingin seperti itu? Percayalah bahwa
> semuanya
> akan ditambahkan
> kepada kita, justru ketika kita melakukan dan mendedikasikan diri kita
> untuk selalu yang
> terbaik ...
>
> Selamat pagi, selamat bekerja l
>
> Setya Rahadi

Pikiran..

"Seperti air yang selalu mencari jalan untuk dirinya sendiri, apa yang
selalu
kita pikirkan akan menjadi sumber energi yang mengarahkan
tindakan-tindakan kita."

"Apakah ada perasaan putus asa sewaktu terapung di laut sendirian?
Misalnya, berpikir
'habislah sudah hidupku' .?" tanya wartawan MetroTV kepada Ari Afrizal,
21, korban
gelombang Tsunami, selama 15 hari 14 malam terapung-apung di lautan
lepas. "Tidak!"
jawabnya tegas, "Yang terpikir saya waktu itu, saya mau hidup, saya
tidak mau mati!"

Ternyata tekad serta apa yang dipikirkan Ari menjadi kenyataan. Pemuda
yang berasal dari
desa Kabong, Aceh Jaya, berhasil diselamatkan kapal Al-Yamamah yang
lewat di lokasi 320
kilometer dari pantai barat Sumatera, 15 hari setelah bencana Tsunami
Aceh 26 Desember
2004. Selama terapung di lautan Ari melawan terik matahari, dinginnya
hujan serta pekatnya
malam dengan hanya memakan buah kelapa serta bantuan kayu dan sampan
yang hanyut
bersama-sama ke laut. Tekadnya untuk hidup telah membuatnya bertahan
selama 15 hari
sebelum akhirnya ditolong awak kapal Al-Yamamah.

Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ragu, takut atau pesimis,
seringkali menghantui
pikiran kita. Padahal, pikiran positif, semangat serta tekad merupakan
modal awal yang
barangkali 50% akan menjamin keberhasilan pekerjaan dan tugas-tugas
kita. Pernahkah kita
sadari bahwa apa yang kita pikirkan sesungguhnya merupakan sumber
kekuatan yang luar
biasa "dahsyat"?

Dalam khasanah psikologis ini disebut sebagai "Self-fullfiling Phropecy"
atau "Pygmalion
Effect". Adalah Robert Merton, seorang profesor sosiologi di Universitas
Columbia yang
pada tahun 1957 mengembangkan konsep ini. Dalam kajiannya yang terkenal
dengan sebutan
"Social Theory and Social Structure", Merton mengatakan (dengan bahasa
sederhana) ketika
sebuah ekspetasi sudah dibuat, bahkan ketika itu tidak akurat, kita akan
cenderung untuk
bertindak melakukan sesuatu yang konsisten dengan ekspetasi itu. Dan
herannya,
kebanyakan ekspetasi itu akan membuahkan hasil nyata, layaknya sebuah
proses mejik.
Bukankah Ari Afrizal, korban Tsunami yang terapung di lautan lepas
selama 15 hari itu telah
membuktikannya? Bahwa apa yang dipikirkannya tidak mau mati di
tengah-tengah laut
membuat dirinya bertahan dan bahkan diselamatkan oleh kapal yang lewat!

Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan pikiran Anda sendiri, Anda
harus mengarahkan
pikiran secara positif dan sitematis, karena pikiran Anda akan membawa
Anda ke mana akan
menuju. Seorang tokoh pernah mengatakan, "All things, whatever you ask,
praying, believe
that you shall receive them, and it will be to you."

Selamat pagi, selamat bekerja l

Setya Rahadi

Happiness (Gede Parma)

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur
Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman
rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum
tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.



Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?"

"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.

"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?" tanya
tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Karena di
dalam gelap, di luar terang."



Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan
keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat
apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan
keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak
'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu
juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua
orang.



Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya,
banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk
kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus
atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar
tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan
berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia,
mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang
karena pensiun.



"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan
selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap
kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat
dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama. Untuk mencapai tingkatan
kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui
5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.



Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.

"Stop membandingkan dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar
untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap
pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar
Gede Prama.



Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut
Gede Prama, dimulai dari membandingkan. Gede Prama mencontohkan orang
kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia
berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang
kulit putih.



"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.
Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you
nowhere," kata Gede Prama dengan logatnya yang khas.



Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik, mengalir
(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi
diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja.



Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai
belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita
bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi
diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!" kata Gede Prama.



Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi. Sebab
utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi.
"Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi
lebih banyak," ujar Gede Prama.

"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and
I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian
saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita
konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi. Memberi tidak
harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum,
pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia
akan memasuki wilayah beauty and happiness.



"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada
yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu
keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,
apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.

Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya
saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita
sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan
kegiatan memberi.



Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari
semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya
gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika
ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan
cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.



"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa
bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar
dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta
ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan
terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.
Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena
Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan," ujar Gede Prama membesarkan
hati.



Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut
Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin
banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya
dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai
pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.



"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.
Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah
cantik," kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada
gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"
tegasnya.



Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah
rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan
godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu
sekarang," ujar Gede Prama.



Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda
benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala
sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula
kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan
terhadap kebenaran.



"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending
jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin
terhadap kebenaran," kata Gede Prama.

"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang
kecil," sambung Gede Prama.



Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan
kita tahu kehidupan. Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia
yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.



"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini
hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui
diri kita sendiri," kata Gede Prama.

Langkah Pertama

Banyak orang yang mempunyai IMPIAN : ingin KAYA RAYA !
BEBAS FINANCIAL dan BEBAS WAKTU !
Banyak pula ditawarkan aneka PELUANG USAHA yang menjanjikan IMPIAN itu !
Mulai dari barang dan jasa : Trading, Asuransi, MLM (Networking) hingga FRANCHISE.
Tetapi pertanyaannya adalah Bagaimana CARA untuk MEMULAI dan MENJALANKANNYA

Banyak pula ditawarkan Pelatihan Teknik Menjual, tetapi mengapa masih banyak pula para alumnus / lulusan yang GAGAL dalam penjualan di lapangan ?
Jawabnya adalah para lulusan tersebut hanya mengerti TEHNIK dan CARA nya saja, tetapi mereka kurang satu hal yaitu : PRAKTEK !
Oleh karenanya mereka tidak mengeti, tidak paham, dan tidak menjiwai PRAKTEK itu sendiri, yang kalau ditelusuri ujungnya adalah : MENJUAL !

Menjual adalah suatu SENI !
Seni Menjual (the art of selling) adalah sesuatu yang anda temukan dan ciptakan sendiri dengan INOVASI yang anda dapatkan dari PENGALAMAN PRIBADI di lapangan, bukan dari BUKU maupun GURU yang HEBAT sekalipun !
Karena bagaimanapun juga Pengalaman adalah GURU TERBAIK di dunia !

Bill Gates kaya sekali itu hasil dari apa ? ya so pasti jualan Microsoftnya kan ?
Om Liem ? jualan apa ? salah satunya : Indomie !
Bahkan Motivator kita. Spt Tung DW ? jualan apa ? hehehe ya jualan konsep / mind set atau jualan seminar seminar yang banyak menginspirasi kita ?
James Gwee ? Andri Wongso ? Julain Foe ?…..yah sama saja…semuanya JUALAN !

Semua bermula dari SUKSES KECIL ! dan anda harus bisa melangkahkan langkah pertama tanpa RASA TAKUT ini itu…seperti pada saat anda belajar JALAN !
Dan kalau anda TAKUT saat itu…saya rasa anda sekarang ngga bisa jalan seperti saat ini bukan ?
Lha sekarang kalo anda punya banyak Personal Coach, Guru yg sangat hebat, tapi anda sama sekali tidak ada ACTION untuk BERUBAH ? ya sami mawon alias sama saja …!

Buang uang jutaan untuk ikut seminar ini itu, tetapi tidak dijalankan dengan adanya perubahan ? Sama saja anda ke bioskop, nonton film…setelahnya terkesan sesaat, kemudian melupakannya, seolah itu hiburan semata….? Ya ngapain ikut seminar ?
(ohhh…dibayarin kantor ya ? huehehehe…kalo yang ini…saya no comment lahh..)

Today I Learn, Tomorrow I make DIFFERENT ! – james gwee -

Kapan lagi anda melakukan LANGKAH PERTAMA ?

Semoga bermanfaat dan ter InsPirasi....



Regards,

Fudji Wong

Thursday, January 19, 2012

Ilmu yang bermanfaat...

Dalam ajaran agama Islam, ada 1 dari 3 "investasi abadi" .
kenapa saya bilang investasi abdi, karena akan terus mengalir, iya amalan yg akan terus mengalir pahalanya walaupun kita sdh meninggal dunia fana.
Apakah itu??... salah satu nya adlah Ilmu yg bermanfaat...

Jadi jika mau investasi abadi, kalau kita punya ilmu dan bermanfaat bagi sesama jadi bagikannlah "share" lah, jangan terlalu memikirkan imbalan materi krn imbalan yg "abadi" justru akan kita dapatkan kelak.
(saya tidak membahas kenapa harus bayar utk sekolah,kuliah kursus dll)

Anehnya kalau ilmu itu kita share dan kita bagikan, ilmu kita tak akan berkurang tak seperti membagikan roti yg jika dibagikan habislah roti kita.

Justru sebaliknya, semakin sering kita share maka semakin kuat ilmu tersebut "nempel" dikita dan akan semakin kuat lagi karena orang yg tadinya tidak tahu menjadi tahu, maka akan saling mengingatkan dan bahkan akan semakin meningkat "eplorasi" keilmuannya.
Jadi kalau ada "materi" yg di dapat dari ilmu yang kita share anggap aja itu "bonus". (Syukur kalau lebih gede lagi ya..)

Sebaliknya jika ilmu itu didapat kemudian tidak di share atau dibagikan, kita pendam sendiri apalagi tidak di gunakan maka, maka seiring bertambahnya waktu akan semakin lama semakin menghilang dan lupa.
Seberapa banyak titel dan gelar didapat, berpuluh tahun kita mendapatkan ilmu, mungkin gelarnya tak akan hilang, tapi materi sekolah dan kuliah yang bertahun-tahun itu pasti akan hilang dan "blank" kalau tidak digunakan atau diaplikasikan.

Banyak pula ilmu yang tidak didapat di sekolah dan di kuliah, tapi justru di kehidupan sehari-hari bersosialisasi, bermasyarkat, berteman, bertetangga, dilingkungan kerja dan dimana saja dan inilah sekolah atau universitas sesungguhnya.

karena kita tidak akan berhenti belajar, apakah karena jika kita sudah lulus kuliah, khatam semua gelar lalu merasa sudah cukup dan sempurna??, inilah sekolah kehidupan atau saya bilang "universitas kehidupan", ilmu-ilmu ini tak kalah pentingnya untuk kita.
Maka jika kita dpt ilmu yang seperti ini sering-seringlah kita saling sharing, Insyaallah kita di"mudah"kan dan di"lanncar"kan dalam menjalani kehidupan ini.

Jadi jika kita ingin "investasi" yg abadi, gunakan dan share lah ilmu yang bermafaat.

Note : 3 amalan itu adalah
1. Ilmu yg bermanfaat
2. Amal Jariah
3. Doa anak sholeh.

Sunday, January 15, 2012

Perjalanan dan Kehidupan...

Perjalanan "hidup" seperti berkendara di malam hari di jalan yang gelap, yang bisa tersorot lampu hingga terang hanyalah beberapa meter saja, sisanya gelap gulita, anehnya ketika kita mulai "berjalan" maka jalan berikutnya yg sebelumnya gelap akan terosorot lampu dan kemudian terang, begitulah seterusnya, jalan yg tdnya gelap akan menjadi terang sampe akhirnya sampailah kita ditempat tujuan.

Kenapa kita terus berjalan padahal yg tersorot lampu hingga terang hanya beberpa meter saja?? Lainnya gelap kok berani jalan..

Demikian pula "kehidupan", kadang kita memandang segala hal harus jelas semua, terang semua, harus ada data dan fakta baru kita mulai jalan.

Untuk menunggu "sempurna" dan kemudian "jalan" adalah hal yg sangat sulit dan mungkin hal itu tak akan pernah terjadi.

Karena pada kenyataannya masih banyak hal yg memang belum jelas dan masih"gelap".

Selama kita tidak pernah mau "berjalan" selama itu pula akan "gelap terus".

Tetapi jika kita mulai "berjalan". Maka hal yang tadinya gelap akan mulai menampakan dirinya dan begitulah seterusnya, sampe akhirnya anda akan sampe ditempat tujuan yg sebelumnya tak pernah anda bayangkan...

Saturday, December 24, 2011

"Anak ayam sulit cari makan di lumbung Padi.."

"Anak ayam sulit cari makan di lumbung Padi.."

Siang itu ada pemandangan aneh ketika keluar dari kota Pontianak atau ketika sore menjelang malam, banyak truk-truk yang antri berderet menuju POM bensin utk pengisian bahan bakar solar.

Adalah pemandangan biasa bagi warga sini kalau truk-truk antri berderet untuk isi solar setiap hari, tp bagi saya ini adalah pemandangan tidak biasa dan luar biasa, luar biasa karena apa..??, Karena eh karena..logika normal dan pikiran lurus, Kalimantan gitu loh..

Sempat seminggu di Samarinda dan Balikpapan, eh ternyata sama, truk-truk pada antre solar di POM Bensin, lha Balikpapan kan kota Minyak, masa di ibukotanya Samarinda, warganya antri Solar??

Pulau dan provinsi yg kaya akan sumber minyak, banyak perusahaan asing "numpang makan" dipulau ini, ambil kekayaan atau mengelola minyak pulau ini. Masa penduduknya bersusah payah antri minyak atau solar??

Saya gak begitu ngerti proses dr ladang minyak kemudian jadi minyak, bensin atau solar atau lainnya., tapi intinya ini pulau "kaya" akan sumber minyak bumi.

Di Jakarta aja yg entah provinsinya ngasilin minyak atau tidak?, yg kepadatan penduduknya puluhan kali dr pontianak, dan yg pasti minyaknya gak sebanyak pulau Kalimantan, jarang yg antri sepanjang itu atau di provinsi lain di Pulau Jawa juga gak separah disini..,

Bagaimana distribusi solar dan minyaknya..??,
Wah pembangunan tidak merata neh dan gak 'fair' dong, Jakarta mulu yg diutamain..

Sopir seharian antri Solar, kapan dia nariknya?, kpn dia ngasilin uang?, kpn barangnya diangkut??,
Bagimana "roda- roda ekonomi berputar", lha rodanya aja antri seharian di POM bensin isi solar??

Apakah Pertamina sini tidak berhitung??, kurang kali POM bensin? Atau pasokannya?

Apakah Pemda tidak peka, semerawut lho pak, banyak antrian truk tiap hari.

Apakah pengusaha tidak susah, kelamaan ngantri. Karyawannya ngantri doang seharian, kapan ngerjain yg lain?

Apakah anggota Dewan asyik-asyik saja aja liat pemandangan seperti itu??, atau matanya sudah "katarak"??
Coba "liat, dengar,dan rasakan", kalau perlu alami.
(Eh sory kyknya pada dapat jatah uang bensin ya??, jd gak tahu rasanya ngantri)

Apakah memang ada Oknum yg mengorganisir truk-truk utk beli solar saja seharian. Lalu di "pendam, disimpan, dikubur, ditimbun" utk dijual lg pada saat momentum yg "tepat"?.
Atau dijual ke "Malaysia" kali??, krn disana lebih mahal?? (Bener gak?),
Bagi mereka gak Penting urusan Nasionalisme "Garuda di Daku, tp Solar Perutku".

Dalam imajinasi sy kl sy tanya ke orang yg jual ke Cukong mungkin jawabnya "sorry dorry morry coy.. habis jual ke Malay lebih untung"

Investigasi dong pak Polisi.., masa polisi kalah cerdik sama yg beginian.., ayo pak Polisi 'Tong cing we' alias "tong cicing wae" alias jangan diam aja, kreatif lah, jangan terpaku sama "jobdesk", terbatasi pagar, terhalang "koridor", ewuh pakewuh, apalagi ter "iming- imingi" uang Cukong

Kalau betul, gak rela hasil alam kita di beli Cukong Malaysia dengan berkong- kalingkong orang-orang kita.

Sudah sumber alamnya dikelola "Negeri orang" masa hasilnya di nikmati "Negeri orang" juga, lha kita nya manna..?

Yg beginian kalau dulu di film "Jaka Sembung" mah kayak "antek antek Belanda yg harus ditumpas dan ditebas lehernya"

Atau mungkin berprinsip, seperti waktu sy dulu di Alun-Alun Bandung, liat tukang obat bulu, sy liat tukang jualan obat bulu, rambutnya tipis bahkan terkesan botak n mau rontok, juga tak berkumis dan berjanggut.
Ditanya sama calon pembeli,
"bang gimana sy percaya kl situ tukang obat bulu, buktinya abang gak ada bulunya".
apa jawab si abang "eit jangan salah De", "Tukang obat bulu tidak harus berbulu, krn tukang telor jg tidak harus bertelor" wualeehh bisa aja ngeles,
Jadi pulau kaya minyak gak perlu warganya menikmati minyak juga..

Sampe kapan akan begini??, kalau kekayaan alam yg "berlimpah" begini, susah atau tak bisa mengelolanya,,

"Ayolah pak bu", semua aparat, pemerintah daerah, anggota dewan bersatulah dan kompaklah memajukan pulau yg "luar biasa" ini.

Masa seh, kayak teman sy, yg bilang "itukan DL",
apaan tuh DL.
" Derita Loe.."
Ayolah pak "kita" sdh menderita.., "Kiiitta???, Loe aja kalee.., Geu enggak.."

Kalau tidak bapak2 n ibu2 wakil2 rakyat, kepada siap lg kita berharap??

Jangan sampe seperti peribahasa,,
"Ibarat anak ayam yg gak bisa atau susah makan dilumbung padi", Anak-anak ayam akan saling berebut, akan saling berantem, lama-lama bisa mati juga itu anak ayam.

"Dr pendatang yg jalan-jalan di Kalimantan"

Note: "tulisan ini utk utk menggugah, utk kenyamanan, kemajuan kita bersama...peace"

"Apalah Arti sebuah Nama"

Ada peribahasa mengatakan "apalah arti sebuah nama", padahal ya, nama itu sungguh ber arti.

Kalau dalam agama Islam, nama anak itu berarti do'anya orang tua, (mhn koreksi jika salah).Jad i namailah anak-anak mu dengan nama yang baik- baik.

Ngomongin nama, sejak saya kuliah sampe sekarang ini, sebenarnya nama saya tetap
sama dan sangat sederhana "Sumirat", kl menurut artinya orang sunda
ktnya cahaya sebelum shubuh yg menyinari, tp bukan Fajar, kan nama saya
Sumirat. ya itulah intinya mah "bersinar atau menerangi"

Sewaktu kuliah di Bandung teman-teman memanggil nama asli saya dengan pangilan
pendek, persahabatan, kedekatan, keakraban dan pertemanan.
Waktu itu mereka memangil saya, "Sum, ada jg yg pangil "Mirat" , ada yg sapa "Rat", semua oke oke saja gak masalah.,

Naik ke tingkat berikutnya jadi senior, adik kelas pangil "Akang Sumirat" ada juga "Kang Sum".. teu nanaon.

Selesai kuliah di Poltek ITB tamat D3 di ijazah boleh menggunakan akhiran AMd
atau singkatan Ahli Madya, lumayan jadi, Sumirat, AMd.

Setelah kerja dan berbaur dengan banyak suku di Indonesia, ada yg pangil saya
"Mas Sumirat" atau "Mas Sum" sapaan yg terakhir ini harus benar dan
jelas, meleset dikit artinya jadi gak enak..he..he"

Pindah kerja ke tempat lain, posisi sdh lumayan dan sdh punya anak buah, sapaan nya
jadi "Pak Sum", krn sy lebih senior, beberapa junior saya ada yang
bilang "Aa Sum" dan pangilannya di pelesetkan jadi "Aa Cum", iyaa lah mangga..

Sewaktu kerja, pernah ikut kursus bahasa Ingris dan karena yg ikut kursus banyaknya mahasiwi n mahasiswa, dan he..he as a respect to senior tea, mereka memanggil "Brother Su", "Hmm no problem, never mind.he..he.."

Dirumah sewaktu baru nikah dan blm bisa bilang "ayah", krn belum ada anak anak (skrg sdh 2 n mau 3), pangilan dr istri "Mas", padahal sy orang Sunda.., ya pangilan sayang katanya. Mangga..

Sambil kerja, saya sambil kuliah juga, lanjut di ExtensiTeknik UI, Alhamdulillah ya sesuatu.. Lulus", bangga dan senengnya saat itu, tau sendiri gimana capenya kuliah sambil kerja, eh sorry ke balik kerja sambil kuliah, mana Istri baru lahiran, jadi lupa kl kontrakan blm dibayar...
Eh di belakang nama boleh sekarang, jadi Sumirat,ST

Pernah kerja bareng orang bule, waktu dia tanya "what is your name?", saya
bilang "my name is Sumirat", tapi lidah mereka gak bisa bilang nama
saya. Apa spelling nya nama sy susah atau tak ada di mereka kali ya?,
maklum nama " wong ndeso..", susah disebutnya, harusnya nyebut "Mr sum"
mereka nyebut dan kedengaran ditelinga sy bunyinya adalah Mr. Sam., wualah..

Kerja di tempat lain lagi, bos saya bilang, kalau pangil
"Sumirat" kelamaan, udah disingkat aja "samy" lebih simple n keren
lagi., ya saat itu banyak taman yang panggil saya "Pak Samy" dan ada
juga yang pangil "kang Samy"

Lagi tugas keluar kota, ada rekanan n partner yang memanggil dan menyingkat nama saya, cuma pangil "Pak Su" ya silakan..

Ketemu lagi dengan teman-teman Kantor lama dan memang sdh beberapa tahun gak
ketemu. Dari mereka bujangan atau gadis dan sekarang mereka sdh pada
punya anak.
Seiring bertambahnya waktu, ini rambut dikepala yg warna
nya bukan hitam datangnya lebih cepat dr biasanya, beberapa sdh ada yg
menampakan dirinya, sdh banyak yg memutih alias uban.
Tapi sepertinya ini krn faktor keturunan, terbukti adik dan kaka sy jg sama ber uban (ngeles).
Masa mereka bilang ke anak-anaknya, sambil jongkok tangan kiri peluk anaknya
tangan kanan sambil nunjuk saya," itu..Abah Samy", beuuu....

Friday, December 23, 2011

" Yang Hujan Turun Lagi....."

" Yang Hujan Turun Lagi....."

Hampir 2 minggu ini hujan gak berhenti berhenti, terus menerus mengguyur kota Pontianak.

Desember memang sudah musim penghujan, tp mengalami musim hujan disini ada hal yg menarik, yaitu di banyak komplek perumahan disediakan semacam, gentong atau tangki air, atau semacam bak penampungan,

Buat apa tangki air ini??, ternyata adalah buat menampung air hujan, sesuatu yg agak aneh utk orang yg lama di pulau Jawa, Jakarta atau Bogor.

Ternyata air tanah disini tak bagus, krn banyak bekas rawa-rawa air hitam, kotor. Air hujan ditampung dan di gunakan utk kepentingan sehari hari sedangkan utk minum menggunakan air PAM kl yg sdh ada atau air apa sy jg blm tahu.

Benar kalau hujan itu adalah rezeki, Allah menurunkan Rezeki benar benar dari langit.

Di bebrapa temapat hujan bisa menyuburkan tanah pertanian, di hutan sana, hujan bisa diserap airnya dan menjadikan hutan subur, kaya akan sumber air dan jadi sumber oksigen dan sarana hidup flora dan fauna.

Mungkin di Jakarta hujan bukanlah Rezeki dari langit, mungkin bisa dianggap sumber masalah.

Hanya sebagian kecil saja kalau hujan itu memang benar-benar rezeki, yaitu bagi para "Tukang Ojek" payung.
Lumayan ada yg sewa, sekali minimal Rp.1000 bagi orang jkt yg pelit atau emang bokek, atau Rp.5000 bagi yg "berbaik hati" atau juga dapet Rp. 10.000, bagi orang yg kebetulan di dompetnya gak ada receh dan yg paling kecil hanya Rp.10.000,-
(gerutu pengojek dalam hati, "apes deh gue, gak ada recehan..).
Kalau sekali hujan dapat Rp. 50.000 kan lumayan buat hidup sehari, asal jangan, selsai hujan badang meriang, kedinginan, masuk angin, filek, flu. Bisa bisa tekor, apa masih ada ke dokter n utk obat cukup dg Rp. 50.000?

Tapi ditahun 80an bagi muda mudi Jakarta, hujan adalah sesuatu yang romantis, buktinya ada lagunya, "Yang hujan turun lagi..,dibawah payung hitam kita berdua.."

Di jakarta air hujan tidak ditampung tp di minta segara "pergi dan menjauh dan jangan datang lagi" tp jangan gak datang-datang dalam setahun, nanti kemarau dong, wualah banyak permintaannya, Emang situ yg ngatur hujan.

Karena begitu sampe di bumi jakarta tidak dijadikan penampungan air, tidak menyuburkan lahan pertanian, apa masih ada ya di jkt??, tp langsung, kena genteng, asbes ,kaca, bangunan bertingkat, gedung tinggi menjulang, jalan aspal, tembok, conblok, jarang yg kena tanah, krn sdh sulit tanah kosong di jkt dan langsung masuk gorong-gorong kalau lancar atau menggenang disuatu tempat dan menjadikan "genangan yg begitu luas dengan kedalaman sekitar 20cm sampe 50cm".
Kalau genangan itu ada di jalanan bisa jadi "tambahan" sumber kemacetan, jangan 'kambing hitamkan" hujan ya kalau jadi macet karena sebelum 'dia' datang emang sdh macet.

Bahkan di daerah bantaran kali Ciliwung "genangan" itu bisa singgah dirumah-rumah, jalan-jalan di gang dan dijadikan kolam renang gratis bagi anak-anak.

Hujan yg datangnya dr langit bisa berbeda beda "kegunaan atau ketidakgunaan" tergantung dimana dia singgah.., " Yang Hujan Turun Lagi....."