"Seperti air yang selalu mencari jalan untuk dirinya sendiri, apa yang
selalu
kita pikirkan akan menjadi sumber energi yang mengarahkan
tindakan-tindakan kita."
"Apakah ada perasaan putus asa sewaktu terapung di laut sendirian?
Misalnya, berpikir
'habislah sudah hidupku' .?" tanya wartawan MetroTV kepada Ari Afrizal,
21, korban
gelombang Tsunami, selama 15 hari 14 malam terapung-apung di lautan
lepas. "Tidak!"
jawabnya tegas, "Yang terpikir saya waktu itu, saya mau hidup, saya
tidak mau mati!"
Ternyata tekad serta apa yang dipikirkan Ari menjadi kenyataan. Pemuda
yang berasal dari
desa Kabong, Aceh Jaya, berhasil diselamatkan kapal Al-Yamamah yang
lewat di lokasi 320
kilometer dari pantai barat Sumatera, 15 hari setelah bencana Tsunami
Aceh 26 Desember
2004. Selama terapung di lautan Ari melawan terik matahari, dinginnya
hujan serta pekatnya
malam dengan hanya memakan buah kelapa serta bantuan kayu dan sampan
yang hanyut
bersama-sama ke laut. Tekadnya untuk hidup telah membuatnya bertahan
selama 15 hari
sebelum akhirnya ditolong awak kapal Al-Yamamah.
Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan ragu, takut atau pesimis,
seringkali menghantui
pikiran kita. Padahal, pikiran positif, semangat serta tekad merupakan
modal awal yang
barangkali 50% akan menjamin keberhasilan pekerjaan dan tugas-tugas
kita. Pernahkah kita
sadari bahwa apa yang kita pikirkan sesungguhnya merupakan sumber
kekuatan yang luar
biasa "dahsyat"?
Dalam khasanah psikologis ini disebut sebagai "Self-fullfiling Phropecy"
atau "Pygmalion
Effect". Adalah Robert Merton, seorang profesor sosiologi di Universitas
Columbia yang
pada tahun 1957 mengembangkan konsep ini. Dalam kajiannya yang terkenal
dengan sebutan
"Social Theory and Social Structure", Merton mengatakan (dengan bahasa
sederhana) ketika
sebuah ekspetasi sudah dibuat, bahkan ketika itu tidak akurat, kita akan
cenderung untuk
bertindak melakukan sesuatu yang konsisten dengan ekspetasi itu. Dan
herannya,
kebanyakan ekspetasi itu akan membuahkan hasil nyata, layaknya sebuah
proses mejik.
Bukankah Ari Afrizal, korban Tsunami yang terapung di lautan lepas
selama 15 hari itu telah
membuktikannya? Bahwa apa yang dipikirkannya tidak mau mati di
tengah-tengah laut
membuat dirinya bertahan dan bahkan diselamatkan oleh kapal yang lewat!
Oleh sebab itu, jangan bermain-main dengan pikiran Anda sendiri, Anda
harus mengarahkan
pikiran secara positif dan sitematis, karena pikiran Anda akan membawa
Anda ke mana akan
menuju. Seorang tokoh pernah mengatakan, "All things, whatever you ask,
praying, believe
that you shall receive them, and it will be to you."
Selamat pagi, selamat bekerja l
Setya Rahadi
Sumirat Blog adalah isi curahan hati tentang kejadian sehari-hari yg dilihat, dibaca, dirasakan, dialami, apapun itu bisa berupa Motivasi, Inspirasi, Wisdom, Semangat Hidup, Entrepreneur,Wirausaha, Sosial, Kehidupan, Religi, apa saja yang bisa menambah wawasan di "Sekolah kehidupan"....
Sunday, February 05, 2012
Happiness (Gede Parma)
Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur
Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman
rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum
tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?"
"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.
"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?" tanya
tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Karena di
dalam gelap, di luar terang."
Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan
keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat
apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan
keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak
'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu
juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua
orang.
Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya,
banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk
kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus
atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar
tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan
berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia,
mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang
karena pensiun.
"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan
selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap
kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat
dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama. Untuk mencapai tingkatan
kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui
5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.
Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.
"Stop membandingkan dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar
untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap
pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar
Gede Prama.
Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut
Gede Prama, dimulai dari membandingkan. Gede Prama mencontohkan orang
kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia
berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang
kulit putih.
"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.
Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you
nowhere," kata Gede Prama dengan logatnya yang khas.
Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik, mengalir
(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi
diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja.
Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai
belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita
bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi
diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!" kata Gede Prama.
Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi. Sebab
utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi.
"Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi
lebih banyak," ujar Gede Prama.
"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and
I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian
saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita
konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi. Memberi tidak
harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum,
pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia
akan memasuki wilayah beauty and happiness.
"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada
yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu
keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,
apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.
Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya
saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita
sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan
kegiatan memberi.
Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari
semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya
gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika
ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan
cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.
"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa
bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar
dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta
ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan
terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.
Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena
Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan," ujar Gede Prama membesarkan
hati.
Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut
Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin
banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya
dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai
pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.
"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.
Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah
cantik," kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada
gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"
tegasnya.
Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah
rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan
godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu
sekarang," ujar Gede Prama.
Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda
benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala
sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula
kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan
terhadap kebenaran.
"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending
jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin
terhadap kebenaran," kata Gede Prama.
"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang
kecil," sambung Gede Prama.
Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan
kita tahu kehidupan. Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia
yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini
hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui
diri kita sendiri," kata Gede Prama.
Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman
rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.
Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum
tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.
Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?"
"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.
"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?" tanya
tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab, "Karena di
dalam gelap, di luar terang."
Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan
keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat
apa-apa. Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan
keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak
'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu
juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua
orang.
Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya,
banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk
kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus
atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar
tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan
berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia,
mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang
karena pensiun.
"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan
selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap
kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat
dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama. Untuk mencapai tingkatan
kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui
5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.
Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.
"Stop membandingkan dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar
untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap
pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar
Gede Prama.
Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut
Gede Prama, dimulai dari membandingkan. Gede Prama mencontohkan orang
kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia
berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang
kulit putih.
"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.
Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,
maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you
nowhere," kata Gede Prama dengan logatnya yang khas.
Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik, mengalir
(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi
diri sendiri. Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja.
Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai
belajar menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita
bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi
diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya!" kata Gede Prama.
Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi. Sebab
utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi.
"Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi
lebih banyak," ujar Gede Prama.
"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and
I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian
saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita
konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi. Memberi tidak
harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum,
pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia
akan memasuki wilayah beauty and happiness.
"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada
yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu
keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,
apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.
Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya
saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita
sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan
kegiatan memberi.
Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari
semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.
Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya
gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika
ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan
cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.
"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa
bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar
dari dalam diri Anda bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta
ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan
terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.
Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena
Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan," ujar Gede Prama membesarkan
hati.
Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut
Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin
banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya
dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai
pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.
"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.
Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah
cantik," kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada
gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"
tegasnya.
Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah
rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan
godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu
sekarang," ujar Gede Prama.
Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda
benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala
sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula
kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan
terhadap kebenaran.
"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending
jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin
terhadap kebenaran," kata Gede Prama.
"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang
kecil," sambung Gede Prama.
Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan
kita tahu kehidupan. Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia
yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini
hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui
diri kita sendiri," kata Gede Prama.
Langkah Pertama
Banyak orang yang mempunyai IMPIAN : ingin KAYA RAYA !
BEBAS FINANCIAL dan BEBAS WAKTU !
Banyak pula ditawarkan aneka PELUANG USAHA yang menjanjikan IMPIAN itu !
Mulai dari barang dan jasa : Trading, Asuransi, MLM (Networking) hingga FRANCHISE.
Tetapi pertanyaannya adalah Bagaimana CARA untuk MEMULAI dan MENJALANKANNYA
Banyak pula ditawarkan Pelatihan Teknik Menjual, tetapi mengapa masih banyak pula para alumnus / lulusan yang GAGAL dalam penjualan di lapangan ?
Jawabnya adalah para lulusan tersebut hanya mengerti TEHNIK dan CARA nya saja, tetapi mereka kurang satu hal yaitu : PRAKTEK !
Oleh karenanya mereka tidak mengeti, tidak paham, dan tidak menjiwai PRAKTEK itu sendiri, yang kalau ditelusuri ujungnya adalah : MENJUAL !
Menjual adalah suatu SENI !
Seni Menjual (the art of selling) adalah sesuatu yang anda temukan dan ciptakan sendiri dengan INOVASI yang anda dapatkan dari PENGALAMAN PRIBADI di lapangan, bukan dari BUKU maupun GURU yang HEBAT sekalipun !
Karena bagaimanapun juga Pengalaman adalah GURU TERBAIK di dunia !
Bill Gates kaya sekali itu hasil dari apa ? ya so pasti jualan Microsoftnya kan ?
Om Liem ? jualan apa ? salah satunya : Indomie !
Bahkan Motivator kita. Spt Tung DW ? jualan apa ? hehehe ya jualan konsep / mind set atau jualan seminar seminar yang banyak menginspirasi kita ?
James Gwee ? Andri Wongso ? Julain Foe ?…..yah sama saja…semuanya JUALAN !
Semua bermula dari SUKSES KECIL ! dan anda harus bisa melangkahkan langkah pertama tanpa RASA TAKUT ini itu…seperti pada saat anda belajar JALAN !
Dan kalau anda TAKUT saat itu…saya rasa anda sekarang ngga bisa jalan seperti saat ini bukan ?
Lha sekarang kalo anda punya banyak Personal Coach, Guru yg sangat hebat, tapi anda sama sekali tidak ada ACTION untuk BERUBAH ? ya sami mawon alias sama saja …!
Buang uang jutaan untuk ikut seminar ini itu, tetapi tidak dijalankan dengan adanya perubahan ? Sama saja anda ke bioskop, nonton film…setelahnya terkesan sesaat, kemudian melupakannya, seolah itu hiburan semata….? Ya ngapain ikut seminar ?
(ohhh…dibayarin kantor ya ? huehehehe…kalo yang ini…saya no comment lahh..)
Today I Learn, Tomorrow I make DIFFERENT ! – james gwee -
Kapan lagi anda melakukan LANGKAH PERTAMA ?
Semoga bermanfaat dan ter InsPirasi....
Regards,
Fudji Wong
BEBAS FINANCIAL dan BEBAS WAKTU !
Banyak pula ditawarkan aneka PELUANG USAHA yang menjanjikan IMPIAN itu !
Mulai dari barang dan jasa : Trading, Asuransi, MLM (Networking) hingga FRANCHISE.
Tetapi pertanyaannya adalah Bagaimana CARA untuk MEMULAI dan MENJALANKANNYA
Banyak pula ditawarkan Pelatihan Teknik Menjual, tetapi mengapa masih banyak pula para alumnus / lulusan yang GAGAL dalam penjualan di lapangan ?
Jawabnya adalah para lulusan tersebut hanya mengerti TEHNIK dan CARA nya saja, tetapi mereka kurang satu hal yaitu : PRAKTEK !
Oleh karenanya mereka tidak mengeti, tidak paham, dan tidak menjiwai PRAKTEK itu sendiri, yang kalau ditelusuri ujungnya adalah : MENJUAL !
Menjual adalah suatu SENI !
Seni Menjual (the art of selling) adalah sesuatu yang anda temukan dan ciptakan sendiri dengan INOVASI yang anda dapatkan dari PENGALAMAN PRIBADI di lapangan, bukan dari BUKU maupun GURU yang HEBAT sekalipun !
Karena bagaimanapun juga Pengalaman adalah GURU TERBAIK di dunia !
Bill Gates kaya sekali itu hasil dari apa ? ya so pasti jualan Microsoftnya kan ?
Om Liem ? jualan apa ? salah satunya : Indomie !
Bahkan Motivator kita. Spt Tung DW ? jualan apa ? hehehe ya jualan konsep / mind set atau jualan seminar seminar yang banyak menginspirasi kita ?
James Gwee ? Andri Wongso ? Julain Foe ?…..yah sama saja…semuanya JUALAN !
Semua bermula dari SUKSES KECIL ! dan anda harus bisa melangkahkan langkah pertama tanpa RASA TAKUT ini itu…seperti pada saat anda belajar JALAN !
Dan kalau anda TAKUT saat itu…saya rasa anda sekarang ngga bisa jalan seperti saat ini bukan ?
Lha sekarang kalo anda punya banyak Personal Coach, Guru yg sangat hebat, tapi anda sama sekali tidak ada ACTION untuk BERUBAH ? ya sami mawon alias sama saja …!
Buang uang jutaan untuk ikut seminar ini itu, tetapi tidak dijalankan dengan adanya perubahan ? Sama saja anda ke bioskop, nonton film…setelahnya terkesan sesaat, kemudian melupakannya, seolah itu hiburan semata….? Ya ngapain ikut seminar ?
(ohhh…dibayarin kantor ya ? huehehehe…kalo yang ini…saya no comment lahh..)
Today I Learn, Tomorrow I make DIFFERENT ! – james gwee -
Kapan lagi anda melakukan LANGKAH PERTAMA ?
Semoga bermanfaat dan ter InsPirasi....
Regards,
Fudji Wong
Thursday, January 19, 2012
Ilmu yang bermanfaat...
Dalam ajaran agama Islam, ada 1 dari 3 "investasi abadi" .
kenapa saya bilang investasi abdi, karena akan terus mengalir, iya amalan yg akan terus mengalir pahalanya walaupun kita sdh meninggal dunia fana.
Apakah itu??... salah satu nya adlah Ilmu yg bermanfaat...
Jadi jika mau investasi abadi, kalau kita punya ilmu dan bermanfaat bagi sesama jadi bagikannlah "share" lah, jangan terlalu memikirkan imbalan materi krn imbalan yg "abadi" justru akan kita dapatkan kelak.
(saya tidak membahas kenapa harus bayar utk sekolah,kuliah kursus dll)
Anehnya kalau ilmu itu kita share dan kita bagikan, ilmu kita tak akan berkurang tak seperti membagikan roti yg jika dibagikan habislah roti kita.
Justru sebaliknya, semakin sering kita share maka semakin kuat ilmu tersebut "nempel" dikita dan akan semakin kuat lagi karena orang yg tadinya tidak tahu menjadi tahu, maka akan saling mengingatkan dan bahkan akan semakin meningkat "eplorasi" keilmuannya.
Jadi kalau ada "materi" yg di dapat dari ilmu yang kita share anggap aja itu "bonus". (Syukur kalau lebih gede lagi ya..)
Sebaliknya jika ilmu itu didapat kemudian tidak di share atau dibagikan, kita pendam sendiri apalagi tidak di gunakan maka, maka seiring bertambahnya waktu akan semakin lama semakin menghilang dan lupa.
Seberapa banyak titel dan gelar didapat, berpuluh tahun kita mendapatkan ilmu, mungkin gelarnya tak akan hilang, tapi materi sekolah dan kuliah yang bertahun-tahun itu pasti akan hilang dan "blank" kalau tidak digunakan atau diaplikasikan.
Banyak pula ilmu yang tidak didapat di sekolah dan di kuliah, tapi justru di kehidupan sehari-hari bersosialisasi, bermasyarkat, berteman, bertetangga, dilingkungan kerja dan dimana saja dan inilah sekolah atau universitas sesungguhnya.
karena kita tidak akan berhenti belajar, apakah karena jika kita sudah lulus kuliah, khatam semua gelar lalu merasa sudah cukup dan sempurna??, inilah sekolah kehidupan atau saya bilang "universitas kehidupan", ilmu-ilmu ini tak kalah pentingnya untuk kita.
Maka jika kita dpt ilmu yang seperti ini sering-seringlah kita saling sharing, Insyaallah kita di"mudah"kan dan di"lanncar"kan dalam menjalani kehidupan ini.
Jadi jika kita ingin "investasi" yg abadi, gunakan dan share lah ilmu yang bermafaat.
Note : 3 amalan itu adalah
1. Ilmu yg bermanfaat
2. Amal Jariah
3. Doa anak sholeh.
kenapa saya bilang investasi abdi, karena akan terus mengalir, iya amalan yg akan terus mengalir pahalanya walaupun kita sdh meninggal dunia fana.
Apakah itu??... salah satu nya adlah Ilmu yg bermanfaat...
Jadi jika mau investasi abadi, kalau kita punya ilmu dan bermanfaat bagi sesama jadi bagikannlah "share" lah, jangan terlalu memikirkan imbalan materi krn imbalan yg "abadi" justru akan kita dapatkan kelak.
(saya tidak membahas kenapa harus bayar utk sekolah,kuliah kursus dll)
Anehnya kalau ilmu itu kita share dan kita bagikan, ilmu kita tak akan berkurang tak seperti membagikan roti yg jika dibagikan habislah roti kita.
Justru sebaliknya, semakin sering kita share maka semakin kuat ilmu tersebut "nempel" dikita dan akan semakin kuat lagi karena orang yg tadinya tidak tahu menjadi tahu, maka akan saling mengingatkan dan bahkan akan semakin meningkat "eplorasi" keilmuannya.
Jadi kalau ada "materi" yg di dapat dari ilmu yang kita share anggap aja itu "bonus". (Syukur kalau lebih gede lagi ya..)
Sebaliknya jika ilmu itu didapat kemudian tidak di share atau dibagikan, kita pendam sendiri apalagi tidak di gunakan maka, maka seiring bertambahnya waktu akan semakin lama semakin menghilang dan lupa.
Seberapa banyak titel dan gelar didapat, berpuluh tahun kita mendapatkan ilmu, mungkin gelarnya tak akan hilang, tapi materi sekolah dan kuliah yang bertahun-tahun itu pasti akan hilang dan "blank" kalau tidak digunakan atau diaplikasikan.
Banyak pula ilmu yang tidak didapat di sekolah dan di kuliah, tapi justru di kehidupan sehari-hari bersosialisasi, bermasyarkat, berteman, bertetangga, dilingkungan kerja dan dimana saja dan inilah sekolah atau universitas sesungguhnya.
karena kita tidak akan berhenti belajar, apakah karena jika kita sudah lulus kuliah, khatam semua gelar lalu merasa sudah cukup dan sempurna??, inilah sekolah kehidupan atau saya bilang "universitas kehidupan", ilmu-ilmu ini tak kalah pentingnya untuk kita.
Maka jika kita dpt ilmu yang seperti ini sering-seringlah kita saling sharing, Insyaallah kita di"mudah"kan dan di"lanncar"kan dalam menjalani kehidupan ini.
Jadi jika kita ingin "investasi" yg abadi, gunakan dan share lah ilmu yang bermafaat.
Note : 3 amalan itu adalah
1. Ilmu yg bermanfaat
2. Amal Jariah
3. Doa anak sholeh.
Sunday, January 15, 2012
Perjalanan dan Kehidupan...
Perjalanan "hidup" seperti berkendara di malam hari di jalan yang gelap, yang bisa tersorot lampu hingga terang hanyalah beberapa meter saja, sisanya gelap gulita, anehnya ketika kita mulai "berjalan" maka jalan berikutnya yg sebelumnya gelap akan terosorot lampu dan kemudian terang, begitulah seterusnya, jalan yg tdnya gelap akan menjadi terang sampe akhirnya sampailah kita ditempat tujuan.
Kenapa kita terus berjalan padahal yg tersorot lampu hingga terang hanya beberpa meter saja?? Lainnya gelap kok berani jalan..
Demikian pula "kehidupan", kadang kita memandang segala hal harus jelas semua, terang semua, harus ada data dan fakta baru kita mulai jalan.
Untuk menunggu "sempurna" dan kemudian "jalan" adalah hal yg sangat sulit dan mungkin hal itu tak akan pernah terjadi.
Karena pada kenyataannya masih banyak hal yg memang belum jelas dan masih"gelap".
Selama kita tidak pernah mau "berjalan" selama itu pula akan "gelap terus".
Tetapi jika kita mulai "berjalan". Maka hal yang tadinya gelap akan mulai menampakan dirinya dan begitulah seterusnya, sampe akhirnya anda akan sampe ditempat tujuan yg sebelumnya tak pernah anda bayangkan...
Kenapa kita terus berjalan padahal yg tersorot lampu hingga terang hanya beberpa meter saja?? Lainnya gelap kok berani jalan..
Demikian pula "kehidupan", kadang kita memandang segala hal harus jelas semua, terang semua, harus ada data dan fakta baru kita mulai jalan.
Untuk menunggu "sempurna" dan kemudian "jalan" adalah hal yg sangat sulit dan mungkin hal itu tak akan pernah terjadi.
Karena pada kenyataannya masih banyak hal yg memang belum jelas dan masih"gelap".
Selama kita tidak pernah mau "berjalan" selama itu pula akan "gelap terus".
Tetapi jika kita mulai "berjalan". Maka hal yang tadinya gelap akan mulai menampakan dirinya dan begitulah seterusnya, sampe akhirnya anda akan sampe ditempat tujuan yg sebelumnya tak pernah anda bayangkan...
Saturday, December 24, 2011
"Anak ayam sulit cari makan di lumbung Padi.."
"Anak ayam sulit cari makan di lumbung Padi.."
Siang itu ada pemandangan aneh ketika keluar dari kota Pontianak atau ketika sore menjelang malam, banyak truk-truk yang antri berderet menuju POM bensin utk pengisian bahan bakar solar.
Adalah pemandangan biasa bagi warga sini kalau truk-truk antri berderet untuk isi solar setiap hari, tp bagi saya ini adalah pemandangan tidak biasa dan luar biasa, luar biasa karena apa..??, Karena eh karena..logika normal dan pikiran lurus, Kalimantan gitu loh..
Sempat seminggu di Samarinda dan Balikpapan, eh ternyata sama, truk-truk pada antre solar di POM Bensin, lha Balikpapan kan kota Minyak, masa di ibukotanya Samarinda, warganya antri Solar??
Pulau dan provinsi yg kaya akan sumber minyak, banyak perusahaan asing "numpang makan" dipulau ini, ambil kekayaan atau mengelola minyak pulau ini. Masa penduduknya bersusah payah antri minyak atau solar??
Saya gak begitu ngerti proses dr ladang minyak kemudian jadi minyak, bensin atau solar atau lainnya., tapi intinya ini pulau "kaya" akan sumber minyak bumi.
Di Jakarta aja yg entah provinsinya ngasilin minyak atau tidak?, yg kepadatan penduduknya puluhan kali dr pontianak, dan yg pasti minyaknya gak sebanyak pulau Kalimantan, jarang yg antri sepanjang itu atau di provinsi lain di Pulau Jawa juga gak separah disini..,
Bagaimana distribusi solar dan minyaknya..??,
Wah pembangunan tidak merata neh dan gak 'fair' dong, Jakarta mulu yg diutamain..
Sopir seharian antri Solar, kapan dia nariknya?, kpn dia ngasilin uang?, kpn barangnya diangkut??,
Bagimana "roda- roda ekonomi berputar", lha rodanya aja antri seharian di POM bensin isi solar??
Apakah Pertamina sini tidak berhitung??, kurang kali POM bensin? Atau pasokannya?
Apakah Pemda tidak peka, semerawut lho pak, banyak antrian truk tiap hari.
Apakah pengusaha tidak susah, kelamaan ngantri. Karyawannya ngantri doang seharian, kapan ngerjain yg lain?
Apakah anggota Dewan asyik-asyik saja aja liat pemandangan seperti itu??, atau matanya sudah "katarak"??
Coba "liat, dengar,dan rasakan", kalau perlu alami.
(Eh sory kyknya pada dapat jatah uang bensin ya??, jd gak tahu rasanya ngantri)
Apakah memang ada Oknum yg mengorganisir truk-truk utk beli solar saja seharian. Lalu di "pendam, disimpan, dikubur, ditimbun" utk dijual lg pada saat momentum yg "tepat"?.
Atau dijual ke "Malaysia" kali??, krn disana lebih mahal?? (Bener gak?),
Bagi mereka gak Penting urusan Nasionalisme "Garuda di Daku, tp Solar Perutku".
Dalam imajinasi sy kl sy tanya ke orang yg jual ke Cukong mungkin jawabnya "sorry dorry morry coy.. habis jual ke Malay lebih untung"
Investigasi dong pak Polisi.., masa polisi kalah cerdik sama yg beginian.., ayo pak Polisi 'Tong cing we' alias "tong cicing wae" alias jangan diam aja, kreatif lah, jangan terpaku sama "jobdesk", terbatasi pagar, terhalang "koridor", ewuh pakewuh, apalagi ter "iming- imingi" uang Cukong
Kalau betul, gak rela hasil alam kita di beli Cukong Malaysia dengan berkong- kalingkong orang-orang kita.
Sudah sumber alamnya dikelola "Negeri orang" masa hasilnya di nikmati "Negeri orang" juga, lha kita nya manna..?
Yg beginian kalau dulu di film "Jaka Sembung" mah kayak "antek antek Belanda yg harus ditumpas dan ditebas lehernya"
Atau mungkin berprinsip, seperti waktu sy dulu di Alun-Alun Bandung, liat tukang obat bulu, sy liat tukang jualan obat bulu, rambutnya tipis bahkan terkesan botak n mau rontok, juga tak berkumis dan berjanggut.
Ditanya sama calon pembeli,
"bang gimana sy percaya kl situ tukang obat bulu, buktinya abang gak ada bulunya".
apa jawab si abang "eit jangan salah De", "Tukang obat bulu tidak harus berbulu, krn tukang telor jg tidak harus bertelor" wualeehh bisa aja ngeles,
Jadi pulau kaya minyak gak perlu warganya menikmati minyak juga..
Sampe kapan akan begini??, kalau kekayaan alam yg "berlimpah" begini, susah atau tak bisa mengelolanya,,
"Ayolah pak bu", semua aparat, pemerintah daerah, anggota dewan bersatulah dan kompaklah memajukan pulau yg "luar biasa" ini.
Masa seh, kayak teman sy, yg bilang "itukan DL",
apaan tuh DL.
" Derita Loe.."
Ayolah pak "kita" sdh menderita.., "Kiiitta???, Loe aja kalee.., Geu enggak.."
Kalau tidak bapak2 n ibu2 wakil2 rakyat, kepada siap lg kita berharap??
Jangan sampe seperti peribahasa,,
"Ibarat anak ayam yg gak bisa atau susah makan dilumbung padi", Anak-anak ayam akan saling berebut, akan saling berantem, lama-lama bisa mati juga itu anak ayam.
"Dr pendatang yg jalan-jalan di Kalimantan"
Note: "tulisan ini utk utk menggugah, utk kenyamanan, kemajuan kita bersama...peace"
Siang itu ada pemandangan aneh ketika keluar dari kota Pontianak atau ketika sore menjelang malam, banyak truk-truk yang antri berderet menuju POM bensin utk pengisian bahan bakar solar.
Adalah pemandangan biasa bagi warga sini kalau truk-truk antri berderet untuk isi solar setiap hari, tp bagi saya ini adalah pemandangan tidak biasa dan luar biasa, luar biasa karena apa..??, Karena eh karena..logika normal dan pikiran lurus, Kalimantan gitu loh..
Sempat seminggu di Samarinda dan Balikpapan, eh ternyata sama, truk-truk pada antre solar di POM Bensin, lha Balikpapan kan kota Minyak, masa di ibukotanya Samarinda, warganya antri Solar??
Pulau dan provinsi yg kaya akan sumber minyak, banyak perusahaan asing "numpang makan" dipulau ini, ambil kekayaan atau mengelola minyak pulau ini. Masa penduduknya bersusah payah antri minyak atau solar??
Saya gak begitu ngerti proses dr ladang minyak kemudian jadi minyak, bensin atau solar atau lainnya., tapi intinya ini pulau "kaya" akan sumber minyak bumi.
Di Jakarta aja yg entah provinsinya ngasilin minyak atau tidak?, yg kepadatan penduduknya puluhan kali dr pontianak, dan yg pasti minyaknya gak sebanyak pulau Kalimantan, jarang yg antri sepanjang itu atau di provinsi lain di Pulau Jawa juga gak separah disini..,
Bagaimana distribusi solar dan minyaknya..??,
Wah pembangunan tidak merata neh dan gak 'fair' dong, Jakarta mulu yg diutamain..
Sopir seharian antri Solar, kapan dia nariknya?, kpn dia ngasilin uang?, kpn barangnya diangkut??,
Bagimana "roda- roda ekonomi berputar", lha rodanya aja antri seharian di POM bensin isi solar??
Apakah Pertamina sini tidak berhitung??, kurang kali POM bensin? Atau pasokannya?
Apakah Pemda tidak peka, semerawut lho pak, banyak antrian truk tiap hari.
Apakah pengusaha tidak susah, kelamaan ngantri. Karyawannya ngantri doang seharian, kapan ngerjain yg lain?
Apakah anggota Dewan asyik-asyik saja aja liat pemandangan seperti itu??, atau matanya sudah "katarak"??
Coba "liat, dengar,dan rasakan", kalau perlu alami.
(Eh sory kyknya pada dapat jatah uang bensin ya??, jd gak tahu rasanya ngantri)
Apakah memang ada Oknum yg mengorganisir truk-truk utk beli solar saja seharian. Lalu di "pendam, disimpan, dikubur, ditimbun" utk dijual lg pada saat momentum yg "tepat"?.
Atau dijual ke "Malaysia" kali??, krn disana lebih mahal?? (Bener gak?),
Bagi mereka gak Penting urusan Nasionalisme "Garuda di Daku, tp Solar Perutku".
Dalam imajinasi sy kl sy tanya ke orang yg jual ke Cukong mungkin jawabnya "sorry dorry morry coy.. habis jual ke Malay lebih untung"
Investigasi dong pak Polisi.., masa polisi kalah cerdik sama yg beginian.., ayo pak Polisi 'Tong cing we' alias "tong cicing wae" alias jangan diam aja, kreatif lah, jangan terpaku sama "jobdesk", terbatasi pagar, terhalang "koridor", ewuh pakewuh, apalagi ter "iming- imingi" uang Cukong
Kalau betul, gak rela hasil alam kita di beli Cukong Malaysia dengan berkong- kalingkong orang-orang kita.
Sudah sumber alamnya dikelola "Negeri orang" masa hasilnya di nikmati "Negeri orang" juga, lha kita nya manna..?
Yg beginian kalau dulu di film "Jaka Sembung" mah kayak "antek antek Belanda yg harus ditumpas dan ditebas lehernya"
Atau mungkin berprinsip, seperti waktu sy dulu di Alun-Alun Bandung, liat tukang obat bulu, sy liat tukang jualan obat bulu, rambutnya tipis bahkan terkesan botak n mau rontok, juga tak berkumis dan berjanggut.
Ditanya sama calon pembeli,
"bang gimana sy percaya kl situ tukang obat bulu, buktinya abang gak ada bulunya".
apa jawab si abang "eit jangan salah De", "Tukang obat bulu tidak harus berbulu, krn tukang telor jg tidak harus bertelor" wualeehh bisa aja ngeles,
Jadi pulau kaya minyak gak perlu warganya menikmati minyak juga..
Sampe kapan akan begini??, kalau kekayaan alam yg "berlimpah" begini, susah atau tak bisa mengelolanya,,
"Ayolah pak bu", semua aparat, pemerintah daerah, anggota dewan bersatulah dan kompaklah memajukan pulau yg "luar biasa" ini.
Masa seh, kayak teman sy, yg bilang "itukan DL",
apaan tuh DL.
" Derita Loe.."
Ayolah pak "kita" sdh menderita.., "Kiiitta???, Loe aja kalee.., Geu enggak.."
Kalau tidak bapak2 n ibu2 wakil2 rakyat, kepada siap lg kita berharap??
Jangan sampe seperti peribahasa,,
"Ibarat anak ayam yg gak bisa atau susah makan dilumbung padi", Anak-anak ayam akan saling berebut, akan saling berantem, lama-lama bisa mati juga itu anak ayam.
"Dr pendatang yg jalan-jalan di Kalimantan"
Note: "tulisan ini utk utk menggugah, utk kenyamanan, kemajuan kita bersama...peace"
"Apalah Arti sebuah Nama"
Ada peribahasa mengatakan "apalah arti sebuah nama", padahal ya, nama itu sungguh ber arti.
Kalau dalam agama Islam, nama anak itu berarti do'anya orang tua, (mhn koreksi jika salah).Jad i namailah anak-anak mu dengan nama yang baik- baik.
Ngomongin nama, sejak saya kuliah sampe sekarang ini, sebenarnya nama saya tetap
sama dan sangat sederhana "Sumirat", kl menurut artinya orang sunda
ktnya cahaya sebelum shubuh yg menyinari, tp bukan Fajar, kan nama saya
Sumirat. ya itulah intinya mah "bersinar atau menerangi"
Sewaktu kuliah di Bandung teman-teman memanggil nama asli saya dengan pangilan
pendek, persahabatan, kedekatan, keakraban dan pertemanan.
Waktu itu mereka memangil saya, "Sum, ada jg yg pangil "Mirat" , ada yg sapa "Rat", semua oke oke saja gak masalah.,
Naik ke tingkat berikutnya jadi senior, adik kelas pangil "Akang Sumirat" ada juga "Kang Sum".. teu nanaon.
Selesai kuliah di Poltek ITB tamat D3 di ijazah boleh menggunakan akhiran AMd
atau singkatan Ahli Madya, lumayan jadi, Sumirat, AMd.
Setelah kerja dan berbaur dengan banyak suku di Indonesia, ada yg pangil saya
"Mas Sumirat" atau "Mas Sum" sapaan yg terakhir ini harus benar dan
jelas, meleset dikit artinya jadi gak enak..he..he"
Pindah kerja ke tempat lain, posisi sdh lumayan dan sdh punya anak buah, sapaan nya
jadi "Pak Sum", krn sy lebih senior, beberapa junior saya ada yang
bilang "Aa Sum" dan pangilannya di pelesetkan jadi "Aa Cum", iyaa lah mangga..
Sewaktu kerja, pernah ikut kursus bahasa Ingris dan karena yg ikut kursus banyaknya mahasiwi n mahasiswa, dan he..he as a respect to senior tea, mereka memanggil "Brother Su", "Hmm no problem, never mind.he..he.."
Dirumah sewaktu baru nikah dan blm bisa bilang "ayah", krn belum ada anak anak (skrg sdh 2 n mau 3), pangilan dr istri "Mas", padahal sy orang Sunda.., ya pangilan sayang katanya. Mangga..
Sambil kerja, saya sambil kuliah juga, lanjut di ExtensiTeknik UI, Alhamdulillah ya sesuatu.. Lulus", bangga dan senengnya saat itu, tau sendiri gimana capenya kuliah sambil kerja, eh sorry ke balik kerja sambil kuliah, mana Istri baru lahiran, jadi lupa kl kontrakan blm dibayar...
Eh di belakang nama boleh sekarang, jadi Sumirat,ST
Pernah kerja bareng orang bule, waktu dia tanya "what is your name?", saya
bilang "my name is Sumirat", tapi lidah mereka gak bisa bilang nama
saya. Apa spelling nya nama sy susah atau tak ada di mereka kali ya?,
maklum nama " wong ndeso..", susah disebutnya, harusnya nyebut "Mr sum"
mereka nyebut dan kedengaran ditelinga sy bunyinya adalah Mr. Sam., wualah..
Kerja di tempat lain lagi, bos saya bilang, kalau pangil
"Sumirat" kelamaan, udah disingkat aja "samy" lebih simple n keren
lagi., ya saat itu banyak taman yang panggil saya "Pak Samy" dan ada
juga yang pangil "kang Samy"
Lagi tugas keluar kota, ada rekanan n partner yang memanggil dan menyingkat nama saya, cuma pangil "Pak Su" ya silakan..
Ketemu lagi dengan teman-teman Kantor lama dan memang sdh beberapa tahun gak
ketemu. Dari mereka bujangan atau gadis dan sekarang mereka sdh pada
punya anak.
Seiring bertambahnya waktu, ini rambut dikepala yg warna
nya bukan hitam datangnya lebih cepat dr biasanya, beberapa sdh ada yg
menampakan dirinya, sdh banyak yg memutih alias uban.
Tapi sepertinya ini krn faktor keturunan, terbukti adik dan kaka sy jg sama ber uban (ngeles).
Masa mereka bilang ke anak-anaknya, sambil jongkok tangan kiri peluk anaknya
tangan kanan sambil nunjuk saya," itu..Abah Samy", beuuu....
Kalau dalam agama Islam, nama anak itu berarti do'anya orang tua, (mhn koreksi jika salah).Jad i namailah anak-anak mu dengan nama yang baik- baik.
Ngomongin nama, sejak saya kuliah sampe sekarang ini, sebenarnya nama saya tetap
sama dan sangat sederhana "Sumirat", kl menurut artinya orang sunda
ktnya cahaya sebelum shubuh yg menyinari, tp bukan Fajar, kan nama saya
Sumirat. ya itulah intinya mah "bersinar atau menerangi"
Sewaktu kuliah di Bandung teman-teman memanggil nama asli saya dengan pangilan
pendek, persahabatan, kedekatan, keakraban dan pertemanan.
Waktu itu mereka memangil saya, "Sum, ada jg yg pangil "Mirat" , ada yg sapa "Rat", semua oke oke saja gak masalah.,
Naik ke tingkat berikutnya jadi senior, adik kelas pangil "Akang Sumirat" ada juga "Kang Sum".. teu nanaon.
Selesai kuliah di Poltek ITB tamat D3 di ijazah boleh menggunakan akhiran AMd
atau singkatan Ahli Madya, lumayan jadi, Sumirat, AMd.
Setelah kerja dan berbaur dengan banyak suku di Indonesia, ada yg pangil saya
"Mas Sumirat" atau "Mas Sum" sapaan yg terakhir ini harus benar dan
jelas, meleset dikit artinya jadi gak enak..he..he"
Pindah kerja ke tempat lain, posisi sdh lumayan dan sdh punya anak buah, sapaan nya
jadi "Pak Sum", krn sy lebih senior, beberapa junior saya ada yang
bilang "Aa Sum" dan pangilannya di pelesetkan jadi "Aa Cum", iyaa lah mangga..
Sewaktu kerja, pernah ikut kursus bahasa Ingris dan karena yg ikut kursus banyaknya mahasiwi n mahasiswa, dan he..he as a respect to senior tea, mereka memanggil "Brother Su", "Hmm no problem, never mind.he..he.."
Dirumah sewaktu baru nikah dan blm bisa bilang "ayah", krn belum ada anak anak (skrg sdh 2 n mau 3), pangilan dr istri "Mas", padahal sy orang Sunda.., ya pangilan sayang katanya. Mangga..
Sambil kerja, saya sambil kuliah juga, lanjut di ExtensiTeknik UI, Alhamdulillah ya sesuatu.. Lulus", bangga dan senengnya saat itu, tau sendiri gimana capenya kuliah sambil kerja, eh sorry ke balik kerja sambil kuliah, mana Istri baru lahiran, jadi lupa kl kontrakan blm dibayar...
Eh di belakang nama boleh sekarang, jadi Sumirat,ST
Pernah kerja bareng orang bule, waktu dia tanya "what is your name?", saya
bilang "my name is Sumirat", tapi lidah mereka gak bisa bilang nama
saya. Apa spelling nya nama sy susah atau tak ada di mereka kali ya?,
maklum nama " wong ndeso..", susah disebutnya, harusnya nyebut "Mr sum"
mereka nyebut dan kedengaran ditelinga sy bunyinya adalah Mr. Sam., wualah..
Kerja di tempat lain lagi, bos saya bilang, kalau pangil
"Sumirat" kelamaan, udah disingkat aja "samy" lebih simple n keren
lagi., ya saat itu banyak taman yang panggil saya "Pak Samy" dan ada
juga yang pangil "kang Samy"
Lagi tugas keluar kota, ada rekanan n partner yang memanggil dan menyingkat nama saya, cuma pangil "Pak Su" ya silakan..
Ketemu lagi dengan teman-teman Kantor lama dan memang sdh beberapa tahun gak
ketemu. Dari mereka bujangan atau gadis dan sekarang mereka sdh pada
punya anak.
Seiring bertambahnya waktu, ini rambut dikepala yg warna
nya bukan hitam datangnya lebih cepat dr biasanya, beberapa sdh ada yg
menampakan dirinya, sdh banyak yg memutih alias uban.
Tapi sepertinya ini krn faktor keturunan, terbukti adik dan kaka sy jg sama ber uban (ngeles).
Masa mereka bilang ke anak-anaknya, sambil jongkok tangan kiri peluk anaknya
tangan kanan sambil nunjuk saya," itu..Abah Samy", beuuu....
Friday, December 23, 2011
" Yang Hujan Turun Lagi....."
" Yang Hujan Turun Lagi....."
Hampir 2 minggu ini hujan gak berhenti berhenti, terus menerus mengguyur kota Pontianak.
Desember memang sudah musim penghujan, tp mengalami musim hujan disini ada hal yg menarik, yaitu di banyak komplek perumahan disediakan semacam, gentong atau tangki air, atau semacam bak penampungan,
Buat apa tangki air ini??, ternyata adalah buat menampung air hujan, sesuatu yg agak aneh utk orang yg lama di pulau Jawa, Jakarta atau Bogor.
Ternyata air tanah disini tak bagus, krn banyak bekas rawa-rawa air hitam, kotor. Air hujan ditampung dan di gunakan utk kepentingan sehari hari sedangkan utk minum menggunakan air PAM kl yg sdh ada atau air apa sy jg blm tahu.
Benar kalau hujan itu adalah rezeki, Allah menurunkan Rezeki benar benar dari langit.
Di bebrapa temapat hujan bisa menyuburkan tanah pertanian, di hutan sana, hujan bisa diserap airnya dan menjadikan hutan subur, kaya akan sumber air dan jadi sumber oksigen dan sarana hidup flora dan fauna.
Mungkin di Jakarta hujan bukanlah Rezeki dari langit, mungkin bisa dianggap sumber masalah.
Hanya sebagian kecil saja kalau hujan itu memang benar-benar rezeki, yaitu bagi para "Tukang Ojek" payung.
Lumayan ada yg sewa, sekali minimal Rp.1000 bagi orang jkt yg pelit atau emang bokek, atau Rp.5000 bagi yg "berbaik hati" atau juga dapet Rp. 10.000, bagi orang yg kebetulan di dompetnya gak ada receh dan yg paling kecil hanya Rp.10.000,-
(gerutu pengojek dalam hati, "apes deh gue, gak ada recehan..).
Kalau sekali hujan dapat Rp. 50.000 kan lumayan buat hidup sehari, asal jangan, selsai hujan badang meriang, kedinginan, masuk angin, filek, flu. Bisa bisa tekor, apa masih ada ke dokter n utk obat cukup dg Rp. 50.000?
Tapi ditahun 80an bagi muda mudi Jakarta, hujan adalah sesuatu yang romantis, buktinya ada lagunya, "Yang hujan turun lagi..,dibawah payung hitam kita berdua.."
Di jakarta air hujan tidak ditampung tp di minta segara "pergi dan menjauh dan jangan datang lagi" tp jangan gak datang-datang dalam setahun, nanti kemarau dong, wualah banyak permintaannya, Emang situ yg ngatur hujan.
Karena begitu sampe di bumi jakarta tidak dijadikan penampungan air, tidak menyuburkan lahan pertanian, apa masih ada ya di jkt??, tp langsung, kena genteng, asbes ,kaca, bangunan bertingkat, gedung tinggi menjulang, jalan aspal, tembok, conblok, jarang yg kena tanah, krn sdh sulit tanah kosong di jkt dan langsung masuk gorong-gorong kalau lancar atau menggenang disuatu tempat dan menjadikan "genangan yg begitu luas dengan kedalaman sekitar 20cm sampe 50cm".
Kalau genangan itu ada di jalanan bisa jadi "tambahan" sumber kemacetan, jangan 'kambing hitamkan" hujan ya kalau jadi macet karena sebelum 'dia' datang emang sdh macet.
Bahkan di daerah bantaran kali Ciliwung "genangan" itu bisa singgah dirumah-rumah, jalan-jalan di gang dan dijadikan kolam renang gratis bagi anak-anak.
Hujan yg datangnya dr langit bisa berbeda beda "kegunaan atau ketidakgunaan" tergantung dimana dia singgah.., " Yang Hujan Turun Lagi....."
Hampir 2 minggu ini hujan gak berhenti berhenti, terus menerus mengguyur kota Pontianak.
Desember memang sudah musim penghujan, tp mengalami musim hujan disini ada hal yg menarik, yaitu di banyak komplek perumahan disediakan semacam, gentong atau tangki air, atau semacam bak penampungan,
Buat apa tangki air ini??, ternyata adalah buat menampung air hujan, sesuatu yg agak aneh utk orang yg lama di pulau Jawa, Jakarta atau Bogor.
Ternyata air tanah disini tak bagus, krn banyak bekas rawa-rawa air hitam, kotor. Air hujan ditampung dan di gunakan utk kepentingan sehari hari sedangkan utk minum menggunakan air PAM kl yg sdh ada atau air apa sy jg blm tahu.
Benar kalau hujan itu adalah rezeki, Allah menurunkan Rezeki benar benar dari langit.
Di bebrapa temapat hujan bisa menyuburkan tanah pertanian, di hutan sana, hujan bisa diserap airnya dan menjadikan hutan subur, kaya akan sumber air dan jadi sumber oksigen dan sarana hidup flora dan fauna.
Mungkin di Jakarta hujan bukanlah Rezeki dari langit, mungkin bisa dianggap sumber masalah.
Hanya sebagian kecil saja kalau hujan itu memang benar-benar rezeki, yaitu bagi para "Tukang Ojek" payung.
Lumayan ada yg sewa, sekali minimal Rp.1000 bagi orang jkt yg pelit atau emang bokek, atau Rp.5000 bagi yg "berbaik hati" atau juga dapet Rp. 10.000, bagi orang yg kebetulan di dompetnya gak ada receh dan yg paling kecil hanya Rp.10.000,-
(gerutu pengojek dalam hati, "apes deh gue, gak ada recehan..).
Kalau sekali hujan dapat Rp. 50.000 kan lumayan buat hidup sehari, asal jangan, selsai hujan badang meriang, kedinginan, masuk angin, filek, flu. Bisa bisa tekor, apa masih ada ke dokter n utk obat cukup dg Rp. 50.000?
Tapi ditahun 80an bagi muda mudi Jakarta, hujan adalah sesuatu yang romantis, buktinya ada lagunya, "Yang hujan turun lagi..,dibawah payung hitam kita berdua.."
Di jakarta air hujan tidak ditampung tp di minta segara "pergi dan menjauh dan jangan datang lagi" tp jangan gak datang-datang dalam setahun, nanti kemarau dong, wualah banyak permintaannya, Emang situ yg ngatur hujan.
Karena begitu sampe di bumi jakarta tidak dijadikan penampungan air, tidak menyuburkan lahan pertanian, apa masih ada ya di jkt??, tp langsung, kena genteng, asbes ,kaca, bangunan bertingkat, gedung tinggi menjulang, jalan aspal, tembok, conblok, jarang yg kena tanah, krn sdh sulit tanah kosong di jkt dan langsung masuk gorong-gorong kalau lancar atau menggenang disuatu tempat dan menjadikan "genangan yg begitu luas dengan kedalaman sekitar 20cm sampe 50cm".
Kalau genangan itu ada di jalanan bisa jadi "tambahan" sumber kemacetan, jangan 'kambing hitamkan" hujan ya kalau jadi macet karena sebelum 'dia' datang emang sdh macet.
Bahkan di daerah bantaran kali Ciliwung "genangan" itu bisa singgah dirumah-rumah, jalan-jalan di gang dan dijadikan kolam renang gratis bagi anak-anak.
Hujan yg datangnya dr langit bisa berbeda beda "kegunaan atau ketidakgunaan" tergantung dimana dia singgah.., " Yang Hujan Turun Lagi....."
Thursday, December 22, 2011
Sarapan Pagi Menu Gosip
"Sarapan Pagi Menu Gosip"
Tiap pagi enaknya sarapan pagi apakah itu nasi goreng, bubur ayam, mie rebus, roti dengan ditemani minum teh panas, kopi atau susu macam macam lah makanannya,
tapi anehnya hanya satu acara yg menemati di TV kita, "gosip pagi..", cek Indosiar, transTv, TV7, MNC, RCTI, SCTV, dll berebut infokan pagi-pagian Acara Gosip..,
Sebetulnya selagi di luar kota sy jarang liat tv, tp anehnya malah jd enak.(Kecuali acara bola live jarang nonton hiks hiks). Lebih banyak liat info di internet.
Tapi sialnya login di yahoo didepannya sekarang isinya gosip jg.
TV pagi-pagi jadi banyak nyeritain orang, yg katanya "publik pigure", tp info info nya gak jelas, ngak perlu, dan yg diomongin yg remeh temeh, yg putus cinta lah, yg cerai lah, ribut sesama artis, yg baru jadianlah, yg pendekatanlah, yg mau balik lg lah..,
yg ulangtahun lah.. soal rambut lah, pakaian lah, sampe isi dompet, dan dikemas dengan berbeda-beda.
Padahal yg nonton itu banyak anak anak juga, mereka jd "ngeh" gosip artis dibanding lain lainnya, krn apa krn acaranya tiap pagi hampir semua TV, diulang-ulang setiap hari pagi, siang, sore, malam dan sdh terjadi bertahun-tahun.
Maka suatu saat atau mungkin saat mereka akan atau sudah jadi para pengosip jg.., krn sdh menjadi hal biasa, kl gak tahu gak gaul, gak up to date.
Dan "celakanya lagi" atau mungkin gak celaka di berita lain, adalah berita politik yg membingungkan, menyesakan, memuakan, membuat iba, mengelus dada, geleng-gelng kepala, krn ceritanya gak kalah "seru", korupsi, kolusi, saling debat, kecurigaan, tuduhan, ancaman, dll.
waah kacau deh ini bangsa.., TV sdh bukan lagi ajang buat mendidik dan memberi pengetahuan, tp jg ajang ngegosip..
Menurut dr yg pernah sy baca, yang nyeritain kejelekan orang kl beritanya salah akan jadi fitnah dan kalau benar jadi ghibah keduanya sama-sma dosa, (mhn di koreksi jika salah).
Saya bukan pengamat, sy bukan ahlinya soal pemberitaan, saya hanya pake mata, telinga dan hati aja, lha kok tv jd begini mulu acaranya..
Para cendikiawan,pakar pendidikan, ustad, ulama, dewan penyiaran.., tolong selamatkan bangsa ini dr sekarang..sebelum terlambat..,
apakah anak anak anda "aman-aman saja"
Atau anda anda tahu "kiat" nya terhindar atau menghidari dr info info gosip. bagi bagi dong..jangan buat sendiri aja..
Atau apa mungkin boikot nonton gosip yg sudah terlanjur dinikmati, diminati, ditunggu tunggu, digemari, didoyani. punya rating tinggi, menguntungkan para peng"iklan" , bisa di demo para "pemuja gosip show" saya.
Atau masa seh harus matikan TV atau tak beli TV...(Padahal TV mah hanya benda aja atau tool saja).
Atau saya terlalu lebay, berlebihan, terlalu sensitif, terlalu peka, mengada ada, terlalu khawatir, gak bisa liat orang seneng, sok perhatian, (atuh kl diam aja semua..gimana jadinya??..)
Wualah..apa sy tanya sama Ebit aja ya, kali aja ada jawabnya dari "Rumput yg bergoyang"...
Tiap pagi enaknya sarapan pagi apakah itu nasi goreng, bubur ayam, mie rebus, roti dengan ditemani minum teh panas, kopi atau susu macam macam lah makanannya,
tapi anehnya hanya satu acara yg menemati di TV kita, "gosip pagi..", cek Indosiar, transTv, TV7, MNC, RCTI, SCTV, dll berebut infokan pagi-pagian Acara Gosip..,
Sebetulnya selagi di luar kota sy jarang liat tv, tp anehnya malah jd enak.(Kecuali acara bola live jarang nonton hiks hiks). Lebih banyak liat info di internet.
Tapi sialnya login di yahoo didepannya sekarang isinya gosip jg.
TV pagi-pagi jadi banyak nyeritain orang, yg katanya "publik pigure", tp info info nya gak jelas, ngak perlu, dan yg diomongin yg remeh temeh, yg putus cinta lah, yg cerai lah, ribut sesama artis, yg baru jadianlah, yg pendekatanlah, yg mau balik lg lah..,
yg ulangtahun lah.. soal rambut lah, pakaian lah, sampe isi dompet, dan dikemas dengan berbeda-beda.
Padahal yg nonton itu banyak anak anak juga, mereka jd "ngeh" gosip artis dibanding lain lainnya, krn apa krn acaranya tiap pagi hampir semua TV, diulang-ulang setiap hari pagi, siang, sore, malam dan sdh terjadi bertahun-tahun.
Maka suatu saat atau mungkin saat mereka akan atau sudah jadi para pengosip jg.., krn sdh menjadi hal biasa, kl gak tahu gak gaul, gak up to date.
Dan "celakanya lagi" atau mungkin gak celaka di berita lain, adalah berita politik yg membingungkan, menyesakan, memuakan, membuat iba, mengelus dada, geleng-gelng kepala, krn ceritanya gak kalah "seru", korupsi, kolusi, saling debat, kecurigaan, tuduhan, ancaman, dll.
waah kacau deh ini bangsa.., TV sdh bukan lagi ajang buat mendidik dan memberi pengetahuan, tp jg ajang ngegosip..
Menurut dr yg pernah sy baca, yang nyeritain kejelekan orang kl beritanya salah akan jadi fitnah dan kalau benar jadi ghibah keduanya sama-sma dosa, (mhn di koreksi jika salah).
Saya bukan pengamat, sy bukan ahlinya soal pemberitaan, saya hanya pake mata, telinga dan hati aja, lha kok tv jd begini mulu acaranya..
Para cendikiawan,pakar pendidikan, ustad, ulama, dewan penyiaran.., tolong selamatkan bangsa ini dr sekarang..sebelum terlambat..,
apakah anak anak anda "aman-aman saja"
Atau anda anda tahu "kiat" nya terhindar atau menghidari dr info info gosip. bagi bagi dong..jangan buat sendiri aja..
Atau apa mungkin boikot nonton gosip yg sudah terlanjur dinikmati, diminati, ditunggu tunggu, digemari, didoyani. punya rating tinggi, menguntungkan para peng"iklan" , bisa di demo para "pemuja gosip show" saya.
Atau masa seh harus matikan TV atau tak beli TV...(Padahal TV mah hanya benda aja atau tool saja).
Atau saya terlalu lebay, berlebihan, terlalu sensitif, terlalu peka, mengada ada, terlalu khawatir, gak bisa liat orang seneng, sok perhatian, (atuh kl diam aja semua..gimana jadinya??..)
Wualah..apa sy tanya sama Ebit aja ya, kali aja ada jawabnya dari "Rumput yg bergoyang"...
Selamat Hari Ibu 22 Des 2011
Selamat Ibu,
Terutama utk teman yg ibundanya masih ada..
Hari ini ramai orang memberi selamat, hati sy sedih rasanya karena ingetnya cuma hari ini dan implementasi kasih sayangnya minim sekali bahkan nol.
Utk nelpon atau sms saja, lebih diutamakan kerjaan, teman, sohib, partner bisnis n bahkan telpon atau sms yg gak jelas dll
Kalau belanja apa aja di beli, tapi kita suka atau telah lupa kl buat ibu kita belanjain apa?
Kl makan di luar uang seberapa aja kita keluarin, kl utk ibu kita, berat atau bahkan lupa berapa harus kita kasih.. walau ibu kita tak pernah minta.
Kl jalan dengan parner bisnis kita semua kita layani, berapa aja ok, tp apakah kita ingat utk ibu kita.?
Kl jalan bareng teman, pacar, sohib dll kita selalu perhatian, kl lg jalan bareng sama ibu, kita asik sendiri, jarang kita perhatian. Walau ibu kita tak minta diperhatikan.
Deger kabar ibu sakit, kita lebih mementingkan kerjaan kita, bisnis kita urusan kita, ibu jadi nomer 13 dari 12 urusan penting kita..
Setiap hari, seluruh waktu kita, sibuk urusan kerjaan, target, bisnis plan, meeting dll, tp kita tak pernah menyediakan waktu untuk dia.
Kl ibu lg berkunjung dirumah kita, perhatian kita kalah cepat dengan kegiatan ibu kita, dia bantu bersih2, nyapu, cuci, merawat anak kita, kok sepertinya ibu kita jadi "pembantu" kita, walau ibu senang saja melakukan itu.
Kl ada Perayaan di rumah kita, kita simpan ibu dibelakang, bantu masak, urusan dapur dan seolah gak boleh tampil didepan krn bisa merusak citra kita di depan tamu tamu kita.
Inilah perlakuan "anak mu" yg telah kau kandung, lahirkan, susui dan kau rawat hingga seperti ini..
"Selamat hari ibu", mhn maaf baru bisa "ngomong doang"..
Note: silakan tambah, kelakuan kamu apalagi yg "men cuekan nya"
Terutama utk teman yg ibundanya masih ada..
Hari ini ramai orang memberi selamat, hati sy sedih rasanya karena ingetnya cuma hari ini dan implementasi kasih sayangnya minim sekali bahkan nol.
Utk nelpon atau sms saja, lebih diutamakan kerjaan, teman, sohib, partner bisnis n bahkan telpon atau sms yg gak jelas dll
Kalau belanja apa aja di beli, tapi kita suka atau telah lupa kl buat ibu kita belanjain apa?
Kl makan di luar uang seberapa aja kita keluarin, kl utk ibu kita, berat atau bahkan lupa berapa harus kita kasih.. walau ibu kita tak pernah minta.
Kl jalan dengan parner bisnis kita semua kita layani, berapa aja ok, tp apakah kita ingat utk ibu kita.?
Kl jalan bareng teman, pacar, sohib dll kita selalu perhatian, kl lg jalan bareng sama ibu, kita asik sendiri, jarang kita perhatian. Walau ibu kita tak minta diperhatikan.
Deger kabar ibu sakit, kita lebih mementingkan kerjaan kita, bisnis kita urusan kita, ibu jadi nomer 13 dari 12 urusan penting kita..
Setiap hari, seluruh waktu kita, sibuk urusan kerjaan, target, bisnis plan, meeting dll, tp kita tak pernah menyediakan waktu untuk dia.
Kl ibu lg berkunjung dirumah kita, perhatian kita kalah cepat dengan kegiatan ibu kita, dia bantu bersih2, nyapu, cuci, merawat anak kita, kok sepertinya ibu kita jadi "pembantu" kita, walau ibu senang saja melakukan itu.
Kl ada Perayaan di rumah kita, kita simpan ibu dibelakang, bantu masak, urusan dapur dan seolah gak boleh tampil didepan krn bisa merusak citra kita di depan tamu tamu kita.
Inilah perlakuan "anak mu" yg telah kau kandung, lahirkan, susui dan kau rawat hingga seperti ini..
"Selamat hari ibu", mhn maaf baru bisa "ngomong doang"..
Note: silakan tambah, kelakuan kamu apalagi yg "men cuekan nya"
Berbuat Baik..
Apakah kita orang baik?,
Tadinya kita mau ngasih sesuatu sama orang, tapi krn org tersebut nyebelin di detik2 terakhir kita gak jadi kasihnya.
Jadi kita baik bukan krn kita baik tp krn bagaimana dulu org yg akan kita kasih?
Atau kita berbuat baik krn memang ada maksud dan tujuannya kedepan, jd ya kita baik2 in lah.
Tp setelah tujuan tercapai ya baiknya secukupnya aja krn sudah tercapai tujuan kita ke dia.
Atau memang berbuat baik itu harus ada strategi nya?, jangan mau berbuat baik kepada orang yg belum jelas bisa tidaknya balas kebaikan kita nantinya.
Atau jangan berbuat baik kepada orang yg karakternya gak tahu terimakasih ke orang, krn banyak orang yg "kacang lupa akan kulitnya"
Atau kadang kebaikan kita justru jadi kelemahan kita?, banyak orang yg memanfaatkan kita, krn baik teman yg agak malas n merasa lemah selalu kita bantu, tapi teman ini jd keasyikan dibantu terus.
"Seharusnya berbuat baik itu krn memang menunjukan kita nya baik" bukan krn siapa, apa, dan bagaimana.
"Ajaran agama mengatakan kebaikan akan berbuah kebaikan, akan dicatat dan akan dilipatgandakan"
"Jangan pernah lelah utk berbuat baik"
"dr sesorang yg belajar kebaikan"
Tadinya kita mau ngasih sesuatu sama orang, tapi krn org tersebut nyebelin di detik2 terakhir kita gak jadi kasihnya.
Jadi kita baik bukan krn kita baik tp krn bagaimana dulu org yg akan kita kasih?
Atau kita berbuat baik krn memang ada maksud dan tujuannya kedepan, jd ya kita baik2 in lah.
Tp setelah tujuan tercapai ya baiknya secukupnya aja krn sudah tercapai tujuan kita ke dia.
Atau memang berbuat baik itu harus ada strategi nya?, jangan mau berbuat baik kepada orang yg belum jelas bisa tidaknya balas kebaikan kita nantinya.
Atau jangan berbuat baik kepada orang yg karakternya gak tahu terimakasih ke orang, krn banyak orang yg "kacang lupa akan kulitnya"
Atau kadang kebaikan kita justru jadi kelemahan kita?, banyak orang yg memanfaatkan kita, krn baik teman yg agak malas n merasa lemah selalu kita bantu, tapi teman ini jd keasyikan dibantu terus.
"Seharusnya berbuat baik itu krn memang menunjukan kita nya baik" bukan krn siapa, apa, dan bagaimana.
"Ajaran agama mengatakan kebaikan akan berbuah kebaikan, akan dicatat dan akan dilipatgandakan"
"Jangan pernah lelah utk berbuat baik"
"dr sesorang yg belajar kebaikan"
kemujuran..
Banyak orang yg dibilang orang lain beruntung, mujur, hoky dll.
"Enaknya dan beruntungnya kamu dilahirkan dr keluarga kaya"
"Kamu seh enak sdh ada semua fasilitas, kl aku kan seperti ini"
" Kamu kan banyak masih muda n sehat n kuat, tidak seperti aku"
Dan masih ribuan lg alasan2 seprti diatas.
Apakah benar krn keberuntungan mereka lebih baik n kaya dari kita?
Pepatah mengatakan:
"Pertemuan antara 'kesiapan' dan 'peluang', itulah melahirkan yg kita sebut 'kemujuran'.."
Ya, kemujuran sebetulnya pertemuan, antara kesiapan n peluang.
Tidak percaya?
Kadang kita sulit membedakan antara peluang dan hambatan atau masalah..
Ketika kita sulit mendapatkan sesuatu sebetulnya adalah kesempatan utk menyediakan sesuatu, krn kitanya blm siap saja.
"Enaknya dan beruntungnya kamu dilahirkan dr keluarga kaya"
"Kamu seh enak sdh ada semua fasilitas, kl aku kan seperti ini"
" Kamu kan banyak masih muda n sehat n kuat, tidak seperti aku"
Dan masih ribuan lg alasan2 seprti diatas.
Apakah benar krn keberuntungan mereka lebih baik n kaya dari kita?
Pepatah mengatakan:
"Pertemuan antara 'kesiapan' dan 'peluang', itulah melahirkan yg kita sebut 'kemujuran'.."
Ya, kemujuran sebetulnya pertemuan, antara kesiapan n peluang.
Tidak percaya?
Kadang kita sulit membedakan antara peluang dan hambatan atau masalah..
Ketika kita sulit mendapatkan sesuatu sebetulnya adalah kesempatan utk menyediakan sesuatu, krn kitanya blm siap saja.
Saturday, November 12, 2011
Saturday, October 29, 2011
Tugas ke Pontianak
Masih dalam rangka tugas di ktr baru, sy di tugaskan ke pontianak dr tgl 12 Otk 2011, utk menyelesaikan proyek yg sempat tertunda beberapa bln sebelumnya.
Semoga semua bisa berjalan lancar dan segara kembali ke jkt.
Semoga semua bisa berjalan lancar dan segara kembali ke jkt.
Tuesday, October 11, 2011
Memulai Suasana Baru...
Dear Fren,
Sekitar bulan Juli lalu, kami sekeluarga memulai hidup baru, yaitu pindah rumah dari Pasar minggu ke Cilebut kabupaten Bogor, disana kami bangun rumah baru dan deket dengan Mertua yg hanya tinggal berdua.
Anak-anak pindah sekolah ke Bogor dan ternyata di bulan September saya juga pindah kerja ke tempat baru di PT. ZTE Indonesia.
jadi mulai tengah tahun 20011, kita mencoba hijrah ke tempat baru, semoga hijrah ini memberikan arti positif bagi kami dan juga bagi lingkungan sekitar dan semua nya...
Masih banyak mimpi kedepan yg sedang di rintis, saat ini kita sdh punya 2 kontrakan yaitu di rumah Pasarminggu dan satu toko di Cilebut bogor, rencana kalau kedepan semoga tanah yg depan komplek PWI bisa segera di bangun untuk kontrakan 2 toko dan jika semoga kami bisa buka toko lagi.
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita...
Sekitar bulan Juli lalu, kami sekeluarga memulai hidup baru, yaitu pindah rumah dari Pasar minggu ke Cilebut kabupaten Bogor, disana kami bangun rumah baru dan deket dengan Mertua yg hanya tinggal berdua.
Anak-anak pindah sekolah ke Bogor dan ternyata di bulan September saya juga pindah kerja ke tempat baru di PT. ZTE Indonesia.
jadi mulai tengah tahun 20011, kita mencoba hijrah ke tempat baru, semoga hijrah ini memberikan arti positif bagi kami dan juga bagi lingkungan sekitar dan semua nya...
Masih banyak mimpi kedepan yg sedang di rintis, saat ini kita sdh punya 2 kontrakan yaitu di rumah Pasarminggu dan satu toko di Cilebut bogor, rencana kalau kedepan semoga tanah yg depan komplek PWI bisa segera di bangun untuk kontrakan 2 toko dan jika semoga kami bisa buka toko lagi.
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita...
Tuesday, September 06, 2011
Lebaran 1432H di Bandung
Lebaran bersama keluarga besar di Bandung 2 syawal 1432H atau 1 Sept 2011,
Bisa tebak gak? yang mana kakak nya yg mana adiknya..?
Bisa tebak gak? yang mana kakak nya yg mana adiknya..?
Tuesday, June 28, 2011
Belajar punya Kontrakan
Senin, 27 juni 2011, pagi2 sampe Cilebut Bogor, sampe di rumah mertua persis berbarenagan dengan seseorang yang dianter adik ibu mertua ketemuan di depan rumah.
ternyata orang tersebut adalah peminat kontrakan di kotrakan saya, alhamdulillah.
baru dateng sdh ada rezeki yg mau ngontrak rumah.
akhirnya terjadi kesepakatan dan mulai dua minggu kedepan kontrakan sdh mulai di gunakan.
4-5 tahun lalu saya masih ngontrak usaha di tempat orang, saat itu saya berkeinginan punya kontrakan, kemudian punya toko sendiri (walu kemudian tutup) dan akhirnya punya kontrakan sendiri, alhamdulillah satu persatu impian mulai berbuah.
semoga hal ini memjadikan rizki yg halal dan thoyib (halal dan baik), barokah dan makin bersyukur kepada Allah...
ternyata orang tersebut adalah peminat kontrakan di kotrakan saya, alhamdulillah.
baru dateng sdh ada rezeki yg mau ngontrak rumah.
akhirnya terjadi kesepakatan dan mulai dua minggu kedepan kontrakan sdh mulai di gunakan.
4-5 tahun lalu saya masih ngontrak usaha di tempat orang, saat itu saya berkeinginan punya kontrakan, kemudian punya toko sendiri (walu kemudian tutup) dan akhirnya punya kontrakan sendiri, alhamdulillah satu persatu impian mulai berbuah.
semoga hal ini memjadikan rizki yg halal dan thoyib (halal dan baik), barokah dan makin bersyukur kepada Allah...
Rumah Dikontrakan di Kalibata Pasarminggu
Saya Mau Mengontrakan Rumah neh (per tahun) :
Di Kontrakan Rumah Siap Huni di Jl. warung Jati Timur2 No 44B Kalibata. (krn penghuni Pindah ke Bogor)
ukuran 60m2, tembok, dua tingkat, Baru 2 tahun di renov, 2 kamar bawah, 1 kamar atas. Akses mudah Di tengah Kota, litrik 1300w, Ait jetpump, aman, nyaman. Cocok untuk keluarga dg 2 Anak.
Akses masuk Motor (tidak masuk mobil), 3 rumah dr jalan warung Jati.
Akses 100mtr ke jalan Warung Jati.
Akses 200mtr ke Halte BUSWAY Warung Jati, warung Buncit.
akses 300mtr ke Halte Samali Pasarminggu
Akses 2 Km ke Carrefour PasarMinggu.
Harga per tahun rp. 16.000.000 (nego)
Peminat Serius Hub Sumirat 0813-9375-0385.,
atau liat di blog saya www.dikania.blogspot.com

Tralis Besi Tempa

Tralis Besi tempa

Tangga Besi Tempa

Tangga Besi Tempa

Tangga Besi Tempa

Pagar Besi tempa

Pagar Besi tempa
Di Kontrakan Rumah Siap Huni di Jl. warung Jati Timur2 No 44B Kalibata. (krn penghuni Pindah ke Bogor)
ukuran 60m2, tembok, dua tingkat, Baru 2 tahun di renov, 2 kamar bawah, 1 kamar atas. Akses mudah Di tengah Kota, litrik 1300w, Ait jetpump, aman, nyaman. Cocok untuk keluarga dg 2 Anak.
Akses masuk Motor (tidak masuk mobil), 3 rumah dr jalan warung Jati.
Akses 100mtr ke jalan Warung Jati.
Akses 200mtr ke Halte BUSWAY Warung Jati, warung Buncit.
akses 300mtr ke Halte Samali Pasarminggu
Akses 2 Km ke Carrefour PasarMinggu.
Harga per tahun rp. 16.000.000 (nego)
Peminat Serius Hub Sumirat 0813-9375-0385.,
atau liat di blog saya www.dikania.blogspot.com

Tralis Besi Tempa

Tralis Besi tempa

Tangga Besi Tempa

Tangga Besi Tempa

Tangga Besi Tempa

Pagar Besi tempa

Pagar Besi tempa
Subscribe to:
Posts (Atom)








